"Seseorang Akan Bersama Orang Yang Ia Cintai"


Janji RasuluLlah ShalALLAHu`alaihiwasalam bahwa semua akan bersama orang yang ia cintai dihari kiamat. Semoga kita hidup dan wafat dalam cinta kepada RasuluLlah ShalALLAHu`alaihiwasalam dan para Ulama` Shalihin. Amiin ALLAHumma amiin. Al-Fatihah.

Koleksi Selawat Dalam Blog Ini


Terjemahan serta syarahan oleh asy-Syeikh Yusuf ibn Ismail an-Nabhani RahimahuLlah.

Jadual Waktu Solat Bagi Singapura - 2014M / 1435H


Semoga kita tergolong bersama Ahlul-Khusyu`, Ahlus-Sujud dan Ahlul-Munajat. Amiin ALLAHumma amiin.

Ukhti27.FM


Koleksi Audio dan Video untuk dikongsi sama. Semoga kita sama² memperolehi manfaat serta barakah darinya. Amiin ALLAHumma amiin.

Saturday, October 18, 2014

INSYA'ALLAH ± ENAM HARI LAGI 1 MUHARRAM



بســـــــــم الله الرحمان الرحيم
الحمد لله رب العالمين حمداً يوافى نعمه ويكافئ مزيده



اللهم صل صلاة كاملة وسلم سلاما تاما على سيدنا محمد
الذى تنحل به العقد وتنفرج به الكرب وتقضى به الحوائج
تنال به الرغائب وحسن الخواتم وسيتشقى الغمام بوجهه الكريم
وعلى آله وصحبه فى كل لمحة ونفس بعدد كل معلوم لك
- Selawat at-Tafrijiyyah / Selawat an-Nariyyah / Selawat Kamilah


اللهم أنت ربي لا إله إلا أنت خلقتني و أنا عبدك
وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت
أعوذ بك من شر ما صنعت
أبوء لك بنعمتك على و أبوء لك بذنبي
فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت
- Sayyidul Istighfar



الســــلام عليكم ورحمة الله وبركـــاته






"Mengenai amalan awal tahun dan akhir tahun ini dijelaskan oleh Al-Hafidh Ibn Hajar 'Alaihi RahmatuLlah, bahwa Ummul Mukminin Hafshah RadhiALLAHu'anha wa Ardhaha dari RasuluLlah ShalALLAHu 'Alaihi wa Alihi waShahbihi waSallam yang bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa hari terakhir di bulan Dzulhijjah dan hari pertama dari Muharram maka ALLAH Jadikan baginya penghapusan dosa 50 tahun, dan puasa sehari di bulan Muharram, sama dengan puasa 30 hari."


"Mengenai doa akhir tahun adalah diajarkan oleh para Ulama' kita, dan boleh-boleh saja berdoa kapan pun, apalagi doa kebaikan agar Dilimpahi keberkahan sepanjang tahun dan minta Diampuni dari dosa setahun yang lalu, maka hal ini boleh-boleh saja karena doa adalah hal yang boleh kapan saja, dan melarangnya adalah perbuatan mungkar dan batil." ➡ Sumber


-------------------------------


"... bulan yang luhur bulan Muharram, dimana di bulan ini telah Diselamatkan Nabi Musa 'Alaihis-Salam dari kejaran Fir'aun, di bulan itu pula lautan terbelah agar Fir'aun tenggelam dan Nabi Musa 'Alaihis-salam selamat dari kejarannya. Dan di bulan ini Nabi Nuh 'Alaihis-salam dan kaumnya yang beriman Diselamatkan dari banjir yang begitu besar, dan di bulan ini pula ALLAH Subhanahu wa Ta'ala Melimpahkan banyak Pertolongan kepada hamba-hambaNYA, terlebih lagi untuk ummat Sayyidina Muhammad ShallALLAHu 'Alaih iwa Alihi waShahbihi waSallam, maka perbanyaklah doa dan munajat kepada ALLAH Subhanahu wa Ta'ala.


Teriwayatkan di dalam Shahih Al-Bukhari bahwa RasuluLlah ShallALLAHu 'Alaihi wa Alihi waShahbihi waSallam berpuasa pada hari ke sepuluh bulan Muharram, dan hal ini merupakan puasa sunnah bukan puasa wajib, yang mana jika dikerjakan mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan tidak mendapatkan dosa, namun berbeda dengan hal yang wajib dimana jika dikerjakan mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan mendapatkan dosa.


Maka disunnahkan untuk berpuasa pada tanggal 10 Muharram, dan diriwayatkan dalam Shahih Muslim bahwa pahala puasa pada tanggal 10 Muharram, menghapus dosa setahun yang lalu.


Dan diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari bahwa RasuluLlah ShallALLAHu 'Alaihi wa Alihi waShahbihi waSallam tidak pernah memaksakan diri untuk berpuasa di suatu hari melebihi puasa pada tanggal 10 Muharram, kecuali puasa di bulan Ramadhan yang merupakan hal yang wajib, namun selain puasa Ramadhan, diantara puasa sunnah yang paling disukai oleh RasuluLlah ShallALLAHu 'Alaihi wa Alihi waShahbihi waSallam adalah puasa 10 Muharram, dan disunnahkan juga untuk puasa pada tanggal 9 Muharram, karena ketika RasuluLlah ShallALLAHu 'Alaihi wa Alihi waShahbihi waSallam dikabari bahwa orang Yahudi juga berpuasa pada tanggal 10 Muharram maka RasuluLlah ShallALLAHu 'Alaihi wa Alihi waShahbihi waSallam mengatakan bahwa di tahun yang akan datang beliau akan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram, namun RasuluLlah ShallALLAHu 'Alaihi wa Alihi waShahbihi waSallam terlebih dahulu wafat sehingga tidak sempat melakukan puasa pada tanggal 9 Muharram, sebagaimana sabda beliau ShallALLAHu 'Alaihi wa Alihi waShahbihi waSallam: "Jika aku masih hidup hingga tahun depan maka aku akan puasa tanggal 9 (Muharram)."


