"Seseorang Akan Bersama Orang Yang Ia Cintai"


Janji RasuluLlah ShalALLAHu`alaihiwasalam bahwa semua akan bersama orang yang ia cintai dihari kiamat. Semoga kita hidup dan wafat dalam cinta kepada RasuluLlah ShalALLAHu`alaihiwasalam dan para Ulama` Shalihin. Amiin ALLAHumma amiin. Al-Fatihah.

Koleksi Selawat Dalam Blog Ini


Terjemahan serta syarahan oleh asy-Syeikh Yusuf ibn Ismail an-Nabhani RahimahuLlah.

Friday, April 6, 2007

Jihad


بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صلي وسلم على سيدنا محمد
وعلى آله وصحبه اجمعين






Alhamdulillah dan kali ini,
sedikit nukilan ana ambil
dari
ceramah Habibana `Ali Al-Jifri.
InsyaALLAH, kita ambil pelajaran darinya
untuk kebaikan kita bersama fiddunya walAkhirah...


Apa yang terjadi walaupun dinamakan adil, belum bisa dinamakan JIHAD dalam agama kami. Kerna bisa jadi saya melakukan tindakan pembelaan terhadap kebenaran padahal disebalik kesemuanya itu saya menyimpan kepentingan atau tujuan untuk daerah saya. Kerna bisa jadi saya melakukan tindakan yang kita sepakati bahawa itu adalah tindakan keadilan, kerna bisa jadi saya melakukan hal tersebut, padahal ada kepentingan lain selain membela kebenaran.


Saya ingin mempertegaskan satu kaedah, jika antara saya dan anda ada masalah, kemudian saya lihat anda memukul seorang wanita yang tidak bersalah, lalu saya datang, memukulmu agar menyingkirkanmu darinya walaupun tindakan ini dinamakan kepahlawanan namun dalam agama kami tidak dianggap JIHAD melainkan jika tujuanku melakukan tindakan tersebut adalah membela kebenaran yang telah anda berlaku zalim.


Dalam Islam, jika saya datang dan memukulmu hanya kerna membalaskan dendam yang disebabkan oleh masalah diantara kita, maka dalam hal ini saya tidak dianggap Mujahid dalam Islam. Kerna JIHAD dalam agama kami tidak semata hanya keadilan lahiriyah dan menegakkan aturan, namun JIHAD sejati dalam pandangan Islam adalah menegakkan keadilan nurani saat berinteraksi dengan ALLAH.




Imam Ali KaramALLAHuwajha, sepupu Nabi ShalALLAHualaihiwasalam, saat berhadapan dengan seseorang dalam peperangan. Saat beliau unggul dan musuhnya terjatuh, segera beliau hunuskan pedang untuk membunuhnya, tiba-tiba si musuh itu meludahi ke wajah beliau.


Musuh tersebut merasa putus asa, lalu ia berludahi wajah Imam Ali KaramALLAHuwajha mengespresikan kemarahannya; ia merasa putus asa, bercampur marah merasa dirinya pasti akan dibunuhi.


Musuh ini memang seorang yang jahat dan salah. Memenuhi syarat dan pantas; -ditinjau dari sisi kemanusian, keadilan dan konsep JIHAD- untuk dibunuh! Saat ia meludahi wajah Imam Ali KaramALLAHuwajha, segera beliau (Imam Ali KaramALLAHuwajha) berdiri meninggalkannya tanpa membunuhnya seraya berkata:

"Ayuh berdiri! Hadapi aku sekali lagi!"


"Kenapa engkau biarkan dia wahai Imam? Padahal ALLAH telah menguasakannya pada mu"
tanya para prajurit kepada beliau setelah kejadian tersebut.


"Ya, tetapi aku memeranginya hanya kerna ALLAH. Tatkala ia meludahiku, aku khuatir jika aku membunuhnya kerna melampiaskan kemarahanku"
jawab Imam Ali KaramALLAHuwajha.


Inilah JIHAD sesungguhnya dalam Islam, ditinjau dari makna pokok dan cabangnya.
Tema JIHAD ini secara perinci akan panjang lebar jika dibahas sekarang mungkin perlu dibahas lagi dalam pertemuan yang lain. Namun saya akan mengajukan pertanyaan di akhir pertemuan ini dengan satu pertanyaan. Adakah ada diantar kalian yang berpendapat bahawa JIHAD dalam perspektif ini merupakan tindakan kriminal?


Agamaku mengajarkanku untuk mencari kebenaran dari mana sahja walaupun dari non-Muslim. Jika ada yang bisa memuaskanku, bahawa ada agama selain Islam yang benar, maka saya bersamanya. Saya berharap adanya kesedaran dan objektif bahawa apa yang kalian dengarkan sekarang menuntut kalian agar mempelajari Islam dari sumber-sumber yang benar, bukan dari sumber musuh-musuh Islam dan media yang tidak bisa dipercayai...


ALLAHu a`lam bisawab.