"Seseorang Akan Bersama Orang Yang Ia Cintai"


Janji RasuluLlah ﷺ bahwa semua akan bersama orang yang ia cintai dihari kiamat. Semoga kita hidup dan wafat dalam cinta kepada RasuluLlah ﷺ dan para Ulama` Shalihin. Amiin ALLAHumma amiin. Al-Fatihah.

Koleksi Selawat Dalam Blog Ini


Terjemahan serta syarahan oleh asy-Syeikh Yusuf ibn Ismail an-Nabhani RahimahuLlah.

Friday, July 10, 2009

Destinasi Cinta ♥ Yang Tersurat & Tersirat



بسم الله الرحمان الرحيم
الحمد لله رب العالمين حمداً يوافى نعمه ويكافئ مزيده



اللهم صل على سيدنا محمد طب القلوب ودوائها
وعافية الأبدان وشفائها ونور الأبصار وضيائها
وعلى آله وصحبه وسلم

- Selawat Syifa` / Thibbul Qulub


الســــلام عليكم ورحمة الله وبركـــاته





Menyingkap tirai hati
Mengintai Keampunan
Di halaman subur RahmatMU, Tuhan...


Tiap jejak nan bertapak
Debu kejahilan
Akan ku jirus dengan madu keimanan...


Tak ternilai airmata dengan permata
Yang bisa memadamkan api neraka
Andai benar mengalir dari nasuha nurani
Tak kan berpaling pada palsu duniawi...


Destinasi cinta yang ku cari
Sebenar nya terlalu hampir
Hanya kabur kerana dosa di dalam hati...


Telah ku redah daerah cinta
Yang lahir dari wadah yang alpa
Tiada tenang ku temui
Hanya kecewa menyelubungi...


Ku gelintar segenap maya
Dambakan sebutir hakikat
Untuk ku semai menjadi sepohon ma`rifat
Moga dapat ku berteduh di rendang KasihMU...


Namun ranjau nya tidak akan sunyi
Selagi denyut nadi belum berhenti...


Durjana syaitan kan cuba menodai
Segumpal darah bernama hati...


Lestarikan wadi kalbuku, oh Tuhanku
Leraikan aku dari pautan nafsu
Biarpun sukar bagiku melamar RedhaMU
Namun masihku mengharap AmpunanMU
Wahai Tuhanku, Ya ALLAH...


Munsyid : Kumpulan Mestica


"Sheikhuna Sidi Yusuf al-Hasani حفظه الله تعالى pernah berkata:
"Mengingati maksiat itu maksiat". Maknanya, seseorang yang mengingati maksiat tanpa tujuan, setelah mana dia bertaubat nasuha, maka ia suatu perkara yang tercela kerana bisa menjadi sebab yang menariknya semula kepada melakukan maksiat tersebut kembali."


"Pemuda itu lantas berkata: "Bertaubat menurut saya ialah, melupakan dosa yang pernah dilakukan dan terus beradab di hadrah Kebersamaan dengan ALLAH yang Suci. Tidak boleh membawa kotoran (mengingati dosa) dalam hadrah yang Suci (dalam kebersamaan dengan ALLAH سبحانه وتعالى).""


Huraian nan Indah : al-Fadhil Ustaz Raja Ahmad Mukhlis حفظه الله تعالى



بارك الله فيكم وجزاكم الله خير الجزاء
والله تعالى أعلم بالصواب

Tuesday, July 7, 2009

يا لطيف يا خبير



بســـــم الله الرحمان الرحيم والحمد لله رب العالمين
والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين
سيدنا ونبينا وحبيبنا محمد إبن عبدالله
وعلى آله وصحبه أجمعين


الســــلام عليكم ورحمة الله وبركـــاته






"Jika Engkau Menyeksa mereka, (maka tidak ada yang menghalanginya) kerana
sesungguhnya mereka adalah hamba-hambaMU dan jika Engkau Mengampunkan mereka,
maka sesungguhnya Engkaulah sahaja Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana."
- 5 : 118

__________________


"Wahai ALLAH, Berikanlah Pengampunan untukku kerna kesalahan dan kejahilanku kerna berlebih-lebihanku dalam urusanku dan apa sahja yang Engkau Lebih Mengetahui tentang itu daripada diriku sendiri. Wahai ALLAH, Ampunkanlah kesalahanku yang telah aku lakukan dengan bersungguh-sungguh atau sambil lewa, ketidak kesengajaan atau yang memang aku sengaja juga segala sesuatu yang daripada diriku. Wahai ALLAH, Ampunkanlah untukku kesalahan-kesalahan yang telah aku lakukan dahulu atau yang sesudah saat ini, juga yang aku sembunyikan serta yang aku zahirkan dan apa-apa yang Engkau Lebih Mengetahui tentang itu daripada diriku sendiri. Engkau wahai ALLAH, Maha Mendahulu serta Maha Mengakhir
dan Engkau adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
- Hadiths riwayat Imam Bukhari & Muslim رحمة الله تعالى عليهم أجمعين


اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان
اللهم إنا اسألك حسن الخاتمة والفردوس الأعلى
برحمتك يا أرحم الراحمين


اللهم اغفر لي ولوالدي وللمسلمين والمسلمات
والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات
برحمتك يا أرحم الراحمين



اللهم إنا أسألك رضاك والجنة وأعوذبك من سخطك والنار
اللهم إنا أسألك رضاك والجنة وأعوذبك من سخطك والنار
اللهم إنا أسألك رضاك والجنة وأعوذبك من سخطك والنار
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
برحمتك يا أرحم الراحمين


وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
سبحان ربك رب العزة عما يصفون
وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين

Saturday, July 4, 2009

Orαnģ Чαnģ Inģατ Aќαn Diinģατ





بسم الله الرحمان الرحيم

"... ingatlah kamu kepadaKU nescaya AKU Ingat (pula) kepadamu..." - 2 : 152


صدق الله العظيم

Thursday, July 2, 2009

Semua Hal Yang Halal, Haram & Syubhat



Segala Pujian bagi ALLAH,
Tuhan yang Mentadbir seluruh alam iaitu Puji-pujian yang menyamai
segala Ni`matNYA dan sebanding dengan segala tambahanNYA.


Wahai Tuhan kami,
BagiMU segala Kepujian sebagaimana yang selayak nya
dengan Kebesaran DzatMU dan dengan Kebesaran KekuasaanMU.
Maha Suci Engkau kami tidak mampu menghitung Puji-pujian atasMU,
Engkau adalah sebagaimana Engkau telah Memuji-muji akan DzatMU.

Tiada Tuhan Melainkan ALLAH dan Muhammad adalah Utusan ALLAH
pada setiap kerlipan dan nafas menurut hitungan
yang tercakup dalam `Ilmu ALLAH.



Wahai ALLAH,
Limpahkanlah Selawat dan Salam serta Keberkahan keatas
Penghulu kami Muhammad (صلى الله عليه وسلم),
Pembuka bagi yang telah tertutup,
Penutup risahlah yang telah berlalu,
Penolong kebenaran dengan kebenaran,
dan Penunjuk ke jalanMU yang lurus.
Semoga ALLAH Melimpahkan Selawat keatas nya (صلى الله عليه وسلم)
dan keatas Keluarga nya dan para Sahabat nya
sesuai dengan darjat dan kedudukan nya
(صلى الله عليه وسلم) yang Agung.

- Selawat Fatih




"DIA (ALLAH) Maha Ada sebelum segala nya ada dan kesemua nya hakikat nya adalah fana dan sirna, tinggallah DIA Yang Maha Abadi selalu ada, dan ketahuilah hadirin- hadirat, DIA (ALLAH) itulah Maha Setia kepada hambahambaNYA. Tidak ada yang lebih setia dari ALLAH. Semua hubungan tidak ada yang lebih dekat dari hubungan antara ALLAH dengan makhlukNYA, karena DIA (ALLAH) Menamakan diri nya al-Qarib (Yang Maha Dekat) berarti lebih dekat kepada semua yang dekat.


Hadirin-hadirat, sejauh-jauh manusia dari Kasih Sayang Ilahi karena dosa nya, (*sangat mungkin) diangakat dalam sekejap bisa menjadi hamba yang paling dekat, karena DIAlah Yang Menamakan diri nya Yang Maha Dekat. Maka rugilah manusia yang melewati jutaan nafas nya sepanjang usia nya lepas dari Sang Maha Dekat dan ia selalu berpaling dari Sang Maha Dekat kepada nya yang selalu Menawarkan Pengampunan, Menawarkan Anugerah, Menawarkan Syurga dan ia (hamba) selalu berpaling mencari kejauhan dari ALLAH, mencari Kemurkaan ALLAH, mencari sesuatu yang hina di hadapan ALLAH. Inilah ia lewatkan kehidupan nya sejak ia lahir dan dewasa, ia lewatkan hari-hari nya dengan hal-hal yang hina dan sampai kapan ia akan membenahi diri nya.


Sang Maha Bersabar terus Bersabar dan DIAlah Yang Maha Bersabar yang Sabar melebihi segenap semua yang penyabar. Namun sampai kapan kita akan merugikan usia kita yang setiap detik (*itu sangat berharga) beberapa detik kita bisa semakin dekat dengan Kasih SayangNYA ALLAH kepada kita, Pengampunan, Pengangkatan derajat dan CintaNYA, Keridhoan ALLAH سبحانه وتعالى. Jika ALLAH sudah Ridho pada seorang hamba maka ia dicintai ALLAH. Jika ia dicintai ALLAH maka ALLAH Perintahkan seluruh alam semesta mencintai nya.