Dan Al-Imam As-Syafi'i 'Alaihi RahmatuLlah berkata bahwa sunnah muakkadah untuk berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram, akan tetapi tidak apa-apa jika hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja.


Bagi yang tidak mampu untuk berpuasa, seperti orang yang sudah sangat tua, orang-orang yang sangat sibuk dan banyak pekerjaan sehingga tidak mampu untuk berpuasa atau wanita-wanita yang sedang berhalangan (menstruasi) maka doakanlah orang-orang yang berpuasa agar diberi kekuatan dan puasanya Diterima oleh ALLAH Subhanahu wa Ta'ala, atau dengan menyiapkan buka puasa untuk orang-orang yang berpuasa, itulah cara yang terbaik untuk orang yang tidak mampu berpuasa, agar tidak terlewat dari kemuliaan yang datang dari ALLAH Subhanahu wa Ta'ala." ➡ Sumber


— Wasiat Sulthanul Qulub, al-Maghfurlah Sayyidi Syarif al-Habib Munzir bin Fuad al-Musawa 'Alaihi RahmatuLlah.


-------------------------------



Insya'ALLAH, doa AKHIR TAHUN dibaca 3kali
SEBELUM Azan Maghrib pada hari Jum'at, 24hb Oktober 2014 :





Insya'ALLAH, doa AWAL TAHUN dibaca 3kali
SELEPAS Azan Maghrib pada hari Jum'at, 24hb Oktober 2014 :






اللهم صل على سيدنا محمد
وأنزله المنزل المقرب منك يوم القيامة
اللهم صل على روح سيدنا محمد في الأرواح
وعلى جسده في الأجساد وعلى قبره في القبور


جزى الله عنا سيدنا محمداً
صلى الله عليه وآله وسلم ما هو أهله
بارك الله فيكم وجزاكم الله خير الجزاء
الله تعالى أعلم بالصواب والحمد لله رب العالمين

Tuesday, September 30, 2014

HIMPUNAN DOA MUNAJAT SULTHANUL QULUB



بســـــــــم الله الرحمان الرحيم
الحمد لله رب العالمين حمداً يوافى نعمه ويكافئ مزيده



اللهم صل صلاة كاملة وسلم سلاما تاما على سيدنا محمد
الذى تنحل به العقد وتنفرج به الكرب وتقضى به الحوائج
تنال به الرغائب وحسن الخواتم وسيتشقى الغمام بوجهه الكريم
وعلى آله وصحبه فى كل لمحة ونفس بعدد كل معلوم لك
- Selawat at-Tafrijiyyah / Selawat an-Nariyyah / Selawat Kamilah


اللهم أنت ربي لا إله إلا أنت خلقتني و أنا عبدك
وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت
أعوذ بك من شر ما صنعت
أبوء لك بنعمتك على و أبوء لك بذنبي
فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت
- Sayyidul Istighfar



الســــلام عليكم ورحمة الله وبركـــاته





Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzal Jalali wal Ikram, Terangi jiwa kami dengan pelita Keindahan NamaMU, Terbitkan Keindahan NamaMU didalam jiwa kami dengan cahaya yang tiada pernah terbenam. Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzal Jalali wal Ikram, kami benamkan seluruh doa dan munajat kami didalam doa kami, didalam dzikir kami, kami memanggil NamaMU Yang Maha Luhur...


Ya Rahman, telah KAU Jadikan setiap 'ibadah di hari-hari Dzulhijjah ini, KAU lipat-gandakan 700X lipat 'ibadah kami dan RABBi kami berdoa di malam ini Dilipat-gandakan 700X lipat dari doa-doa kami, Ampuni dosa Ayah Bunda kami, bagi mereka yang masih hidup, Limpahi Keberkahan dalam hidupnya, Ayah Bunda kami yang telah wafat, Muliakan arwah mereka bersama Muqarrabin. Ya Rahman, Muliakanlah Ayah Bunda kami dunia dan akhirat, zahiran wa batinan. RABBi kami mengadukan keadaan kami, segala kesulitan kami, segala hambatan kami, segala hajat kami yang masih belum terkabul hingga malam ini, maka jangan sisakan 1 hajat pun dari semua yang hadir terkecuali KAU Kabulkan.


Ya Rahman Ya Rahim, demi kemuliaan 'Arafah, demi kemuliaan Muzdalifah, demi kemuliaan Mina, demi kemuliaan Thawaf dan Sa'i, demi kemuliaan Ka'bah al-Musyarrafah, demi kemuliaan Madinah al-Munawwarah dan Raudhatul Syarif. Ya Rahman Ya Rahim, Muliakan langkah-langkah mereka yang menghadiri Haji dan Umrah, Muliakanlah keberangkatan mereka dan Jadikanlah Haji mereka Mabrur. Dan Limpahkan Keberkahan dan Kemudahan bagi mereka dan Kembalikan atas kami 700X lebih besar dari doa dan munajat kami. Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzal Jalali wal Ikram, inilah dosa-dosa kami dan RABBi kami juga berdoa untuk teman-teman kami yang masih terjebak dalam narkoba, yang masih terjebak dalam perzinahan, yang masih terjebak dalam perjudian, yang masih terjebak dalam kekufuran aqidah, hujani mereka dengan Hidayah, hujani mereka dengan keinginan untuk sujud, untuk bertaubat.


