"Seseorang Akan Bersama Orang Yang Ia Cintai"


Janji RasuluLlah ShalALLAHu`alaihiwasalam bahwa semua akan bersama orang yang ia cintai dihari kiamat. Semoga kita hidup dan wafat dalam cinta kepada RasuluLlah ShalALLAHu`alaihiwasalam dan para Ulama` Shalihin. Amiin ALLAHumma amiin. Al-Fatihah.

Koleksi Selawat Dalam Blog Ini


Terjemahan serta syarahan oleh asy-Syeikh Yusuf ibn Ismail an-Nabhani RahimahuLlah.

Saturday, January 16, 2016

Jom Selawat!



بســــم الله الرحمان الرحيم
الحمد لله رب العالمين حمداً يوافى نعمه ويكافئ مزيده



اللهم صل على سيدنا محمد عدد ما في علم الله
صلاة دائمة بدوام ملك الله
- Selawat as-Sa`adah


اللهم أنت ربي لا إله إلا أ نت خلقتني وأنا عبدك
وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت
أعوذ بك من شر ما صنعت
أبوء لك بنعمتك علي وأبوء لك بذنبي
فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت
- Sayyidul Istighfar



الســــلام عليكم ورحمة الله وبركـــاته






BismiLlahi Masya'ALLAH,


"Dengan berkahnya memperbanyak
daripada SELAWAT kepada RasuliLlah ﷺ,
seseorang bisa mendapatkan HUSNUL KHATIMAH."



--- al-Fadhil Syeikh Shalih bin 'Abdul Qadir al-Baihani, hafizahuLlah wa ra'ah,
salah seorang tenaga pengajar di Darul Musthafa & pemegang salah sebuah cabang
Darul Musthafa di Hadhramaut. Kredit foto kepada Paper Medina.




اللهم صل على سيدنا محمد
وأنزله المنزل المقرب منك يوم القيامة
اللهم صل على روح سيدنا محمد في الأرواح
وعلى جسده في الأجساد وعلى قبره في القبور


جزى الله عنا سيدنا محمداً
صلى الله عليه وآله وسلم ما هو أهله
بارك الله فيكم وجزاكم الله خير الجزاء
الله تعالى أعلم بالصواب والحمد لله رب العالمين

Tuesday, December 29, 2015

Malam Doa & Munajat



بســـــــــم الله الرحمان الرحيم
الحمد لله رب العالمين حمداً يوافى نعمه ويكافئ مزيده



اللهم صل صلاة كاملة وسلم سلاما تاما على سيدنا محمد
الذى تنحل به العقد وتنفرج به الكرب وتقضى به الحوائج
تنال به الرغائب وحسن الخواتم وسيتشقى الغمام بوجهه الكريم
وعلى آله وصحبه فى كل لمحة ونفس بعدد كل معلوم لك
- Selawat at-Tafrijiyyah / Selawat an-Nariyyah / Selawat Kamilah


اللهم أنت ربي لا إله إلا أنت خلقتني و أنا عبدك
وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت
أعوذ بك من شر ما صنعت
أبوء لك بنعمتك على و أبوء لك بذنبي
فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت
- Sayyidul Istighfar



الســــلام عليكم ورحمة الله وبركـــاته






BismiLlah wal HamduliLlah,


"Hadirin-hadirat, beberapa hari lagi kita akan melewati malam 1 Januari. Kita (Majelis RasuluLlahﷺ) mengadakan Tabligh Akbar di malam itu. Bukan untuk merayakan malam 1 Januari tapi untuk menandingi dengan doa dan munajat bagi saudara-saudari kita yang terjebak didalam kemaksiatan di malam itu.


Di malam itu paling banyak dosa umat Nabi Muhammad ﷺ, paling banyak perjudian, perzinahan, semuanya dimalam itu di seluruh dunia. Demikian hadirin.


Oleh sebab itu kita memahami bahwa dosa itu cepat dibersihkan oleh ALLAH ﷻ dengan musibah. Oleh sebab itu dari tahun tahun yang lalu kita lihat mulai Desember aman-aman sahja cuaca tetapi setelah selesai malam 1 Januari mulailah datang hal-hal yang sangat menyedihkan yang membuat tangis bagi kita.


Kenapa? Karena itu pembenahan dosa dari ALLAH ﷻ dan tentunya telah belasan hadits shahih riwayat Shahih Bukhari dan Muslim bahwa semua musibah yang ditimpa umat ini adalah penghapusan dosa baginya. Tapi kita tidak menginginkan datangnya musibah.


