Monday, August 9, 2010

Madrasah Tarbiyyah Kian Hampir ...♥ Insya`ALLAH



بســــم الله الرحمان الرحيم
الحمد لله رب العالمين حمداً يوافى نعمه ويكافئ مزيده



للهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد
كما صليت على سيدنا إبراهيم وعلى آل سيدنا إبراهيم
اللهم بارك على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد
كما باركت على سيدنا إبراهيم وعلى آل سيدنا إبراهيم
في العالمين إنك حميد مجيد
- Selawat Ibrahimiyyah


اللهم أنت ربي لا إله إلا أ نت خلقتني وأنا عبدك
وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت
أعوذ بك من شر ما صنعت
أبوء لك بنعمتك علي وأبوء لك بذنبي
فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت
- Sayyidul Istighfar



الســــلام عليكم ورحمة الله وبركـــاته






"Tanpa menahan hawa nafsu maka manusia
tidak akan sampai pada Tuhannya sama sekali
dan kedekatan manusia terhadap ALLAH
menurut kadar pembersihan jiwanya."

- al-Musnid al-`Allamah al-Habib `Umar bin Hafiz حفظه الله تعالى



إلهي أنت مقصودي ورضاك مطلوبي
أعطني محبتك ومعرفتك يا الله
وحسبنا الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير
ولا حول ولاقوة إلا بالله العلي العظيم




Ramadhan Yang Menjanjikan Bagi Mereka Yang Berusaha.


"Segala Puji bagi ALLAH semata, saat ini kita ada di bulan Ramadhan. Bulan kemenangan dan penuh Rahmat. Bulan yang selalu ditunggu kehadirannya oleh hamba-hambanya yang sholeh dan mendapat bagian dari `Inayah ALLAH. Tak terkecuali Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وآله وسلم serta para Sahabatnya. Ramadhan telah ditunggu kehadirannya sejak bulan Rajab. Segala persiapan dilakukan untuk menyempurnakan ibadah di dalam Ramadhan.


Bagi mereka yang hari ini masih hidup dan menghirup udara Ramadhan, mereka adalah orang-orang yang beruntung karena ALLAH masih Memberi peluang keemasan kepada kita untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pribadi Muslim.


Ramadhan adalah Penghulu segala Bulan. ALLAH Melimpahkan di dalamnya Rahmat kepada semua ummat yang benar-benar beriman. Di dalam bulan ini, umat Islam yang cukup syarat dan berkemampuan diwajibkan berpuasa.


Ramadhan adalah Syahr al-Ibadah (Bulan Ibadah). ALLAH Membuka peluang seluas-luasnya kepada hambaNYA yang Mukmin melaksanakan ibadah sebanyak-banyaknya. ALLAH Menyediakan ganjaran pahala yang sangat besar, bahkan terlalu besar bila dibandingkan apa yang dilakukan manusia. Pahala yang tidak disediakan di bulan selain Ramadhan yang Mulia.


Marhaban Ya Ramadhan, kata-kata yang paling tepat diucapkan mereka yang menyadari betapa ALLAH ngujo-ujo kita di bulan ini. Bulan yang Suci, yang memiliki seribu Keberkahan dan membuka luas pintu Ampunan.


Kehadiran bulan Suci ini seharusnya disambut dengan penuh kegembiraan dan keinsafan tanpa mengeluh apa-apa karena RasuluLlah صلى الله عليه وآله وسلم sendiri senantiasa menyambut gembira setiap kali bulan Ramadhan datang.


RasuluLlah صلى الله عليه وآله وسلم pernah bersabda : "Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh Keberkahan. ALLAH telah mewajibkan atas kamu berpuasa. Di bulan Ramadhan dibuka segala pintu Surga dan dikunci segala pintu Neraka dan seluruh syaitan dibelenggu. Padanya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa tidak diberikan kepadanya kebaikan malam itu maka sesungguhnya dia telah dijauhkan dari kebajikan."


Berkah Ramadhan yang begitu besar hingga sejak bulan Rajab, RasuluLlah صلى الله عليه وآله وسلم mengajarkan kepada kita untuk selalu berdoa: "Ya ALLAH berkatilah kami di bulan Rajab dan Sya`ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan." Doa yang diajarkan Nabi ini, menyiratkan bahwa kita seharusnya bersyukur karena masih diizinkan oleh ALLAH سبحانه وتعالى untuk menghirup udara segar di dunia fana ini dan merasakan kenikmatan berpuasa di bulan Ramadhan.