Ya Rahman Ya Rahim, kami yang masih hidup di alam dunia dan menanti saat-saat kematian kami, Panjangkan usia kami dalam keta'atan dan keberkahan, Ya Rahman Ya ALLAH, Tambahkan keberkahan dan keta'atan dalam usia kami, Terangi hari-hari kami dengan indahnya sujud, Terangi hari-hari kami dan nafas-nafas kami dengan doa dan munajat, Terangi segala apa yang kami lewati dengan Cahaya kemudahan dan Cahaya penyelesaian yang menyingkirkan segala kesulitan dan hambatan kami, Ya ALLAH Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzal Jalali wal Ikram...


RABBi saksikan kami tidak akan menyembah Tuhan selainMU RABBi, kami tidak sujud pada selainMU Ya ALLAH, dan kami tidak memilih Nabi lain selain NabiMU Muhammad ShalALLAHu'Alaihi wa Alihi waShahbihi waSallam, Ya Dzal Jalali wal Ikram Ya Dzatthouli wal In'am...


Pandanglah seluruh wajah ini dengan Cahaya RahmatMU ya Rahman, Pandanglah seluruh wajah ini dengan Cahaya PengampunanMU ya Rahim, Pandanglah seluruh wajah ini dengan kepastian Husnul Khatimah, Ya ALLAH Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzal Jalali wal Ikram. RABBi Terangi jiwa kami dengan Cahaya doa, RABBi Terangi nafas-nafas kami dengan Cahaya munajat, Terangi sisa usia kami dengan lazatnya sujud, kami mengadukan buruknya jiwa kami yang selalu menghindar dari 'ibadah, kami mengadukan jiwa kami yang mencintai dan merindukan selainMU...


Ya Rahman Ya Rahim dan Dukunglah semua mereka yang mendukung da'wah NabiMU Muhammad ShalALLAHu'Alaihi wa Alihi waShahbihi waSallam, Ya Dzal Jalali wal Ikram Ya Dzatthouli wal In'am inilah doa kami, wahai RABBi Yang Maha Melihat, wahai Yang Maha Mendengar, inilah sanubari kami, inilah hari-hari esok kami yang barangkali akan muncul kesulitan dan musibah, Gantikan musibah itu dengan Rahmat dan 'Afiah dan seluruh hajat kami...


Ya Rahman Ya Rahiim Ya Dzal Jalali wal Ikram, jangan KAU Jadikan dari sulbi kami keturunan-keturunan ahlul su', keturunan-keturunan fasiq, keturunan-keturunan zalim. Jadikan dari tubuh kami munculnya sulbi para Shalihin Shalihah. Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzal Jalali wal Ikram, jangan KAU Jadikan dari keturunan kami pengikut pasukan dajjal atau pengikut ya'jud wa ma'jud, Jadikan dari keturunan dan sulbi kami Ahlul Sujud, orang-orang yang banyak bersujud, orang yang banyak Diberkahi yang menjadi kebanggaan kami dunia dan akhirat. Ya Rahman Ya Rahim, Sucikan diri kami, Sucikan dosa-dosa kami, Sucikan Ayah Bunda kami, Sucikan rumahtangga dan anak-anak kami, Sucikan seluruh keluarga dan kerabat kami dari dosa-dosa dan kesalahan...


RABBi ya Rahman, kepada siapa kami mengadu kalau bukan kepada NamaMU Ya ALLAH, pada siapa kami mohon Pengampunan atas buruknya dosa dan tiada rahsia antara kami denganMU Ya Rahman, Bukakan pintu PengampunanMU Ya ALLAH, bila hamba yang demikian banyak berbuat dosa, dan pintu MaafMU selalu terbuka bagi para pendosa, Masukkan seluruh nama kami dalam samudera MaafMU Ya Rahman, Hapuskan dosa-dosa kami, dosa-dosa Ayah Bunda kami, Ayah Bunda kami yang masih hidup, Curahkan keberkahan dalam hidupnya, Ayah Bunda kami yang telah wafat, Muliakan arwah mereka bersama para Muqarrabin....


Ya ALLAH Ya Rahman Ya Rahim, Jadikan kami orang-orang yang mencintaiMU dan mencintai NabiMU ShalALLAHu'Alaihi wa Alihi waShahbihi waSallam melebihi dari segala-galanya...


RABBi paling tidak, satu kejab dua kejab KAU Rasakan pada kami kelazatan iman, KAU Rasakan pada kami lazatnya menyebut NamaMU, KAU Rasakan pada kami lazatnya kebersamaan denganMU hingga kami terlupakan dari seluruh keni'matan dan seluruh masalah ketika kami menyebut NamaMU, ketika bibir ini bergetar memanggil NamaMU...


Wahai Nama Yang Maha Dermawan, Wahai Nama Yang Maha Pemurah, Wahai Nama Yang Maha Baik, Wahai Nama Yang Maha Menyejukkan semua jiwa, Tenangkan jiwa kami dalam kehidupan yang sementara ini dan Tenangkan hari-hari kami dan Tenangkan juga malam kami sampai kami wafat, Jadikan selalu ketenangan dan kesejukkan iman bersama kami...


Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzal Jalali wal Ikram, tidak lupa kami berdoa agar KAU Hentikan dan KAU Cukupkan musibah yang terus turun daripada hujan yang terus mendera Muslimin. Ya Rahman Ya Rahiim Ya Dzal Jalali wal Ikram, kami mengadukan keadaan kami Wahai Yang Memiliki kami, Wahai Yang Memiliki bumi dan langit, Wahai Yang Memiliki panca indera kami, Wahai Yang Mengetahui dimana kami akan pulang dan kami akan berpisah selainMU, berpisah dengan semua kekasih, berpisah dengan semua teman, berpisah dengan semua harta dan jabatan. Tinggallah Engkau Yang Maha Tunggal...


Wahai yang Maha Tunggal, Melihat apa yang ada didalam jiwa kami, wahai yang selalu Memperhatikan setiap lintasan pemikiran kami, wahai yang Mengetahui kejadian hari esok dan dalam keadaan apa kami wafat, Ya Rahman Ya Rahim, KAU Lihat esok barangkali musibah yang akan datang kepada kami, atau cubaan pada fulan, atau masalah pada fulan, RABBi Singkirkan segala-galanya malam ini dari segala musibah Gantikan dengan kebahagiaan dan Rahmat, Ya Rahman Ya Rahim, kami tidak salah jika memanggil NamaMU, kami tidak salah jika berharap kepadaMU, kami tidak salah jika kami bermunajat kepadaMU Ya Rahman Ya Rahim....


RABBi Terangi jiwa kami dengan Cahaya, Terangi penglihatan kami dengan Cahaya, Terangi pendengaran kami dengan Cahaya, Terangi depan kami dengan Cahaya, Terangi belakang kami dengan Cahaya, Terangi seluruh penjuru kami dengan Cahaya, Terangi darah kami dengan Cahaya, Terangi tulang tubuh kami dengan Cahaya, Terangi pemikiran kami dengan Cahaya, Terangilah hari-hari kami dengan Cahaya, Ya Rahman Cahaya KeindahanMU, wahai yang Menamakan DiriMU "an-Nuur", Maha Bercahaya, Terangilah hari-hari kami, Terangilah sakaratul maut kami, Terangi kubur kami kelak, dan Bangkitkan kami di Yaumil Qiyamah bersama yang terang-benderang, bersama orang-orang yang bersama RasuluLlah ShalALLAHu'Alaihi wa Alihi waShahbihi waSallam...


RABBi Pastikan nama kami tertulis bersama mereka, Pastikan wajah kami bercahaya terang-benderang di Yaumil Qiyamah...


Pastikan seluruh wajah kami ini tidak melihat api neraka, Pastikan kami semua ini haram dari api neraka, Pastikan kami semua akan masuk ke dalam SyurgaMU, Ya Rahman Ya Rahim, Limpahi kami Kebahagiaan di dunia dan Kebahagiaan di akhirat dan Jauhkan kami dari api neraka. Ya Rahman Ya Rahim Dzal Jalali wal Ikram, Terbitkan bagi kami Matahari Kebahagiaan yang tiada pernah terbenam hingga kami menghadapMU kelak di Yaumil Qiyamah, Ya Rahman Ya Rahim.


- Himpunan doa munajat Sulthanul Qulub, al-Maghfurlah Sayyidi Syarif al-Habib Munzir bin Fuad al-Musawa 'Alaihi RahmatuLlah.


---------------------------


Insya'ALLAH, dikesempatan ini kami ingin mentitip Salam -
Salam Eiduladha penuh berkah teruntuk semua. Selamat menjalankan 'ibadah yang wajib mahupun yang sunnat. Kami mohon maaf zahir batin, redha dan doa dari kalian selalu. Taqabbal ALLAHu minna wa minkum shalihal 'amal. JazakumuLlah khairal jaza'. BarakALLAHu fikum. Astawdi'ukumuLlah. Fi amaniLlah.


اللهم صل على سيدنا محمد
وأنزله المنزل المقرب منك يوم القيامة
اللهم صل على روح سيدنا محمد في الأرواح
وعلى جسده في الأجساد وعلى قبره في القبور


جزى الله عنا سيدنا محمداً
صلى الله عليه وآله وسلم ما هو أهله
بارك الله فيكم وجزاكم الله خير الجزاء
الله تعالى أعلم بالصواب والحمد لله رب العالمين

Wednesday, September 24, 2014

KEMULIAAN DI HARI² MULIA DZULHIJJAH



بســـــــــم الله الرحمان الرحيم
الحمد لله رب العالمين حمداً يوافى نعمه ويكافئ مزيده



اللهم صل على نور الأنور وسر الأسرار وترياق الأغيار
ومفتاح باب اليسار سيدنا و مولانا محمد المختار
وآله الأطهار وأصحابه الأخيار عدد نعم الله وأفضاله

- Selawat asy-Syeikh Ahmad al-Badawi / Selawat Nur / Selawat Anwaar dan Asror


اللهم أنت ربي لا إله إلا أ نت خلقتني وأنا عبدك
وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت
أعوذ بك من شر ما صنعت
أبوء لك بنعمتك علي وأبوء لك بذنبي
فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت
- Sayyidul Istighfar



الســــلام عليكم ورحمة الله وبركـــاته






Limpahan Puji Kehadirat ALLAH Subhana wa Ta'ala yang telah Menghadirkan kita di Majelis Agung bersama Cahaya Keagungan ALLAH Subhana wa Ta'ala bersama Nurrussamawati wal Ardh (ALLAH Subhana wa Ta'ala), Maha Raja yang Menerangi langit dan bumi, Yang Maha Menerangi jiwa hambaNYA dengan Ketenangan, dengan Kebahagiaan, dengan kesejukan, dengan Kebahagiaan (sa'adah) dunia dan akhirat.