Kalian tidak bisa melihat kecuali yang KU Beri mata, kalian tidak bisa berfikir kecuali yang KU Beri pemikiran. Maka beruntunglah kita yang diberi tuntunan oleh ALLAH سبحانه وتعالى untuk bisa melihat, mendengar, berbicara, bergerak, berfikir, dan yang paling mahal dan indah adalah petunjuk kepada sanubari kita untuk selalu bersama ALLAH dan didalam gerbang Keridhoan ALLAH سبحانه وتعالى.


Jika kita masih merasa masih kurang petunjuk dari ALLAH, ALLAH berkata "Mintalah petunjuk kepadaKU, akan KU Beri kalian petunjuk." Petunjuk membuka kemudahan jalan hidup kalian untuk mencapai kesempurnaan hidup di dunia dan akhirat, dalam permasalahan dunia, dalam permasalahan akhirat, dalam permasalahan dhahir maupun bathin. Hadirin-hadirat, disini ALLAH Menghendaki sanubari kita untuk selalu berdoa kepada ALLAH, memohon petunjuk yang dengan itu ALLAH selalu Membimbing hari-hari kita agar selalu dalam petunjuk. Bila kita terjebak ke dalam dosa, ALLAH yang Memunculkan keinginan di hati kita untuk kembali bertaubat dan memperbaiki keadaan kita dan inilah yang disebut petunjuk. Dan ALLAH Maha Mengatur kejadian itu.


Hadirin-hadirat, DIAlah (ALLAH) yang Menawarkan kepada kita doa dan munajat yang tidak berkurang dari milikNYA walaupun ia Melimpahkan semua yang kau minta. Maka oleh sebab itu berdoalah dan ALLAH akan Memberimu lebih dari yang kau minta. Dan DIA (ALLAH) Memberikan apa yang kau inginkan atau lebih baik dari apa yang kau inginkan. Inilah rahasia Kedermawanan Ilahi yang sering disalah fahami oleh orang dengan menganggap tiap kali aku berdoa, ALLAH tidak pernah memberi. Demi ALLAH!! Jika ia sudah berhadapan dengan RABBul `Alamin, melihat anugerah-anugerah yang diberi oleh ALLAH karena doa yang tidak dikabulkan, sungguh ia akan bersujud syukur ribuan tahun kepada ALLAH atas apa yang ALLAH Berikan lebih daripada apa yang ia minta.


Ya Rahman Ya Rahim, kami bermunajat kehadiratMU memohon kepadaMU Rabbiy dengan penuh permohonan sebagaimana Engkau telah Mengharamkan perbuatan dhalim dan jahat dan KAU Haramkan pula atas kami, jauhkan kami dari segala hal-hal yang haram. Rabbiy sebagaimana telah KAU katakan bahwa kami semua berada dalam ketidakfahaman kecuali Engkau Beri petunjuk maka curahkan kepada kami petunjuk seindah-indah nya dalam setiap ucapan, dalam setiap perbuatan, dalam setiap pemikiran, bimbing kami. Wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang, kami memohon Penjagaan dari segala yang kami ucapkan, dalam segala gerak-gerik kami, dalam semua lintasan pemikiran kami, dan dalam segala apa yang mengguncang jiwa kami, dari kewas-wasan, kerisauan, kesedihan, kegundahan, kami titipkan kepadaMU Rabbiy segala apa ini kepada pintu Cahaya KeindahanMU agar KAU Benahi Wahai Yang Maha Mengasuh kami sebelum kami lahir, Wahai Yang Maha Mengasuh kami dengan kehidupan sempurna ketika kami dalam kehidupan dunia, Wahai Yang Maha Ada setelah kami wafat, yang masih Bersama kami setelah kami ditinggalkan oleh seluruh keluarga, kerabat.


Wahai ALLAH, Wahai Nama Yang Maha Ada dan tiada pernah sirna, munculkan Cahaya Keagungan-Mu pada sanubarai kami, Ya Dzaljajali Wal Ikram Wahai Yang Maha Indah, Wahai Yang Maha Bercahaya, Wahai Yang Maha Luhur, Wahai Yang Maha Melimpahkan anugerah, Wahai Yang Maha Mengasuh dan Menjaga. Ya Dzaljalali Wal Ikram Jagalah kami dari hal-hal yang haram, Lindungi kami dari segala hal-hal yang KAU Murkai, Jagalah kami dalam keadaan yang halal..."