Lalu bagaimana? Maka oleh sebab itu kita akan tetap mengadakan Dzikir Akbar di malam itu.


Saudara-saudara kita tiup terompet tahun baru, kita gemuruhkan Nama ALLAH ﷻ, Nama Yang Paling berhak untuk diagungkan dari seluruh nama. Kita berdzikir dengan kalimat ALLAH ALLAH sebanyak 1,000X di malam 1 Januari itu. Tentunya bukan untuk mengagungkan malam 1 Januari tetapi untuk juga menandingi dahsyatnya maksiat di malam itu.


Kita berdoa agar muslimin muslimat dijaga oleh ALLAH ﷻ dan saat ini seluruh permukaan bumi dari segala musibah yang akan datang atau dosa-dosa yang akan terjadi di malam itu. Demikian hadirin-hadirat yang dimuliakan ALLAH.


Kenapa? Karena ALLAH ﷻ berfirman,"berdzikirlah kepada ALLAH dengan dzikir yang banyak," - QS al-Ahzab ayat 41, dan juga Rasul ﷺ bersabda riwayat shahih Muslim, "belum akan datang hari kiamat selama masih ada di muka bumi seorang muslim yang menyebut Nama ALLAH ALLAH." Selama masih ada jiwa yang berdzikir kepada ALLAH, bumi belum akan kiamat.



Kenapa? Karena ALLAH ﷻ memuliakan itu, ALLAH ﷻ memuliakan jiwa yang beriman, berdzikir menyebut Nama ALLAH. Dan tentunya berdzikir itu berada didalam sirran wa jahran, sebagaimana riwayat shahih Bukhari, "ALLAH ﷻ berfirman didalam hadits Qudsiy, "Aku bersama hamba-Ku ketika hamba-Ku mengingat-Ku dan bergetar bibirnya menyebut Nama-KU."" Kedua bibir yang bergetar menyebut Nama ALLAH itu diperhatikan oleh Rabbul 'Alamin.


Hadirin-hadirat yang dimuliakan ALLAH, oleh sebab itu kita menjadikan malam itu bukan untuk malam maksiat tetapi malam doa dan munajat. Bagi yang mampu hadir, hadirkan dirimu dan sampaikan kepada saudara dan sahabat kita.


Mulai orang-orang ditengah malam sudah riuh terompet, kita riuh bergemuruh dengan Keagungan Nama ALLAH ﷻ. Mereka gembira, kita bermunajat, berdoa kepada ALLAH ﷻ, semoga ALLAH ﷻ melimpahkan hidayah bagi mereka yang terjebak dalam kegelapan dosa, semoga ALLAH mencabut keinginan mereka untuk berbuat dosa menggantikannya dengan keinginan perbuatan yang luhur.


Ya Rahman Ya Rahim kami bermunajat kehadirat-Mu dimalam ini bersama ribuan muslimin muslimat telapak tangan kami terangkat penuh harapan kepada Nama-Mu Yang Maha Indah dan Maha Berkuasa, Ya Rabb Wahai Nama Yang membuka segenap kebahagiaan dunia dan akhirat yang dengan berdzikir menyebut Nama-Mu, Kau bersama kami dan Kasih Sayang-Mu bersama kami, wahai Rabbiy yang setiap kami menyebut Nama-Mu Kau hapuskan dan Kau jatuhkan dosa-dosa kami dan Kau angkat kami semakin dekat kehadirat-Mu. Yang dengan menyebut Nama-Mu Kau singkirkan musibah yang datang pada kami dan datangkan kebahagiaan dunia dan akhirat."



--- Wasiat Sulthanul Qulub, al-Maghfurlah Sayyidi Syarif al-Habib Munzir bin Fuad al-Musawa, 'alaihi RahmatuLlah. Kredit gambar kepada pemilik asal. JazakumuLlah khairal jaza'. BarakALLAHu fikum.



اللهم صل على سيدنا محمد
وأنزله المنزل المقرب منك يوم القيامة
اللهم صل على روح سيدنا محمد في الأرواح
وعلى جسده في الأجساد وعلى قبره في القبور


جزى الله عنا سيدنا محمداً
صلى الله عليه وآله وسلم ما هو أهله
بارك الله فيكم وجزاكم الله خير الجزاء
الله تعالى أعلم بالصواب والحمد لله رب العالمين

Monday, December 28, 2015

Amalan Yang Tidak Ditolak



بســـــــــم الله الرحمان الرحيم
الحمد لله رب العالمين حمداً يوافى نعمه ويكافئ مزيده



اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد
وعلى آله عدد نعم الله وإفضاله
- Selawat al-In`am


اللهم أنت ربي لا إله إلا أنت خلقتني و أنا عبدك
وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت
أعوذ بك من شر ما صنعت
أبوء لك بنعمتك على و أبوء لك بذنبي
فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت
- Sayyidul Istighfar



الســــلام عليكم ورحمة الله وبركـــاته






BismiLlahi Masya'ALLAH,


"Selawat kepada Nabi Muhammad ﷺ apapun bentuk dan shighahnya adalah baik dan mulia serta penuh keberkahan.


Bahkan Ulama' menyatakan bahwa 'amal 'ibadah seseorang tidak dapat dipastikan apakah diterima oleh ALLAH ﷻ atau ditolak. Karena terkadang orang yang beramal 'ibadah ada beberapa kekurangan dalam 'ibadah yang dia lakukan, baik dari syarat dan rukunnya maupun dari perkara keikhlasan dan bathinnya.


Kecuali Selawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.


Selawat kepada Baginda ﷺ pasti Diterima oleh ALLAH ﷻ demi kemuliaan dan martabat RasuluLlah ﷺ di Sisi ALLAH ﷻ. Dan hal ini ada dalil dan haditsnya sebagaimana dinyatakan oleh para Ulama'.


As-Sayyid al-'Allamah Muhammad bin 'Alwi al-Maliki, menukil dari Al-'Allamah Ibnul Qayyim dan Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Haitami, 'Alaihim RahmatuLlah, dalam kitab Syaraful Ummatil Muhammadiyyah, beliau menyebutkan tidak kurang dari 39 faedah, fadhilah dan keutamaan membaca Shalawat kepada Baginda RasuluLlah ﷺ, diantaranya:

● melaksanakan perintah ALLAH ﷻ
● diangkat sepuluh derajat
● dicatatkan sepuluh kebaikan
● sebab diampuni kesalahan dan dosa
● mendapatkan kedekatan bersama Nabi Muhammad ﷺ pada hari kiamat
● dimudahkan segala hajat dan keinginan dsb.



Luar biasa manfaat Selawat itu.


Oleh karena itu Selawat kepada Baginda Nabi Muhammad ﷺ adalah bagus dan bermanfaat serta membawa keuntungan di dunia dan di akhirat, apapun bentuk bacaan dan shighahnya.


Adapun tentang Selawat yang bagaimana yang harus kita rutinkan dan baca? Apakah yang kita pilih atau yang Guru kita pilihkan untuk kita?


Sekali lagi saya katakan, bahwa Selawat kepada Baginda Nabi Muhammad ﷺ adalah bagus, baik dan bermanfaat serta membawa keuntungan di dunia dan di akhirat, apapun bentuk dan shighahnya. Dan pastinya yang dipilihkan oleh Guru kita untuk kita adalah hal yang terbaik.


Mudah-mudahan ALLAH ﷻ Memuliakan antum hingga dapat berjumpa dengan Nabi Muhammad ﷺ dalam keadaan mimpi dan sadar dan semoga ALLAH ﷻ selalu Memberikan Taufiq dan HidayahNYA kepada antum agar dapat senantiasa meneladani Baginda RasuluLlah ﷺ dalam setiap keadaan. Amiin."



--- Wasiat al-Habib Ahmad bin Naufal bin Salim bin Ahmad bin Jindan, hafizahuLlah wa ra'ah.



اللهم صل على سيدنا محمد
وأنزله المنزل المقرب منك يوم القيامة
اللهم صل على روح سيدنا محمد في الأرواح
وعلى جسده في الأجساد وعلى قبره في القبور


جزى الله عنا سيدنا محمداً
صلى الله عليه وآله وسلم ما هو أهله
بارك الله فيكم وجزاكم الله خير الجزاء
الله تعالى أعلم بالصواب والحمد لله رب العالمين

Wednesday, December 23, 2015

Sujud & Syukur Baginda ﷺ



بســــم الله الرحمان الرحيم
الحمد لله رب العالمين حمداً يوافى نعمه ويكافئ مزيده



اللهم يا ربَّ سيدنا محمد وآل سيدنا محمد
صلِّ وسلِّم على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد
وأذهِب حزنٓ قلبي في الدنيا والآخرة
وأجرِ يا رب لطفٓك الخفي في أمورِنا وأمورِ المسلمين
- Selawat yang dianjurkan oleh Guru Mulia
untuk dijadikan amalan dibulan Rabi'ul Awwal 1437H




اللهم أنت ربي لا إله إلا أ نت خلقتني وأنا عبدك
وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت
أعوذ بك من شر ما صنعت
أبوء لك بنعمتك علي وأبوء لك بذنبي
فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت
- Sayyidul Istighfar



الســــلام عليكم ورحمة الله وبركـــاته






BismiLlahi Masya'ALLAH,


"Bagaimanakah agaknya kita ingin membuktikan cinta kita kepada Baginda RasuliLlah ShalALLAHu 'Alaihi wa Aalihi waShahbihi waSallam?


Ia bermula dengan ikatan kita kepada Baginda RasuliLlah dengan sebanyak mana agaknya kita berselawat kepada Baginda Nabi, sedang berselawat kepada Baginda Nabi pulangannya adalah kepada kita bukan kepada Baginda RasuliLlah ShalALLAHu 'Alaihi wa Aalihi waShahbihi waSallam.


Suatu ketika Baginda RasuliLlah melangkah menuju ke mihrab lalu mengangkat takbir terus bersujud, diketahuilah Sayyidina 'Abdurahman bin 'Auf dan beberapa para Sahabat lainnya RadhiALLAHu'anhum wa Ardhahum bahwa Baginda RasuliLlah sedang melakukan sujud syukur.


Namun, sujud Baginda ShalALLAHu 'Alaihi wa Aalihi waShahbihi waSallam begitu dahsyat, begitu mantap dan luar biasa pada saat itu, sehingga mereka menyangka jika Baginda sudah wafat ketika itu kerna begitu mantapnya sujud Baginda dan tidak bergerak.


Sehingga setelah Baginda ShalALLAHu 'Alaihi wa Aalihi waShahbihi waSallam memberi salam, mereka menghampiri Baginda lantas bertanya, "alangkah hebatnya dan luar biasanya sujudmu wahai RasuluLlah, apa yang sedang engkau syukuri?"


Maka Baginda ShalALLAHu 'Alaihi wa Aalihi waShahbihi waSallam bersabda, "sebentar tadi Jibril 'Alaihis-Salam datang kepadaku dan mengatakan, "wahai RasuluLlah, barangsiapa dikalangan ummatmu yang berselawat kepadamu sekali, maka ALLAH Subhana wa Ta'ala akan Berselawat kepadanya sepuluh kali," maka aku bersyukur dengan Kurniaan ALLAH itu kepada ummatku."


Bukan yang Baginda Nabi pandang adalah selawat kepadanya tetapi yang Baginda Nabi syukur adalah kerna Balasan selawat sepuluh kali ganda dari ALLAH kepada ummat sehingga Baginda Nabi bersujud kerna bersyukur untuk kita ummatnya.


PERTANYAAN:


Apakah pernah seumur hidup kita ini, kita sujud syukur kerna bersyukur menjadi ummat Nabi Muhammad ShalALLAHu 'Alaihi wa Aalihi waShahbihi waSallam? Apakah pernah kita sujud syukur kerna Nabi kita adalah Nabi Muhammad ShalALLAHu 'Alaihi wa Aalihi waShahbihi waSallam?


Alangkah jauhnya jika cinta kita mahu dibandingkan dengan cinta Baginda RasuliLlah ShalALLAHu 'Alaihi wa Aalihi waShahbihi waSallam."



— Mafhum dari penyampaian al-Habib Najmuddin bin Othman al-Khered, hafizahuLlah wa ra'ah.



اللهم صل على سيدنا محمد
وأنزله المنزل المقرب منك يوم القيامة
اللهم صل على روح سيدنا محمد في الأرواح
وعلى جسده في الأجساد وعلى قبره في القبور


جزى الله عنا سيدنا محمداً
صلى الله عليه وآله وسلم ما هو أهله
بارك الله فيكم وجزاكم الله خير الجزاء
الله تعالى أعلم بالصواب والحمد لله رب العالمين

Sunday, December 20, 2015

Parenting Nabawiy ﷺ



بســـــــــم الله الرحمان الرحيم
الحمد لله رب العالمين حمداً يوافى نعمه ويكافئ مزيده



اللهم صل على سيدنا محمد صلاة تنجينا بها من جميع
الأهوال وا لأفات وتقضى لنا بها جميع الحاجات وتطهرنا
بهامن جميع السيئات وترفعنا بها عندك أعلى الدرجات
وتبلغنا بها أ قصى الغايات من جميع الخيرات فى الحيا ة
وبعد الممات وعلى آله وصحبه وسلم

- Selawat Munjiyyah


اللهم أنت ربي لا إله إلا أنت خلقتني و أنا عبدك
وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت
أعوذ بك من شر ما صنعت
أبوء لك بنعمتك على و أبوء لك بذنبي
فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت

- Sayyidul Istighfar



الســــلام عليكم ورحمة الله وبركـــاته






BismiLlahi Masya'ALLAH,


Soalan: Bagaimanakah caranya untuk kita menanamkan kecintaan kepada ALLAH ﷻ dan RasulNYA ﷺ didalam diri anak-anak sedari kecil?


Jawapan: Maka ia kembali dari konsep Baginda Rasul ﷺ, parenting Nabawiy. Kita belajar dari Baginda Rasul ﷺ, dari rumahnya Baginda Rasul ﷺ.


Jika didasari tanpa 'ilmu maka kita bakal mengatakan bahawa mempelajari al-Qur'an itu adalah suatu perkara yang amat baik bagi anak kita.


Akan tetapi, jika kita ingin melihat konsep dari Baginda Rasul ﷺ sebagaimana pernah dikatakan oleh Sayyidina Jundub bin 'AbduLlah Radhi'ALLAHu'anhu wa ardha, "Dahulu, sedari kami kecil, kami mempelajari iman sebelum kami mempelajari al-Qur'an. Dan ketika kami mempelajari al-Qur'an, setelah keimanan itu kukuh didalam hati kami, maka bertambahlah keimanan kami kepada ALLAH ﷻ."


Maka kepada yang masih mempunyai anak-anak kecil, bukan berarti tidak mengajarkan al-Qur'an kepada mereka namun yang pertama kali, perkara yang amat sangat penting, yang perlu kita perhatikan adalah menanamkan keimanan dahulu didalam hati anak-anak.


Jika kita tidak menanamkan keimanan didalam hati anak-anak, maka kita akan dengan susah payah untuk memaksa anak-anak kita untuk menghafal al-Qur'an, kerna mereka belum memahami. Sementara ketika keimanan dahulu kita letakkan maka lihatlah bagaimana Nabi Muhammad ﷺ mendidik para Sahabat Baginda Radhi'ALLAHu'anhum wa ardhum ajma'in di Makkah al-Mukarramah. Selama 13 tahun dididik mereka dengan keimanan terlebih dahulu. Bukan mengajarkan yang perkara lain namun menanamkan keimanan sehingga keimanan itu kukuh dan mengakar didalam hati anak-anak kita.


Sehingga apa yang perlu kita mengajarkan kepada anak-anak kita adalah mengucapkan segala sesuatu itu dengan menyambungkan, mengaitkan ia dengan ALLAH dan RasulNYA ﷺ.


Mungkin dalam hal yang sepele. Kita senantiasa mengajarkan kebaikan, senantiasa mengajarkan sunnah Nabi ﷺ namun suatu perkara yang mungkin kita lalaikan adalah, saat mengatakan, "Nak, makan dengan tangan kanan," atau "Nak, makanlah sambil duduk," padahal sebenarnya ajaran kesemua itu adalah ajaran Nabi ﷺ, itu adalah sunnah Nabi ﷺ.


Agak payah juga untuk mendapatkan Guru yang bisa mengajarkan kepada anak muridnya, sambil berkata, "Nak, Rasul ﷺ mengajar kita untuk makan dengan tangan kanan, atau "Nak, Rasul ﷺ itu menyisir rambut Baginda dalam keadaan duduk," atau "Nak, Rasul ﷺ jika makan duduk Baginda begini."


Ketika kita mendapatkan anak-anak sedang mengucapkan kata-kata yang keras atau kasar kepada kita, sedang marah kepada kita, maka kita katakan kepada mereka, "Nak, ALLAH berfirman didalam al-Qur'an, وبالوالدين إحسانا - kita harus berbuat baik kepada orangtua kita."


Ini adalah sesuatu hal yang sepele akan tetapi jika kita tidak mempelajari tentangnya maka kita tidakkan pernah mengetahuinya kerna sesungguhnya disinilah nilai keimanan yang bakal kita dapatkan.


Sedari anak-anak kecil kita sudah senandungkan, "telah berfirman ALLAH," atau "telah bersabda Rasul ﷺ," kita selalu meneriakan di telinga mereka dengan perkataan sedemikian sehingga pada saatnya nanti, ketika mereka sudah bisa berfikir, maka mereka akan mengambil tahu, "siapa ALLAH dan siapa RasulNYA ﷺ yang selalu mengajarkan kebaikan, yang saat Ibu saya selalu mengajarkan kebaikan selalu mengatakan, "ini Rasul ﷺ yang mengajarkan, Rasul ﷺ jika ingin tidur cara tidur Baginda begini, Rasul ﷺ jika ingin makan cara makan Baginda begini, Rasul ﷺ jika ingin berbicara cara berbicara Baginda begini, Rasul ﷺ jika sholat cara sholat Baginda begini."


Ini adalah suatu hal yang amat sangat kecil namun jika kita tanamkan didalam diri anak-anak kita sedari kecil maka insya'ALLAH keimanan itu akan jauh lebih kukuh didalam hati anak-anak kita.


Disaat anak-anak sedang berbohong, pasti kita sebagai Ibunya merasa marah. Akan tetapi pada saat kita menasihati mereka, sampaikan kepada mereka, "apakah engkau tidak mengetahui, Nak, jika Ibu tidak mengetahui, namun ALLAH Mengetahui dan ALLAH Melihat." Biasakan hal ini senantiasa keluar dari lisan seorang Ibu untuk menanamkan kecintaan kepada ALLAH dan RasulNYA ﷺ.


Juga jika anak-anak kita payah untuk mendirikan sholat, usah katakan kepada mereka, "Ini adalah dosa dan akan masuk ke neraka." Maka akan ada didalam minda mereka bahawa ALLAH akan senantiasa Memberikan hukuman. Mengapa kita tidak menanamkan perasaan kasih sayang terhadap ALLAH ﷻ didalam hati anak-anak kita?


Sampaikan kepada mereka, saat mereka ingin makan sebelum mereka membaca doa makan, sampaikan kepada mereka, "Nak, engkau tahu betapa Rahmat ALLAH ﷻ makanan ini dari ALLAH, DIA yang Memberikan kita rezki. Betapa Sayangnya, betapa Kasihnya ALLAH kepada kita." Ini ucapan-ucapan yang sepele, yang ringan, akan tetapi disinilah pengajaran keimanan yang diajarkan oleh Baginda Nabi Muhammad ﷺ didalam rumah Nabi Muhammad ﷺ.


Lihatlah bagaimana saat Rasul ﷺ mengingatkan Sayyidah Fathimah RadhiALLAHu'anha wa ardhaha, ketika Sayyidah Fathimah memanggil kedua puteranya iaitu Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain RadhiALLAHu'anhum wa ardhahum ajma'in dengan menjanjikan sesuatu, "wahai Hasan dan Husain, masuklah kalian berdua sesungguhnya aku memiliki sesuatu ditanganku," maka disaat itu Rasul ﷺ mengingatkan kepada Sayyidah Fathimah, "wahai Fathimah, ketika engkau tidak membawa sesuatu ditanganmu, maka sesungguhnya engkau telah berdusta dan dicatat sebagai seorang pendusta Disisi ALLAH ﷻ." Lihatlah Rasul ﷺ.


Sebagaimana kita mengetahui bahawa Sayyidah Fathimah RadhiALLAHu'anha wa ardhaha adalah "Pimpinan Wanita dari Ahli Syurga", akan tetapi Nabi Muhammad ﷺ tidak keluar dari membimbing beliau selangkah demi selangkah untuk senantiasa didalam Redha ALLAH ﷻ.


Maka yang paling penting sekali adalah mengenalkan dahulu kepada mereka ALLAH dan RasulNYA ﷺ sehingga yang selain itu akan datang dengan mudahnya, akan menjadi mudah untuk mengajarkan al-Qur'an kepada mereka, kerna mereka sudah memahami. Lebih kurangnya seperti itu.


---- Mafhum jawapan yang disampaikan oleh al-Fadhilah Ustazah Nur Alina al-Munawar. Foto ihsan dari Ukhtina fiLlah Fadhilah Mustapha. Semoga ALLAH Memelihara dan Menyayangi mereka serta kita semuanya.




اللهم صل على سيدنا محمد
وأنزله المنزل المقرب منك يوم القيامة
اللهم صل على روح سيدنا محمد في الأرواح
وعلى جسده في الأجساد وعلى قبره في القبور


جزى الله عنا سيدنا محمداً
صلى الله عليه وآله وسلم ما هو أهله
بارك الله فيكم وجزاكم الله خير الجزاء
الله تعالى أعلم بالصواب والحمد لله رب العالمين