Hadirin-hadirat, sampailah kita di malam yang Agung ini, di salah satu dari malam-malam Mulia (10 malam Dzulhijjah). 10 malam Dzulhijjah sebagaimana disabdakan oleh Nabiyyuna Muhammad ShalALLAHu'Alaihi wa Alihi waShahbihi waSallam, diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, "Mal 'amal min ayyaamin afdhal minha fii hadhih" (tidak ada satu amal yang lebih mulia dan luhur daripada malam-malam di sepuluh malam Dzulhijah dan di hari-hari mulia mulai tanggal 1 hingga tanggal 10 Dzulhijjah).


Hadirin-hadirat yang Dimuliakan ALLAH, inilah malam-malam yang Agung dan hari-hari yang Suci, yang ALLAH Subhana wa Ta'ala sedemikian banyak Mengangkat derajat hamba-hambaNYA di muka bumi. RahmatNYA (ALLAH Subhana wa Ta'ala) yang terus Berlimpah, Dilipat-gandakan di hari-hari Mulia di 10 hari Suci Dzulhijjah (mulai tanggal 1 hingga tanggal 10 Dzulhijjah). Oleh sebab itu para Muhadditsin menjelaskan daripada makna Hadiths Rasul ShalALLAHu'Alaihi wa Alihi waShahbihi waSallam, yang mengatakan bahwa setiap amal-amal umat ini dikalikan 10X. Sebagaimana riwayat Shahih Bukhari, "Amal-amal umat ini Dilipat-gandakan 10X lipat sampai 700X lipat". Dan para Muhaddits menjelaskan masing-masing waktu punya waktu Dilipat-gandakanNYA amal yang lebih besar diantaranya waktu-waktu yang afdhal di 10 hari bulan Dzulhijjah dan juga di hari-hari Ramadhan. Di hari-hari inilah, ALLAH Subhana wa Ta'ala Melipat-gandakan amal-amal umat ini 700X lipat.


Mereka yang menghadiri Majelis Mulia, Majelis Dzikir dan Majelis Ta'lim kalikan pahala kehadiran 700X Majelis. Mereka yang berdoa kepada ALLAH disaat-saat ini dihitung 700X berdoa. Mereka yang ber'ibadah dengan fardhu dan sunnah dikalikan 700X lipat. Inilah hari-hari Suci dan hari-hari yang Agung bagi hamba-hamba ALLAH yang mengenal Anugerah ALLAH, yang memahami tuntunan-tuntunan terluhur dari semua tuntunan, bimbingan Sayyidina Muhammad ShalALLAHu'Alaihi wa Alihi waShahbihi waSallam.


Limpahan Puji Kehadirat ALLAH yang telah Membangkitkan keinginan didalam perasaan kita untuk hadir dan ingin dekat Kehadirat ALLAH.


Diriwayatkan di dalam Shahih Muslim ketika datang seseorang kepada Nabi ShalALLAHu'Alaihi wa Alihi waShahbihi waSallam, "Ya RasulALLAH, amal apa yang membuatku semakin dekat kepada Syurga dan semakin jauh dari neraka?" Rasul ShalALLAHu'Alaihi wa Alihi waShahbihi waSallam tersenyum dan terdiam seraya bergumam, "Laqad hudiy.. Laqad hudiy... Laqad hudiy..," (orang ini sudah dapat Hidayah), kata Rasul ShalALLAHu'Alaihi wa Alihi waShahbihi waSallam. Padahal orang itu belum beramal apa-apa, belum berbuat sesuatu hanya bertanya, "Apa yang membuat amal seseorang jauh dari neraka dan makin dekat ke Syurga." Munculnya keinginan dari hal itu adalah perasaan yang indah dan itulah Hidayah yang disabdakan oleh Sang Nabi ShalALLAHu'Alaihi wa Alihi waShahbihi waSallam, "Laqad hudiy" (dia sudah mendapat Hidayah)," kata Rasul ShalALLAHu'Alaihi wa Alihi waShahbihi waSallam. Maksudnya apa? Ketika jiwa mempunyai keinginan untuk berbuat hal-hal yang Indah di Sisi ALLAH, itulah Cahaya Hidayah. Semoga ALLAH Menerangi jiwa kita dengan Cahaya Hidayah (amin).


Hadirin-hadirat, inilah malam-malam Suci yang Luhur. Inilah hari-hari yang Indah, mulai tanggal 1 hingga 10 Dzulhijjah. Disunnahkan berpuasa dari tanggal 1 hingga tanggal 9 Dzulhijjah dan puncaknya di hari 'Arafah, sebagaimana riwayat banyak Hadiths diantaranya Musnad Imam Ahmad dan juga Imam Tirmidzi dan lainnya, "Barangsiapa yang berpuasa pada hari 'Arafah Diampuni dosanya setahun yang terdahulu dan setahun yang akan datang." Kita menemukan banyak Hadiths tentang kehebatan amal dan Pengampunan ALLAH, tapi belum pernah saya tahu ada Hadiths amal yang bisa menghapus dosa yang lalu dan yang akan datang. Kalau dosa yang lalu banyak kita temukan Hadiths, tapi kalau dosa yang akan datang Dimaafkan juga ALLAH Subhana wa Ta'ala, inilah Rahasia Kemuliaan Puasa 'Arafah. 1 hari ('Arafah) itu mulia hadirin-hadirat, Ampunan ALLAH untuk 1 tahun lalu dan 1 tahun yang akan datang.


Barangkali muncul seseorang berkata dalam hatinya, "Kalau begitu enak dong bermaksiat bisa sampai setahun yang akan datang Diampuni." Hadirin, orang yang berikhlas puasa di hari 'Arafah dengan niat Lillah (karena ALLAH Subhana wa Ta'ala), ALLAH akan Sucikan hari-harinya sepanjang tahun yang akan datang hingga tidaklah ia terjebak ke dalam dosa terkecuali ia taubat kepada ALLAH Subhana wa Ta'ala.


Hadirin-hadirat, inilah Kemuliaan hari-hari mulia Dzulhijjah. Dan pula tentunya ALLAH Subhana wa Ta'ala Muliakan mereka-mereka yang berangkat menuju Haji dan Umrah. Dengan Kemuliaan sebagai tamu-tamu Rabbul 'Alamin. Beruntung yang berangkat dan beruntung mereka yang mendoakan bagi mereka yang berangkat. Karena tiadalah seseorang berdoa untuk saudaranya dengan kebaikan terkecuali ALLAH Wakilkan Malaikat berkata, "Amin wa laka mitsluhu," demikian dikatakan para Malaikat. Kalau seseorang mendoakan orang lain dengan kebaikan, Malaikat menjawab, "Amin wa laka mitsluhu." Kalau kita mendoakan, "Rabbiy ampuni semua mereka yang hadir di padang 'Arafah." Malaikat menjawab, "Amin dan untukmu Pengampunan 'Arafah." Kalau kita mendoakan, "Rabbiy muliakan semua tamuMU di medan Haji dan Umrah dengan Haji Mabrur, kau mendapatkan sedemikian banyak kemuliaannya." Dengan jiwa yang perduli terhadap kebaikan dan kemaslahatan saudaranya Muslimin.


Oleh sebab itu kehidupan ini berubah-ubah tergantung dengan sanubari dan perasaan hati. Sebagaimana Hadiths yang kita baca tadi bersama-sama, Hadiths riwayat Shahih Bukhari, "Ala wa inna fiiljasadi mudhghatan" (bahwa di dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging). Daging itu banyak, ada di kepala, di tangan, di kaki. Ada segumpal daging kata Sang Nabi ShalALLAHu'Alaihi wa Alihi waShahbihi waSallam, "Idza shalahat shalahaljasadu kulluh wa idza fasadat fasadaljasadu kulluhu" (apabila ia baik itu segumpal daging maka baik seluruh tubuhnya, kalau seandainya gumpalan daging itu buruk, buruklah seluruh tubuhnya). Apakah itu? "Ala wa hiyalqalb" (itulah sanubari dan hati kita). Perasaan kita itulah yang membuat kehidupan kita dan tubuh kita menjadi baik perlakuannya atau menjadi buruk.


Ketika seseorang beriman kepada ALLAH dan mengetahui Cahaya Keagungan Rabbul 'Alamin. Jiwanya senang dengan kedekatan KehadiratuLlah. Berdzikir mensucikan dirinya, ia akan lihat anggota tubuhnya juga akan sangat berat berbuat dosa. Kenapa? Karena sanubarinya suci. Sudah dikatakan oleh Sang Nabi ShalALLAHu'Alaihi wa Alihi waShahbihi waSallam (dalam Hadiths tersebut), maka jika hatinya penuh kerusakan, penuh caci maki terhadap saudaranya, penuh kebencian, muncul nanti ucapan yang buruk, penglihatan yang buruk, pendengaran yang buruk, perbuatan yang buruk, hari-hari yang terus di dalam kegelapan. Oleh sebab itu ketika kita memahami ini, benahi jiwa dan sanubari kita, benahi perasaan kita. Jadikanlah Cahaya ALLAH Menerangi sanubari dan perasaan kita hingga akan kita temukan dosa-dosa itu jauh dari kita dan sangat sulit kita melakukannya.


Kalau jiwanya sudah penuh dengan kemungkaran maka tubuhnya sangat mudah terjebak di dalam dosa. Oleh sebab itu kalau muncul pertanyaan, "Bagaimana caranya terhindar dari dosa-dosa?." (Maka jawabannya) Jaga perasaan dan hatimu agar selalu di dalam kekhusyu'an kepada ALLAH Subhana wa Ta'ala . Kita bertanya, "Bagaimana caranya khusyu'? Bagaimana jiwa kita dipenuhi Cahaya ALLAH?" Ingatlah saat-saat perjumpaan, disaat tubuhmu sudah tidak bernyawa lalu diturunkan ke dalam lubang yang menjadi rumah yang terakhir di dunia, saat itu tubuh kita di hadapkan dan wajah kita diciumkan ke tanah, kafan yang menutupi wajah dibuka, mukanya diciumkan ke dinding kuburnya dan tanah ditumpahkan diatas tubuh kita, dan saat-saat itu kita berpisah dengan segala-galanya illALLAH (kecuali ALLAH), berpisah dengan segala-galanya selain ALLAH Subhana wa Ta'ala Yang Maha Ada dan Tetap Ada.


Beruntunglah mereka yang mengingat saat-saat itu, ia hanya bersama ALLAH. Akankah bersama KemurkaanNYA atau bersama Keredhaan dan Kecintaan ALLAH. Dan ingatlah saat-saat kita akan berdiri di Hadapan Rabbul 'Alamin."


- Wasiat asy-Syahidul Mahabbah, Sulthanul Qulub, al-Maghfurlah Sayyidi Syarif al-Habib Munzir bin Fuad al-Musawa 'Alaihi RahmatuLlah.



اللهم صل على سيدنا محمد
وأنزله المنزل المقرب منك يوم القيامة
اللهم صل على روح سيدنا محمد في الأرواح
وعلى جسده في الأجساد وعلى قبره في القبور


جزى الله عنا سيدنا محمداً
صلى الله عليه وآله وسلم ما هو أهله
بارك الله فيكم وجزاكم الله خير الجزاء
الله تعالى أعلم بالصواب والحمد لله رب العالمين

Wednesday, September 3, 2014

APAKAH YANG MEMBUAT GURU MULIA GEMBIRA?



بســــم الله الرحمان الرحيم
الحمد لله رب العالمين حمداً يوافى نعمه ويكافئ مزيده



اللهم صل على سيدنا محمد عدد ما في علم الله
صلاة دائمة بدوام ملك الله
- Selawat as-Sa`adah


اللهم أنت ربي لا إله إلا أ نت خلقتني وأنا عبدك
وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت
أعوذ بك من شر ما صنعت
أبوء لك بنعمتك علي وأبوء لك بذنبي
فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت
- Sayyidul Istighfar



الســــلام عليكم ورحمة الله وبركـــاته






"Al HamduliLlah, & al-Habib Umar selalu perhatian dengan Majlis yang semacam ini. Nggak mahu Majlis yang semacam ini sampai mundur, sampai padam, sampai longgar hubungannya dengan Silsilah Nabi Muhammad ShalALLAHu'Alaihi wa Alihi waShahbihi waSallam, nggak mahu itu terjadi, mahu nyambung dengan sambungan yang terkuat, dengan sambungan yang terbaik & selalu demikian.


Mulai awal mulanya berdiri ini Majlis, saya ingat dulu al-Habib Umar datang ke Indonesia, pertama kali datang disebuah Masjid, nggak terlalu penuh, dibelakang masih ada kosong, masya'ALLAH, & al-Habib Umar gembira, mengapa? Kerna ini mewakili Majlis Jalsatul Itsnain yang sejak belasan tahun lalu didirikan oleh al-Habib Umar. Terus berjalan, sehingga sejak saat itu hampir setiap tahun selalu dihadiri oleh al-Habib Umar, sehingga tahun-tahun kebelakangan dilaksanakan di Monas.


Semakin al-Habib Umar gembira.


Gembira bukan dengan ramainya orang, gembira bukan dengan kibaran bendera, gembira bukan dengan lambang-lambang, gembira bukan dengan bentuk pakaian atau atribut, bukan itu yang mengembirakan, itu silahkan...


Tetapi yang paling mengembirakan beliau adalah ketika kita ISTIQAMAH dijalannya Nabi Muhammad ShalALLAHu'Alaihi wa Alihi waShahbihi waSallam, ketika kita mengemban da'wahnya, 'ilmunya, agama RasuluLlah ShalALLAHu'Alaihi wa Alihi waShahbihi waSallam. Ketika kita tersambung dengan jalan yang lurus, yang jelas alurnya, nggak neko-neko, nggak macam-macam, terus sambung sampai kepada RasuluLlah ShalALLAHu'Alaihi wa Alihi waShahbihi waSallam.


Sebab zaman sekarang AWAS! Jangan sampai salah ngaji, jangan sampai salah Guru, jangan sampai salah Ustaz, lihat-lihat darimana kita berguru, darimana kita menuntut 'ilmu."


— al-Habib Jindan bin Naufal bin Salim bin Ahmad bin Jindan, hafizahumuLlah wa ra'ahum.




__________________________________



"Usaha untuk istiqamah adalah istiqamah, semoga ALLAH Subhana wa Ta'ala Meluhurkan setiap nafas anda dan keluarga dengan cahaya istiqamah, dan selalu dibimbing untuk mudah mencapai tangga-tangga keluhuran istiqamah, dan wafat dalam keadaan istiqamah, dan berkumpul dihari kiamat bersama ahlul istiqamah, dan Pemimpin ahlul istiqamah, Sayyidina Muhammad ShalALLAHu'Alaihi wa Alihi waShahbihi waSallam."


— Sulthanul Qulub, al-Maghfurlah Sayyidi Syarif al-Habib Munzir bin Fuad bin 'Abdurahman bin 'Ali al-Musawa, 'Alaihi RahmatuLlah, wa nafa'anALLAHu bihim wa bi 'ulumihim fiddaraini. ALLAHumma amiin. Syukran jazilan kepada pemilik asal foto ini.



اللهم صل على سيدنا محمد
وأنزله المنزل المقرب منك يوم القيامة
اللهم صل على روح سيدنا محمد في الأرواح
وعلى جسده في الأجساد وعلى قبره في القبور


جزى الله عنا سيدنا محمداً
صلى الله عليه وآله وسلم ما هو أهله
بارك الله فيكم وجزاكم الله خير الجزاء
الله تعالى أعلم بالصواب والحمد لله رب العالمين

Tuesday, September 2, 2014

INSYA'ALLAH - 15/09/14 - HAUL SULTHANUL QULUB



بسم الله الرحمان الرحيم
الحمد لله رب العالمين حمداً يوافى نعمه ويكافئ مزيده



اللهم صل على سيدنا محمد طب القلوب ودوائها
وعافية الأبدان وشفائها ونور الأبصار وضيائها
وعلى آله وصحبه وسلم

- Selawat Syifa` / Thibbul Qulub


اللهم أنت ربي لا إله إلا أ نت خلقتني وأنا عبدك
وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت
أعوذ بك من شر ما صنعت
أبوء لك بنعمتك علي وأبوء لك بذنبي
فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت
- Sayyidul Istighfar



الســــلام عليكم ورحمة الله وبركـــاته






INSYA'ALLAH - 15/09/14 - HAUL SULTHANUL QULUB

- al-Maghfurlah Sayyidi Syarif al-Habib Munzir bin Fuad al-Musawa 'Alaihi RahmatuLlah.


»»» Trailer Haul Sulthanul Qulub


__________________________________


"Kabulkanlah bagi kami segala permohonan dengan keberkahan sebaik-baiknya Hamba ( RasuluLlah ShalALLAHu'Alaihi wa Alihi wasallam )...

Kabulkanlah bagi kami segala permohonan dengn keberkahan Sayyid Mundzir Fuad...

Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkau lebih Mengetahui akan kesedihan dan musibah kami dan apa-apa yang ada didalam hati kami dari kekeruhan dan keresahan...

Atas perpisahan dengan kekasih kami, Sayyid Mundzir Fuad. Beliau Guru kami dan penyambung di sini ( dunia ) dan kelak di hari kiamat...

Maka hati-hati kami sedih dan menangis, dan pedihnya sakit ini ada dalam sanubari-sanubari kami, dan kami ridho terhadap Ketentuan-MU, dan Keridhoan-MU yang kami harapkan...

Maka Perbaiki kami untuk menjadi sebaik Khalifah ( penerus ) bagi Beliau. Wahai Tuhan kami, bersama anak-anak Beliau, dan orang-orang mencintai Beliau, yang mencari dan mengharapkan Anugerah-MU...

Kekuatan dan Kekuasaan adalah Milik-MU, wahai Yang Maha Tinggi lagi Maha Dermawan, kekasih kami telah berjalan, sebagaimana jejak kakek-kakek Beliau...

Dan bagi Majelis RasuliLlah ShalALLAHu'Alaihi wa Alihi wasallam, Beliau telah membangunnya, Beliau mengajarkan kami cinta terhadap Musthofa ShalALLAHu'Alaihi wa Alihi wasallam, sebelum cinta kepada keluarga dan anak-anak...

Beliau menyinari sanubari kami, dan menyinari seluruh kota, dengan nasihat dan kelembutan serta cinta, bagi mereka yang berhati keras dan bercerai berai ( pun disinari oleh Beliau )...

Kemuliaan dan kedermawanan dari Beliau, telah meluas pada setiap saat. Memberi dan berinfaq senantiasa, tanpa membatasi atau menghitung...

Dan dengan senyum Beliau mengajarkan kami. Beliau berikan ( senyuman ) bagi mereka yang cinta maupun mereka yang hasad ( dengki ). Dan dengan Lafadz Jallah "ya ALLAH", kami semua bersandar pada Beliau...

Dan Habib Umar adalah Gurunya, wahai Tuhan ku, Tambahkanlah Anugerah pada Beliau ( Al Habib Umar ) secara zohir dan batin senantiasa. Wahai Tuhan kami Berikanlah Pertolongan dengannya ( Al Habib Umar )...

Dan Kumpulkanlah kami bersama dengan Beliau, wahai Tuhan kami, wahai Yang Maha Mulia, senantiasa di setiap saat, saat ini ( di dunia ) dan kelak di hari kiamat...

Wahai kesedihan hati ku dan kerinduan ku, terhadap Sayyid Mundzir Fuad, dengan Rahmat-MU ya ALLAH, Sayangi Beliau, kekasih kami yang berada dalam sanubari kami....

Dan Tinggikanlah kedudukan Beliau dan Jadikanlah Beliau, pendamping sebaik-baiknya Hamba ( RasuluLlah ShalALLAHu'Alaihi wa Alihi wasallam ) dan Tempatilah Beliau dalam tenda perkumpulan Sang Thaha niscaya kebahagiaan Beliau akan bertambah...

Betapa beruntungnya engkau wahai Sayyid telah kau raih, derajat yang tinggi dalam cinta. Kesedihan, kelelahan dan keresahan, telah menjauh dari mu, wahai Sayyidi...

Ya RABB, Limpahkan Sholawat dan Salam tanpa batas maupun hitungan, atas Sayyidina Musthofa dan keluarga Beliau, dan Sahabat-Sahabat Beliau serta bagi putra Fuad ( Al Habib Mundzir bin Fuad )."


— al-Fadhilah Ustazah Sayyidah Ummu Muhammad al-Musawa al-Mahbubah, wa nafa'anALLAHu bihim wa bi 'ulumihim fiddaraini. ALLAHumma amiin.


اللهم صل على سيدنا محمد
وأنزله المنزل المقرب منك يوم القيامة
اللهم صل على روح سيدنا محمد في الأرواح
وعلى جسده في الأجساد وعلى قبره في القبور


جزى الله عنا سيدنا محمداً
صلى الله عليه وآله وسلم ما هو أهله
بارك الله فيكم وجزاكم الله خير الجزاء
الله تعالى أعلم بالصواب والحمد لله رب العالمين