Taushiyah dari Habibana Munzir ibn Fuad al-Musawa حفظه الله تعالى yang telah disampaikan
di Masjid al-Munawar, Jakarta, Indonesia pada hari Isnin, tanggal 29hb Jun 2009M.
Insya`ALLAH, ziarahi hamba juga di Vimeo.



اللهم أرنا الحق حقا وارزقنا اتباعه
وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه

وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
سبحان ربك رب العزة عما يصفون
وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين

Wednesday, July 1, 2009

Mαυ`ïdhøh Hαsαnαh Bhg1



بسم الله الرحمان الرحيم
الحمد لله رب العالمين حمداً يوافى نعمه ويكافئ مزيده



اللهم صل على سيدنا محمد طب القلوب ودوائها
وعافية الأبدان وشفائها ونور الأبصار وضيائها
وعلى آله وصحبه وسلم

- Selawat Syifa` / Thibbul Qulub


الســــلام عليكم ورحمة الله وبركـــاته





يا الله بها يا الله بها يا الله بحسن الخاتمة


"Suatu ketika datang kepada beliau (seorang WaliyuLlah), rombongan tetamu. Maka salah seorang murid nya diperintahkan untuk menyembelih seekor kambing untuk dimasak sebagai jamuan dan hidangan bagi tetamu.


Ketika murid menyembelih kambing tadi, ternyata salah dalam pilihan nya. Jika salah satu syarat atau salah penyembelihan; satu syarat penyembelihan tidak dipenuhi maka korban atau kambing yang dipotong, yang disembelih, akan menjadi najis, akan menjadi bangkai. Haram dimakan dan najis hukum nya.


Kerna salah dalam menyembelih dan itu kambing menjadi najis, datang itu si murid untuk memberi khabar kepada Guru,
"Guru, ternyata kambing yang kita rencanakan untuk menjadi makanan yang ni`mat, sekarang haram untuk kita ni`mati. Harus kita buang kerna najis hukum nya."


Guru menangis, menangis menjadi-jadi. Mulai ketakutan dan terhairan-terhairan. Murid menyatakan,
"Guru, aku siap untuk mengantikan dengan sepuluh ekor kambing, kalau perlu akan aku gantikan seratus ekor kambing."


Guru menerangkan,
"Wahai muridku, bukan seekor kambing yang mati menjadi bangkai yang menyebabkan aku menangis, tapi itu adalah pelajaran bagi aku. Cuba kamu fikir, kambing yang kita rencanakan bisa menjadi makanan yang ni`mat, tetapi kerna ada kesalahan pada diakhir umur kambing, maka kambing haram untuk dini`mati, menjadi najis dan menjadi bangkai.

Aku khuatir terhadap diriku, aku persiapkan untuk aku ni`mati dengan memperbanyak solat untuk aku ni`mati nanti di akhirat, pahala solat. Aku perbanyak membaca al-Quran untuk aku ni`mati pahala bacaan al-Quran nanti di akhirat. Aku perbanyak dzikr di dunia, qiyamullail di dunia untuk aku harapkan nanti di akhirat pahala nya. Aku khuatir nasibku seperti kambing diakhir umurku su`ul khatimah. Akhir nya amalanku menjadi bangkai haram untuk aku ni`mati, akhir nya amalanku ditolak oleh ALLAH kerna najis, kerna aku menjadi suul khatimah."


... Begitu banyak amalan nya, tapi tetap hati nya dalam keadaan khuatir, mati dalam keadaan su`ul khatimah. Kita semua ini, yang amalan nya banyak maksiat nya kepada ALLAH. Kita amalan nya yang banyak lupa kepada ALLAH. Siang malam kita berbuat dosa kepada ALLAH Subhana wa Ta`ala, maka apa yang akan menjamin kita, kita dalam keadaan husnul khatimah? Kerna itu, tanamkan niat dalam hati anda baik-baik, persiapkan untuk kematian anda dengan amal shalih yang banyak dengan selalu memohon kepada ALLAH, mati dalam keadaan husnul khatimah."


Sedutan Mau`idhoh Hasanah dari al-Habib Taufiq ibn `Abdul Qadir ibn Husein as-Saqqaf حفظه الله تعالى, Mudir Pondok Pesantren Sunniyah Salafiyah, Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia. Mau`idhoh Hasanah disampaikan sempena Haul al-Imam al-Qutub al-Habib `AbduLlah ibn `Alawi al-Haddad رضي الله عنه di Masjid Baitul Aman, Kuala Lumpur, Malaysia, pada tanggal 01hb November`08.



رب هب لي حكما وألحقني بالصالحين
واجعل لي لسان صدق في الآخرين
واجعلني من ورثة جنة النعيم

وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
سبحان ربك رب العزة عما يصفون
وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين