"Seseorang Akan Bersama Orang Yang Ia Cintai"


Janji RasuluLlah ShalALLAHu`alaihiwasalam bahwa semua akan bersama orang yang ia cintai dihari kiamat. Semoga kita hidup dan wafat dalam cinta kepada RasuluLlah ShalALLAHu`alaihiwasalam dan para Ulama` Shalihin. Amiin ALLAHumma amiin. Al-Fatihah.

Koleksi Selawat Dalam Blog Ini


Terjemahan serta syarahan oleh asy-Syeikh Yusuf ibn Ismail an-Nabhani RahimahuLlah.

Thursday, July 31, 2008

أحمد رسول الله محمد رسول الله


بسم الله الرحمان الرحيم والحمد لله رب العالمين


للهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد
كما صليت على سيدنا إبراهيم وعلى آل سيدنا إبراهيم
اللهم بارك على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد
كما باركت على سيدنا إبراهيم وعلى آل سيدنا إبراهيم
في العالمين إنك حميد مجيد

- Selawat Ibrahimiyyah.


السلام عليكم و رحمة الله و بركاته



"Asy-Syeikh `Ali al-Ajhuri رحمه الله تعالى menyebutkan dalam kitab nya "Khulasat al-Athar", bahawa barangsiapa membaca sebanyak 35 kali pada akhir Jumaat di bulan Rejab (01/08/08), sedang khatib berada diatas mimbar, nescaya rezeki nya tidak akan putus sepanjang tahun*. *Asy-Syeikh `Abd al-Hamid Quds رحمه الله تعالى "Kanz al-Najah wa al-Surur", m.s 52.


Bacaan nya adalah :
أحمد رسول الله محمد رسول الله


Sebaik-baik waktu membaca nya adalah apabila khatib sedang duduk antara dua khutbah kerna banyak riwayat yang mengatakan pada saat inilah doa dimustajabkan pada hari Jumaat. Amalan ini diamalkan oleh banyak para Ulama` dan Salihin di merata dunia dan insya`ALLAH mujarrab."



- Dari kitab "Kelebihan Bulan Rejab - Keutamaan dan Amalan"
karangan al-Mukarram al-Habib Hasan ibn Muhammad al-`Attas حفظه الله تعالى


والله تعالى أعلم بالصواب

Monday, July 28, 2008

Cinta... Rindu...





"Pujian bagi ALLAH yang telah memuliakan kita dengan Muhammad ShalALLAHu`alaihiwasalam, dan menuntun kita pada keselamatan dari kegelapan kebodohan dan kehinaan, Segala puji bagi ALLAH yang telah melimpahi Hidayah pada kita, dengan HambaNYA yang terpilih (ShalALLAHu`alaihiwasalam) yang telah menyeru pada kita dan menuntun kita kepada ALLAH Subhana wa Ta`ala, dengan restu langsung dariNYA Subhana wa Ta`ala, maka sungguh beliau ShalALLAHu`alaihiwasalam telah menyeru kami, Kami datang wahai yang menyeru kami pada keluhuran dan menuntun kami dengan kelembutan.


Limpahan puji kehadirat ALLAH Subhana wa Ta`ala yang Maha Luhur, Maha Raja langit dan bumi, Maha Menguasai ruh dan jiwa, Maha mengundang mereka dalam keluhuran dan kebahagiaan yang abadi, Maha menerangi hari-hari mereka dengan cahaya keluhuran dan cahaya keredhaan.


Maha menemani hamba-hambaNYA di alam dunia dengan kemuliaan khusyu`, Maha menenangkan jiwa hamba-hambaNYA yang dalam kesedihan dengan cahaya dzikruLlah dan mengingat NamaNYA yang dengan mengingat NamaNYA, ALLAH Subhana wa Ta`ala mengangkat derajat hambaNYA dari kehinaan menuju keluhuran atau dari keluhuran menuju keluhuran yang lebih tinggi, demikianlah janji Rabbul`alamin, memuliakan hamba-hambaNYA yang mengingat ALLAH, memuliakan bibir yang menyebut NamaNYA, memuliakan jiwa yang memanggil NamaNYA.


Hadirin hadirat yang dimuliakan ALLAH, didalam bulan agung dan mulia ini, bulan yang digelari "SyahruLlah", bulan yang digelari bulan nya ALLAH Subhana wa Ta`ala, tentu nya untuk ummat Nabi Muhammad ShalALLAHu`alaihiwasalam, umat yang paling di muliakan dan di manjakan oleh Rabbul`alamin dari seluruh ummat, dengan kehendak Illahi yang tiada kehendak mengatasi kehendakNYA, dengan keluhuran dan keinginan ALLAH Subhana wa Ta`ala demi memuliakan Sayyidina Muhammad ShalALLAHu`alaihiwasalam.