Sesungguhnya kedatangan Ramadhan bukan saja harus disambut dengan gembira tetapi seharusnya dirindukan setiap waktu karena di bulan Ramadhan ini, sebagaimana diceritakan dalam sebuah hadits, umat Muhammad mendapat lima keutamaan yang tidak diberikan pada seorang Nabi pun sebelum RasuluLlah صلى الله عليه وآله وسلم. Lima keutamaan yang dimaksudkan oleh RasuluLlah صلى الله عليه وآله وسلم itu adalah sebagai berikut :


Pertama, pada awal Ramadhan ALLAH Berkenan Melihat (Mendatangi) mereka yang bersiap-siap untuk puasa. RasuluLlah صلى الله عليه وآله وسلم bersabda, "Barangsiapa Dilihat ALLAH (dengan Pandangan Rahmat), orang tersebut tidak akan diadzab selama-lamanya."


Kedua, sesungguhnya bau yang tidak sedap yang keluar dari mulut mereka yang berpuasa pada senja hari itu lebih harum di Sisi ALLAH dibanding dengan minyak misik.


Ketiga, sesungguhnya Malaikat memohonkan ampun bagi orang yang berpuasa siang dan malam.


Keempat, sesungguhnya ALLAH Memerintahkan SurgaNYA melalui FirmanNYA, "Bersiap-siaplah SurgaKU dan berhias dirilah untuk hamba-hambaKU, mereka beristirahat dari lelahnya dunia menuju RumahKU dan KemuliaanKU."


Keutamaan kelima pula yang ditegaskan oleh RasuluLlah صلى الله عليه وآله وسلم ialah sesungguhnya pada akhir malam Ramadhan yaitu malam Hari Raya, ALLAH Mengampuni orang yang berpuasa semuanya. Mengenai keutamaan kelima ini seorang Sahabat bertanya: "Wahai RasuluLlah, apakah Malam Lailatul Qadar itu?" RasuluLlah صلى الله عليه وآله وسلم menjawab, "Tidakkah kamu perhatikan para Pekerja yang melaksanakan pekerjaannya, bila telah selesai mengerjakan pekerjaannya mereka segera dibayar gajinya? Itulah Ampunan yang diberikan setiap malam."


Kini ruang terbuka luas kepada kita untuk merebut kelima keutamaan itu, kita harus bersedia menyambut Ramadhan dengan penuh rasa keinsafan dan menanamkan tekad untuk memastikan ia tidak berlalu begitu saja tanpa memberikan Berkah.


Pada bulan ini, ALLAH akan Membukakan pintu Surga dan menutup pintu Neraka. RasuluLlah صلى الله عليه وآله وسلم menyatakan: "Apabila tiba Ramadhan, maka Dibukakan pintu Surga dan ditutuplah pintu Neraka, syaitan pun dibelenggu." (HR. Muslim)


Mungkin ada yang bertanya adakah syaitan benar-benar dirantai sepanjang Ramadhan? Padahal maksiat masih juga banyak terjadi dalam bulan suci ini.


Jawabnya, tidak lain karena diri mereka yang melakukan maksiat itu, meski pada dzahirnya mereka berpuasa, tetapi jiwanya telah dikuasai oleh nafsu. Perlu diketahui tarikan nafsu itu lebih kuat dibanding syaitan. Bagi mereka hanyalah perut yang berpuasa, tidak makan dan tidak minum, sedangkan mata, hati, telinga, kaki dan anggota tubuh lain tidak ikut berpuasa. Jika demikian yang terjadi, maka Dihadapan ALLAH puasa mereka tidak ada artinya.


Mengenai perilaku orang-orang yang telah dikuasai oleh nafsu ini, RasuluLlah صلى الله عليه وآله وسلم menyatakan: "Banyak sekali orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain lapar dan dahaga, dan banyak sekali mereka yang ibadah malam hari tidak mendapatkan apa-apa kecuali kurang tidur/begadang." (HR. Nasai)


Sewaktu berpuasa, seluruh manusia berjuang melawan hawa nafsunya, takut melanggar segala Larangan ALLAH meski sekecil apapun, padahal tidak ada manusia lain yang melihat tingkah laku perbuatannya. Tujuan penting puasa adalah untuk membentuk sikap berdisiplin di kalangan Mukmin, terutama disiplin terhadap waktu. Namun tidak sedikit mereka yang menyimpangi tujuan ajaran puasa itu, seperti memperbanyak tidur dengan alasan capek dan letih, atau banyak makan di malam hari. Akhirnya tujuan utama puasanya menjadi kurang sempurna atau bahkan tidak berhasil yaitu berjuang melawan hawa nafsu.


Bagaimana dengan anda? Menjadikan puasa sebagai alasan bermalas-malasan ataukah menjadikannya media untuk mendekat ALLAH?" - Taushiyah al-Habib Sholeh ibn Ahmad ibn Salim al-`Aydrus حفظه الله تعالى



_______๑۩۞۩๑_______



Insya`ALLAH, dikesempatan dan peluang ini, hamba yang hina lagi penuh dengan dosa ini, ingin memohon ampun dan maaf sedalam-dalamnya, zahir dan batin, dunia dan Akhirat kepada antum sekalian. Mohon ampun dan maaf selama mana antum mengenali diri hamba lewat pondok yang kerdil ini mahupun secara peribadi. Hamba memohon kepadaNYA ALLAH سبحانه وتعالى agar dalam hati sanubariku ini tiada tempat untuk PHD dan segala sesuatu yang sewaktu dengannya. Hamba telah memaafkan antum sekalian, dahulu, kini, kemudian dan selama-lamanya kerna ALLAH تعال, semoga demikian disebaliknya. Amiin ALLAHumma amiin.


Kepada yang telah pulang ke RahmatuLlah, semoga ruh mereka Diterima dan Dilimpahi Rahmat dan RahimNYA, ALLAH سبحانه وتعالى dan ditempatkan bersama-sama para Nabiyyin, Shiddiqin, Syuhada`, Shalihin, Muqarrabin dan KekasihNYA, RasuluLlah صلى الله عليه وآله وسلم. Kepada yang ditinggalkan, Salam Takziah dari hamba sekeluarga. Antum tidak tinggal sendirian, ALLAH itu Maha Ada lagi Maha Dekat dan DIA tidak pernah mengecewakan sesiapa yang ingin bersama denganNYA, yang ingin Mendekat denganNYA. DIA tidak pernah bosan untuk Mendengar setiap munajat dan rintahan kita, bahkan kitalah yang senantiasa dilanda perasaan bosan untuk melakukan semua itu. AstaghfiruLlah... Tiadalah seseorang hamba itu bermunajat dan berdoa kepadaNYA; dengan bersungguh-sungguh berserta dijaga adab-adabnya, melainkan ia sudah Di`ijabahkan oleh ALLAH سبحانه وتعال; samada Dimakbulkan dengan segera atau Disimpan untuk Akhirat sana atau ia Digantikan sebagai benteng atas segala musibah. Wahai ALLAH, kami memohon kepadaMU akan ketiga-tiga perkara itu, ya Rahman, ya Rahim... Semoga Rahmat, Taufiq dan `InayahNYA ALLAH سبحانه وتعالى beserta antum pada setiap nafas dan setiap langkah. Semoga ALLAH سبحانه وتعالى Membalas kesabaran antum diatas ujian yang menimpa ini dengan sebaik-baik Balasan dan Ganjaran, di dunia dan Akhirat. Amiin ALLAHumma amiin.


Semoga Ramadhan kali insya`ALLAH, Ramadhan yang terbaik untuk kita di SisiNYA ALLAH سبحانه وتعالى dan natijahnya adalah bertambah keimanan dan ketaqwaaan kita kepadaNYA ALLAH سبحانه وتعالى serta semakin dekat kita kepadaNYA ALLAH سبحانه وتعالى dan RasulNYA صلى الله عليه وآله وسلم, zahiran wa batinan, di dunia lagi sebelum di Akhirat sana. Amiin Ya ALLAH, Ya Rabb, Ya Rahman, Ya Rahim, ya Qarib, ya Mujib, Ya Hayyu, Ya Qayyum, Ya Dzal Jalali wal Ikram wa bi jaahi Sayyidina Muhammadinil Habibil Mahbub صلى الله عليه وآله وسلم.



اللهم صل على سيدنا محمد
وأنزله المنزل المقرب منك يوم القيامة
اللهم صل على روح سيدنا محمد في الأرواح
وعلى جسده في الأجساد وعلى قبره في القبور


اللهم بارك لنا في وشعبان وبلغنا رمضان
اللهم اغفر لي ولوالدي وللمسلمين والمسلمات
والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات
اللهم أعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة
وقنا عذاب النار برحمتك يا أرحم الراحمين


ربنا تقبل دعاءنا إنك أنت السميع العليم
وتب علينا إنك أنت التواب الرحيم
دعواهم فيها سبحانك اللهم وتحيتهم فيها سلام
وآخر دعواهم أن الحمد لله رب العالمين

بارك الله فيكم وجزاكم الله خير الجزاء
الله تعالى أعلم بالصواب والحمد لله رب العالمين

0 Ulasan:

Related Posts with Thumbnails