Maka sampailah kita di ummat yang terakhir ini didalam rahasia kemuliaan anugerah ALLAH, anugerah yang tiada diberikan kepada hamba-hamba dan ummat yang terdahulu selain para Nabi dan Rasul, anugerah yang hanya diberikan kepada para Nabi dan Rasul yaitu ibadah Shalat ialah ibadah yang paling luhur dari segenap ibadah, dimana didalam shalat seorang hamba adalah ia menghadap ALLAH, dibukakan bagi nya hijab bainnahu wa bainna Jalla wa `Alla, dibuka nya bagi nya batas yang menghalangi antara makhluk dengan al-Khaliq, didalam rahasia Hadrat Illahiyah, didalam penghadapan nya kepada Rabbul`alamin Subhana wa Ta`ala.


Ketika ia melakukan takbiratul `ikhram hingga salam ia bukan berada dihadapan dunia, bukan di masjid, bukan di bumi akan tetapi di hadirat ALLAH, walaupun jasad nya berada di bumi dan di atas tanah atau di masjid atau ditempat lain nya akan tetapi hakikat nya ia dihadapan ALLAH Jalla wa `Alla, ruh nya dihadapan ALLAH, alam jiwa nya terbuka untuk menghadap Rabbul`alamin, demikian rahasia keindahan shalat.


Shalat adalah tanda kasih sayang ALLAH memanggil kita, rahasia kerinduan ALLAH Subhana wa Ta`ala yang melebihi segenap cinta dan kerinduan, kerinduan kepada hamba-hambaNYA, hingga memanggil mereka lebih dari 50 kali, memanggil mereka lebih 50 kali setiap hari nya, undangan yang wajib dipenuhi oleh ummat ini untuk datang menghadap ALLAH 50 kali setiap siang dan malam, merupakan undangan yang sangat berat akan tetapi sangat menggembirakan bagi yang memahami dan mencintai ALLAH, bagi mereka 100 kali menghadap adalah hal yang kecil apalagi cuma 50 kali.


Jika mereka memahami rahasia kehidupan triliunan tahun, dalam kebahagiaan yang kekal, dalam keindahan yang kekal hanya melewati 10, 20 tahun kehidupan dimuka bumi, bagi mereka shalat 50 waktu tiadalah hal yang berat kerna mereka mencintai ALLAH, kerna mereka mengagungkan ALLAH, bagi mereka shalat diatas bara api sekalipun kecil dibanding cinta dan rindu nya menghadap ALLAH Jalla wa `Alla.


Belum kita temukan seorang kekasih yang merindukan kekasih nya, hingga memanggil nya 50 waktu setiap hari nya, kekasih yang paling rindu pada kekasih nya pun tiada akan sampai memanggil kekasih nya setiap hari 50 kali, barangkali satu hari belum tentu hari kedua nya, barangkali hari kedua belum tentu hari ketiga nya, bagaimana dengan sepanjang usia nya ia terus dipanggil 50 kali kehadirat Sang kekasih, Dialah ALLAH Jalla wa `Alla, satu-satu nya Yang Maha Tunggal mencintaimu melebih semua yang mencintaimu, satu-satu nya Yang Maha Tunggal dan Maha Abadi merindukanmu untuk datang melebihi semua yang merindukanmu.


Semua kekasih kita akan sirna dan fanah terkecuali cinta nya ALLAH yang akan Abadi dan semua cinta yang terbaur kepada cinta kepada ALLAH yang kekal dan abadi Jalla wa `Alla Subhana wa Ta`ala pujian yang tiada henti-henti nya untuk Sang kekasih Tunggal yang tidak membeda-bedakan bagaimana keadaan hambaNYA walaupun hambaNYA dalam keadaan dosa dan kesalahan, walaupun bibir hambaNYA didalam kehinaan dan kegelapan, bibir yang penuh dosa dan kesalahan masih di perbolehkan memanggil NamaNYA, jasad nya penuh dosa dan kehinaan masih diizinkan menghadapNYA.


Hadirin hadirat yang di muliakan ALLAH, demikian cinta nya ALLAH kepada kita dan betapa rugi nya mereka yang menolak cinta nya ALLAH Jalla wa `Alla, telah di undang nya seluruh sel tubuh kita untuk menghadap nya setiap hari 50 kali waktu, seluruh sel tubuh ini termuliakan dengan penghadapan kepada ALLAH Jalla wa` Alla dan ALLAH Subhana wa Ta`ala memahami bahwa manusia ini tidak kesemua nya tenggelam dalam cinta dan rindu kepadaNYA, ada juga hamba-hambaNYA yang masih berat untuk mencintai ALLAH.


ALLAH Maha Pengasih, Maha Penyayang memberi keringanan sampai 5 waktu, dan ALLAH Maha Tahu bahwa hakikat nya kewajiban adalah 5 waktu dan bukan 50 waktu, akan tetapi agar hambaKU tahu betapa kerinduanKU kepada mereka dan bagaimana jawaban kerinduan mereka terhadapKU, lihatlah cintaKU pada kalian dan bagaimana kadar cinta kalian kepadaKU maka di wajibkan 50 waktu shalat lalu di ringankan dan diringankan dengan semua wasithah perantara Rahmat Ilahi Sayyidina Muhammad ShalALLAHu`alaihiwasalam.


ALLAH tidak mau mengurangi waktu ku dari 50 waktu bagi hambaNYA maka dikurangi hingga 5 waktu tapi pahala nya tetap 50 waktu, 5 waktu tapi tetap pahala nya 50 waktu, ALLAH tidak mau mengurangkan waktu-waktu kita menghadap kecuali 50 kali setiap hari nya, demikian cinta nya Rabbul`Alamin dan rindu nya kepada kita maka jawablah rindu Sang Penciptamu yang memberikan kepada kita anugerah melebih segala anugerah, meminjamkan kepada kita jasad, meminjamkan dan memberi kepada kita air, daratan, matahari, cahaya dan segala-gala nya yang ada di bumi tanpa kita membeli nya hanya kita mengolah nya sahja.


ALLAH tidak menjadikan kita membayar cahaya matahari, ALLAH tidak pula meminta upah atas sewa tubuh kita, ALLAH pula tidak meminta pajak untuk tinggal nya kita diatas bumiNYA, ALLAH terus memayungi kita dengan siang dan malam, hewan dan tumbuhan dan segala apa yang ada di bumi nya dengan Cuma-Cuma, bukankah tidak cukup ini tanda cintaNYA kepada kita wahai hamba-hamba ALLAH Jalla wa `Alla, semakin kita renungkan semakin tenggelam kita dalam kerinduan dan cinta Rabbul`Alamin.


Sampailah malam Mi`raj Sayyidina Muhammad ShalALLAHu`alaihiwasalam, detik-detik teragung dari semua detik yang ada sepanjang alam semesta ini, ketika sang makhluk di izinkan menghadap Rabbul`Alamin belum pernah ada makhluk lain menghadap Rabbul`Alamin kecuali Sayyidina Muhammad ShalALLAHu`alaihiwasalam.





Hadirin hadirat, 29 Julai malam Isra` wal Mi`raj malam 27 Rejab kita akan berkumpul insya`ALLAH di Masjid at-Tin ini bersama muslimin muslimat, kita ajak seluruh muslimin muslimat untuk berdzikir "Ya ALLAH" sebanyak 1000 kali, dan berkumpul muslimin muslimat insya`Allah mencapai lebih dari 300 ribu muslimin muslimat, amiin ALLAHumma amiin.


Hadirin hadirat, biar bumi Jakarta melihat jama`ah Sayyidina Muhammad ShalALLAHu`alaihiwasalam, ajak seluruh muslimin muslimat, berkumpul dan berdzikir dimalam Isra` wal Mi`raj dalam do`a dan munajat, kita jadikan malam itu malam munajat, hadirin hadirat semoga ALLAH Subhana wa Ta`ala menghiasi hari-hari kita. Wassalallahu wasallam wabarik `ala Nabina Muhammadin wa`ala alihi washohbihi wassallam, walhamduliLlahi Rabbil`Alamin..."


Taushiyah dari Habibana Munzir ibn Fuad ibn Abdurrahman ibn `Ali ibn `Abdurrahman ibn `Ali ibn `Aqil ibn Ahmad ibn `Abdurrahman ibn `Umar bin `Abdurrahman ibn Sulaiman ibn Yaasin ibn Ahmad al-Musawa ibn Muhammad Muqallaf ibn Ahmad ibn `Abu Bakar as-Sakran ibn `Abdurrahman as-Segaf ibn Muhammad Mauladdawilah ibn `Ali ibn `Alwi al-Ghayur ibn Muhammad Faqihil Muqaddam ibn `Ali ibn Muhammad Shahib Marbath ibn `Ali Khali` Qasim ibn `Alwi ibn Muhammad ibn `Alwi ibn `UbaidiLlah ibn Ahmad al-Muhajir ibn `Isa ar-Rumiy ibn Muhammad an-Naqib `Ali al-Uraidhiy ibn Ja`far ash-Shadiq ibn Muhammad al-Baqir ibn `Ali Zainal Abidin ibn Husein dari Sayyidatina Fathimah az-Zahra Puteri RasuluLlah ShalALLAHu`alaihiwasalam, رضي الله تعالى عنهم أجمعين

>>> Untuk lanjutan nya sila klik disini <<<


والله تعالى أعلم بالصواب

Tuesday, July 22, 2008

Jangan...


بسم الله الرحمان الرحيم والحمد لله رب العالمين


اللهم صل على سيدنا محمد طب القلوب ودوائها
وعافية الأبدان وشفائها ونور الأبصار وضيائها
وعلى آله وصحبه وسلم

- Selawat Syifa` / Thibbul Qulub


السلام عليكم و رحمة الله و بركاته



"Janganlah kau tunda-tunda kebaikan sampai esok hari,
karena engkau tidak tahu apakah umur mu sampai esok hari."
- Al-`Allamah al-Imam al-Habib asy-Syeikh Abu Bakar bin Salim رضي الله عنه



Beliau adalah syeikh Islam dan teladan manusia. Pemimpin `alim ulama`. Hiasan para wali. Seorang yang amat jarang ditemukan di zaman nya. Da`i yang menunjukkan jalan Illahi dengan watak nya.


Pembimbing kepada kebenaran dengan perkataan nya. Para ulama` di zaman nya mengakui keunggulan nya. Dia telah menyegarkan berbagai warisan pendahulu-pendahulu nya yang saleh. Titisan dari Hadrat Nabawi. Cabang dari pohon besar `Alawi. `Alim Rabbani. Imam kebanggaan Agama, Abu Bakar bin Salim Al-`Alawi, semoga ALLAH meredhai nya.
- Biodata - Wirid


اللهم آمين والله تعالى أعلم بالصواب

Sunday, July 20, 2008

Majlis Dzikr dan Selawat



بسم الله الرحمان الرحيم والحمد لله رب العالمين
والصلاة والسلام على سيدنا محمد النبي الأمي
وعلى آله وصحبه أجمعين






As-Salamu`alaikum wa RahmatuLlahi wa Barakatuh, al HamduliLlah wa asy-Syukru liLlah diatas ni`mat Iman dan Islam. Semoga antum senantiasa berada dibawah Naungan Taufiq, Hidayah, `Inayah, Maghfirah, Rahmat, Peliharaan, Kasih Sayang serta keredhaanNYA, ALLAH `Azzawajalla. Amiin ALLAHumma amiin.


Insya`ALLAH Ta`ala, sebagai santapan ruhani kita bersama, ana hidangkan di sini, rakaman "Majlis Dzikr dan Selawat" yang berlangsung di Masjidil Mukminin, Singapura, pada tanggal 19hb Julai 2008.


Bahagian 1 mengandungi alunan dzikr, selawat dan qasidah. Di bahagian 2 pula adalah sambungan nya dan diselang-selikan dengan taushiyah al-Fadhil Ustaz Fahrurazi Kiyai Kassim tentang keutamaan dan fadhilat di dalam berdzikr dan selawat, pengumuman dan nasihat ringkas beliau tentang amalan di bulan Rejab yang mubarakah ini. Majlis tersebut diakhiri oleh beliau dengan sebuah doa yang amat indah. Harap maaf diatas rakaman yang tidak memuaskan.


Majlis Dzikr dan Selawat
- Bahagian 1 (~57 minit) , Bahagian 2 (~39 minit)


`Ala kulli hal, semoga kita perolehi manfaat dari nya pada zahir dan batin, di dunia dan di Akhirat. Kepada mereka yang telah menjayakan nya secara langsung mahupun tidak, semoga ALLAH `Azzawajalla menyambut serta membalas nya dengan sebaik-baik ganjaran pada zahir dan batin, di dunia dan Akhirat. Amiin ALLAHumma amiin.


جزاكم الله خير
والله تعالى أعلم بالصواب

Friday, July 18, 2008

Berhati-hati dengan material...


بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم صل على سيدنا محمد عبدك
ورسولك النبي الأمي
وعلى آله وصحبه وسلم
- Selawat Ummi








Sedutan dari ceramah yang disampaikan oleh al-`Allamah al-Hafiz al-Musnid al-Habib Umar ibn Muhammad ibn Salim ibn Hafiz HafizahuLlahu Ta`ala. Dan insya`ALLAH Ta`ala, kita ambil ikhtibar serta manfaat dari nya untuk kebaikan kita bersama fiddunia wal Akhirah.


"Ada di antara mereka itu yang kaya dan fakir miskin. Ada di antara mereka pegawai, jurutera, peniaga, pemerintah dan yang diperintah. Antara mereka siapa yang hidup di negara maju dan ada yang di negara yang miskin.


Jadi, semua sifat-sifat ini tidak dikira pada nya. Betapa cepat nya ia berakhir dan dikeluarkan daripada nya ahli nya serta ianya lenyap dari mereka. Semua keadaan-keadaan ini tidak diambil kira yang mana orang-orang yang dimuliakan disisi ALLAH berkongsi perkara ini bersama orang-orang yang celaka pada hari itu (akhirat).


Dengan apakah ianya diambil kira? Dengan apakah ianya terjadi?


Orang mukmin yang berakal semesti nya tidak tertipu dengan penipuan dalam perkara yang material ini. Semua perkara yang material ini pada dzat nya tidak membawa kemuliaan tidak juga kehinaan. Begitu tidak juga kenikmatan dan tidak juga keseksaan. Tidak juga Syurga dan tidak juga neraka. Tetapi, dzat dirimu wahai manusia! Begitu juga hatimu! Kecenderunganmu! Niatmu! Kehendakmu dan maksudmu! Serta hubunganmu bersama Tuhanmu Yang Mencipta.


Perkara inilah yang terdapat pada nya kebahagiaan ataupun kesengsaraan yang abadi. Dekat nya dengan ALLAH ataupun berjauhan dariNYA. Berada dalam Syurga ataupun dalam neraka. Jadi, bahaya yang dahsyat bukan kerana manusia itu memakai pakaian yang mahal ataupun yang murah. Bukan kerana dia hidup kaya-raya ataupun miskin. Bukanlah kerana dia menaiki kereta yang mewah ataupun menunggang motosikal atau basikal yang dikayuh dengan kaki nya ataupun dia berjalan kaki di jalanan. Tiada apa-apa bahaya pada nya. Tiada apa-apa kekurangan pada nya. Terdapat pada nya segala daripada yang bertaqarrub atau yang berjauhan (dari ALLAH). Yang disayangi dan yang dibenci di sisi ALLAH. Tiada apa-apa.


Jadi... apakah perkara itu? Perkara itu adalah hatimu! Perkara itu adalah maksudmu! Perkara itu adalah kehendakmu! Perkara itu adalah hubunganmu dengan Tuhanmu dan bagaimanakah kamu ingin bersamaNYA?


Ambil beratlah padaNYA. Berbesar hatilah untukNYA. Berjaga-jaga denganNYA. Hadapkan pandanganmu ke arahNYA. Begitu juga pandangan keluargamu, anak-pinakmu, sahabat handai serta rakan taulanmu. Janganlah jadikan pandangan mereka mengambil kesilapan-kesilapan yang menipu kebanyakan manusia dalam kehidupan ini. Maka mereka tidak berhasil apa-apa selepas nya melainkan kesedihan dan penyesalan dengan sebab terputus nya mereka dari ALLAH disebabkan nya. Kita mohon perlindungan dari ALLAH Subhana Tabaraka wa Ta`ala.


Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq RadiALLAHu`anhu adalah peniaga di Makkah al-Mukarramah. Dia memiliki sembilan gedung di Makkah yang mana dia berurus-niaga dalam nya. Terdapat banyak usahawan di Makkah dan diluar nya ketika itu. Adakah semua mereka itu adalah usahawan seperti Abu Bakar As-Siddiq?


Sayyidina Zulbijadain RadiALLAHu`anhu dan Sayyidina Abu Hurairah RadiALLAHu`anhu adalah dua orang dari fakir miskin di kalangan sahabat. Pada masa mereka terdapat banyak fakir miskin. Adakah semua fakir miskin seperti mereka? Mereka mendapat tempat dan kemuliaan didunia dan akhirat.


Sayyidina Sa`ad Bin Mu`az RadiALLAHu`anhu adalah seorang pemerintah kaum nya serta ketua untuk masyarakat nya. Dia menerima kepimpinan. Adakah semua pemimpin masyarakat mendapat tempat seperti Sayyidina Sa`ad Bin Mu`az yang mana `Arasy ALLAH bergegar ketika dia meninggal dunia? Apakah yang diperolehi nya ketika dia menjadi pemerintah bagi masyarakat nya?


Tetapi dia mendapat nya hasil dari kasih nya pada ALLAH dan RasulNYA Nabi Muhammad ShalALLAHu`alaihiwasalam. Dia mendapat nya kerana dia benar-benar bersama ALLAH dan RasulNYA yang mana dia berkata di hari Perang Badar:
"Ambillah wahai RasuluLlah dari hartaku apa yang kamu mahukan dan tinggalkan seperti yang kamu kehendaki. Apa yang kamu ambil dari kami adalah lebih disayangi dari apa yang kamu tinggalkan. Sambungkan pertalian sesiapa yang kamu kehendaki dan putuskan talian sesiapa yang kamu tidak kehendaki nya. Perangilah sesiapa yang kamu kehendaki atau berdamai dengan sesiapa yang kamu kehendaki nya. Kami berperang terhadap sesiapa yang kamu perangi dan kami berdamai dengan sesiapa yang kamu berdamai dengan nya."

Antara balasan nya disisi ALLAH ialah kematian nya ketika umur nya kurang dari 40-an dan `Arasy ALLAH bergegaran kerana kematian nya... `Arasy ALLAH bergegaran kerana kematian nya RadiALLAHu`anhu.


Malaikat Jibril `alaihisalam keluar berkata kepada Nabiyi Musthofa:
"Siapakah hamba salih yang mana `Arasy ALLAH bergegaran dengan kematian nya? `Arasy gembira dengan ketibaan ruh Sa`ad Bin Mu`az seorang sahabat Nabi Muhammad ShalALLAHu`alaihiwasalam."

Sayyidina Bilal RadiALLAHu`anhu pula adalah seorang diperintah di Makkah al-Mukarramah. Beliau adalah seorang hamba yang dimiliki. Adakah semua hamba-sahaya pada zaman nya sepertimana Bilal? Mereka mendapat kedudukan seperti Bilal?


Tetapi beliau dengan keimanan dan ketulusan nya serta keikhlasan nya menjadi seseorang yang mempunyai kedudukan yang hebat. Jadi, bukanlah setiap kedudukan itu berdasarkan keadaan material duniawi semata-mata.


Orang yang tertipu dengan dunia adalah orang yang lemah akal nya, keimanan dan pandangan nya punah dalam memerhatikan hakikat setiap perkara dan masa depan yang jauh.


Sesungguh nya, betapa mulia nya Bilal ketika diseksa kerana ALLAH.


Dia menyebut:
"Maha Esa. Maha Esa."

Dikatakan pada nya:
"Ingkarlah pada ALLAH."

Dia menyebut:
"Maha Esa. Maha Esa."

... "Sekutukanlah dengan ALLAH"


Dia menyebut:
"Maha Esa. Maha Esa."

Dia dipukul sambil melaungkan:
"Maha Esa. Maha Esa."

Ditarik. Maka dia melagukan:
"Maha Esa. Maha Esa."

Diletakkan batu diatas belakang nya dan perut nya, dia menyebut:
"Maha Esa. Maha Esa."

Beliau ditanya selepas itu:
"Kamu terus melaung sedangkan kamu diseksa. Adakah kamu tidak merasa pedih diseksa?"


Beliau menjawab:
"Aku mencampurkan nya dengan kemanisan iman, kemanisan iman telah mengalahkan kepahitan seksaan itu."

Dia melaungkan dengan asyik nya dalam mengingati sifat Yang Tunggal lagi Maha Esa. Dia menyebut:
"Maha Esa. Maha Esa."

Ini adalah suara yang lantang dan laungan yang berkualiti. Maka dia mengulangi laungan ini. Dia mengulangi laungan dalam keadaan rindu, memerhatikan sifat ALLAH. Memerhatikan keindahan ALLAH dan kebesaran ALLAH. Maka, azab menjadi kecil bagi nya.




Tidak beberapa lama sehingga pembukaan Makkah, dia naik ke atas Kaabah. Bilal melaungkan:
"ALLAH Maha Besar, ALLAH Maha Besar, Aku bersaksi bahawa tiada Tuhan melainkan ALLAH, Aku bersaksi bahawa Nabi Muhammad adalah utusan ALLAH."

Di manakah orang yang pernah menyeksa nya? Di manakah orang yang pernah menyakiti nya? Di manakah orang yang pernah menghalang nya untuk menyebut perkataan ini? Mereka telah memasuki dalam salah satu dari lubang-lubang neraka. Dalam api yang menyala-nyala. Inilah orang mendapat nikmat di dunia, bermegahan lagi dimuliakan. Kemudian nya, ketika kematian nya, tibalah maut lalu isteri nya berteriak:
"Betapa pilu nya, betapa pilu nya."

Bilal membuka mata nya. Lalu berkata Bilal:
"Betapa gembira nya, betapa gembira nya. Esok aku akan temui para sahabat. Nabi Muhammad ShalALLAHu`alaihiwasalam dan kumpulan nya."

ALLAH memberikan untuk hati hamba nya untuk mendapatkan kebahagiaan yang sebenar nya. Orang-orang yang memandang pada material dunia, ada dikalangan mereka yang kaya dan miskin. Ada di kalangan mereka pemimpin, raja dan yang dimiliki. Tetapi semua yang berbahagia dengan hubungan nya dengan Nabi Muhammad ShalALLAHu`alahiwasalam dan Tuhan kepada Sayyidina Muhammad serta kemenangan bagi Sayyidina Muhammad. Sesiapa yang hendak berbahagia pada hari ini, tiadalah pintu kebahagiaan melainkan pintu yang dimasuki oleh Nabi. Moga-moga ALLAH membahagiakan kita dengan ketulusan dan ALLAH menjadikan kita dari sebaik-baik makhluk..."


آمين يارب العالمين

والله تعالى أعلم بالصواب

Thursday, July 17, 2008

Dari Habibana Untuk Habibana...



اللهـم صـل وسـلم وبارك علـيه وعلـى آلـه

بسم الله الرحمان الرحيم



"Sejahteralah jasad Baginda setelah melalui hari-hari nya yang memenatkan serta meletihkan disebabkan kita... Sejahteralah jasad Baginda dapat berehat setelah perut nya yang diikat dengan batu kerana kelaparan disebabkan kita... Sejahteralah jasad yang pernah dilemparkan dengan batu sehingga melukakan nya disebabkan kita...


Sejahteralah jasad yang pernah dipatahkan geraham nya disebabkan kita... Sejahteralah jasad yang pernah dilukakan dahi nya dan mengalirlah darah nya lalu Baginda menahan nya dengan tangan nya untuk menjaga darah yang bersih itu dari terjatuh ke tanah sebagai rahmat bagi mereka dan kita dari kemurkaan ALLAH... Sejahteralah jasad yang pernah dimasuki sesuatu ke dalam daging pipi nya disebabkan kita....


Sejahteralah jasad yang mana kaki nya bengkak disebabkan pengabdian nya pada ALLAH serta da`wah untuk kita... Sejahteralah jasad yang memikul kesukaran, keletihan, kesakitan dan kelaparan disebabkan kita.... "




سبحان ربك رب العزة عما يصفون
وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين






- Dari Ceramah Habibana `Ali Zain al-`Abideen ibn `Abd al-Rahman al-Jifri حفظه الله تعالى yang bertajuk "Saat Kewafatan RasulALLAH صلى الله عليه وسلم" Dan al-Faqir wal-Haqir ini, telah dan akan senantiasa mengulangi penyampaian kalam yang indah ini selagi mana diberi keizinan dariNYA.



والله تعالى أعلم بالصواب

Nasihat Dari Habibana



بسم الله الرحمان الرحيم والحمد لله رب العالمين



للهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق
والخاتم لما سبق والناصر الحق بالحق
والهادي الى صراطك المستقيم صلى الله عليه
وعلى أله وأصحابه حق قدره ومقداره العظيم
- Selawat Fatih



الســــلام عليكم ورحمة الله وبركـــاته





"Kami bersyukur ke hadrat ALLAH yang dengan berkatNYA, telah mengumpulkan kami pada malam ini. Perkumpulan yang serupa inilah yang akan membawa kepada ketenteraman dan ketenagnan di dalam hati seseorang serta membetulkan nya untuk rujuk dan kembali ke jalan ALLAH.


Dari dekat dan dari jauh mereka datang untuk bertemu, bersama dan bersatu untuk menyaksikan di hadapan ALLAH. Menyaksikan apa? Menyaksikan manfaat. Manfaat apa? Manfaat kalimat yang agung, kalimat لا إله إلا الله.


Misal nya di dalam sembahyang, di mana terdapat segala rahmat, segala keampunan dan di mana ALLAH telah menjadikan sembahyang sebagai kepala dan tiang agama.


Sekira nya seseorang itu dalam ibadah nya dia bersikap ikhlas. Iaitu ikhlas dalam niat nya. Ikhlas dalam amal nya. Ikhlas dalam perniagaan nya. Ikhlas dalam bacaan nya. Ikhlas dalam duduk nya. Ikhlas dalam keluar dari rumah nya ke tempat yang dituju nya.


Jika dia bersikap demikian, nescaya dia akan menjadi seorang hamba ALLAH yang betul-betul ikhlas dan segala amalan nya itu adalah kerana ALLAH.


Maka hendaklah bagi setiap insan itu senantiasa ALLAH berada di hadapan nya.


Para Ulama` رحمه الله تعالى telah mengaturkan kepada kita kewajiban-kewajiban agama, misal nya membuka aurat di dalam pergaulan adalah haram. Begitu juga di dalam berkhalwat (beribadah bersendirian). Kenapa? Kerana ALLAH سبحانه وتعالى menyaksikan nya. Sebagaimana yang disebut dalam al-Qur`an di Surah al-Hadid ayat 4 (57:4) :
"Sesungguh nya ALLAH bersama kamu di mana kamu berada."


Maka apabila ALLAH bersama kita, erti nya ALLAH melihat kepada kita, jika tidak menutup aurat. Terhadap orang lain kita menutup aurat. Tentulah di hadapan ALLAH lebih lagi untuk kita menjaga aurat.


Inilah keadaan yang diminta dalam Islam. Dikehendaki kita semua demikianlah hendak nya. Tidak dia melihat dengan mata nya kecuali yang halal. Tidak telinga nya mendengar kecuali yang diizinkan bagi nya untuk mendengar. Tidak lidah nya berkata-kata kecuali yang baik dan bertasbih dan berzikir kepadaNYA. Atau membaca al-Qur`an, mempelajari `ilmu pengetahuan dan mengeluarkan kata-kata dengan mengingati Tuhan nya pada waktu dia mengeluarkan kata-kata itu.


Inilah syarat-syarat bagi seorang Muslim. Menjaga diri nya. Menjaga mata nya. Menjaga telinga nya. Menjaga akal nya. Menjaga tangan nya. Kerana semua nya anggota ini adalah pemberian ALLAH kepada nya untuk dijagai nya baik-baik. Sehingga dia kembali kehadrat ALLAH
(Surah al-Fajr ayat 28 (89:28) :
"Iaitu dalam keadaan redha dan diredhai oleh Tuhan nya."


ALLAH menyebut dalam al-Qur`an tentang النفس المطمئنة. Apakah itu النفس المطمئنة? Para Ulama` berkata ialah kalbu insan yang tenang yang senantiasa ingat kepada ALLAH. Kerana ALLAH mengatakan (Surah al-Ra`d ayat 28 (13:28) :
"Ketahuilah dengan menyebut nama ALLAH itu akan tenang segala hati."


Tenang nya hati adalah seperti yang disebutkan dalam ayat ini (iaitu dengan mengingati ALLAH dan berzikir kepadaNYA).


Sekira nya seseorang itu hadir majlis zikir dan berkata لا إله إلا الله ... لا إله إلا الله dan keluar dari majlis itu, dia mengumpat orang, dia melihat yang haram dan sebagai nya, apakah erti لا إله إلا الله itu bagi nya?


Apabila seseorang itu berdoa ke hadrat ALLAH جل جلاله dan dalam doa nya itu dia menyaksikan dengan fikiran nya akan Tuhan nya dan fikiran nya itu ditumpukan ke hadrat ALLAH, nescaya ALLAH akan melihat kepada nya (dengan penglihatan rahmat dan pengkabulan).


Maka haruslah bagi setiap insan mengharap kepadaNYA, sehingga dia menjadi seorang hamba ALLAH yang secukup-cukup gembira apabila dia berada bersama Tuhan nya.


Maka jadilah dia seorang hamba yang benar-benar ikhlas terhadap Tuhan nya dan menjadi seorang hamba yang menyaksikan tidak ada Tuhan melainkan ALLAH yang sebenar nya. Dan jadilah dia juga seorang Muslim yang sebenar nya.


Apabila seseorang itu masuk dalam sembahyang dengan kesedaran yang dia melakukan suatu perintah dari Tuhan nya, dia akan sembahyang kerana Tuhan nya. Kerana mengarah diri nya kepada kebaikan. Kerana menghadirkan diri nya kepada ALLAH. Kerana ingat seruan Tuhan nya agar hambaNYA memohon dan meminta kepadaNYA.


Kita mendengar banyak Ulama`-ulama` yang besar di Indonesia seperti Habib Ahmad bin Talib dan Habib `Abd ALLAH bin Muhsin. Mereka di zaman nya takut dengan Habib-habib ini, kenapa? Kerana mereka ini takut kepada ALLAH. Kerana mereka yang takut akan ALLAH semua makhluk akan takut kepada nya.


Maka marilah kita tanamkan niat yang saleh. Niat yang baik. Jiwa Islam yang baik. Dan ikatlah diri kita sekuat-kuat nya dengan ikatan takwa. Dengan ikatan pesanan-pesanan
Nabi صلى الله عليه وآله وسلم.



Dan hendaklah setiap insan merapatkan diri nya dengan ahli wilayah, kerana ALLAH berpesan dalam al-Qur`an (Surah al-Taubah ayat 119 (9:119) :
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada ALLAH dan masuklah kamu dalam golongan orang-orang yang benar."


Maka pohonlah kepada ALLAH dan bertaubatlah kepada ALLAH. Semoga ALLAH merahmati kita dan menerima taubat kita dan tidaklah kita keluar dari majlis ini kecuali dengan rahmatMU ya ALLAH."


آميـــــن يا رب العــــالمين


- Kata-kata nasihat dari Al-`Allamah al-`Arif BiLlah al-Quthub al-Habib `Abd al-Qadir bin Ahmad bin `Abd al-Rahman al-Saqqaf رحمه الله تعالى dari kitab "Cahaya Hidayah - Syarahan Dan Nasihat Habib `Abd al-Qadir bin Ahmad al-Saqqaf" karangan Shohibul Fadhilah al-Habib as-Sayyid Hasan bin Muhammad bin Salim al-`Attas حفظه الله تعالى


والله تعالى أعلم بالصواب