"Seseorang Akan Bersama Orang Yang Ia Cintai"


Janji RasuluLlah ShalALLAHu`alaihiwasalam bahwa semua akan bersama orang yang ia cintai dihari kiamat. Semoga kita hidup dan wafat dalam cinta kepada RasuluLlah ShalALLAHu`alaihiwasalam dan para Ulama` Shalihin. Amiin ALLAHumma amiin. Al-Fatihah.

Koleksi Selawat Dalam Blog Ini


Terjemahan serta syarahan oleh asy-Syeikh Yusuf ibn Ismail an-Nabhani RahimahuLlah.

Sunday, September 2, 2007

Wasiat - Menghadapi Bulan Ramadhan


BismiLlah wal HamduliLlah wa as-Syukru liLlah
yang telah mengekalkan kita dalam nikmat Iman dan Islam.


Ikhwan wa akhawatu RahimahkumuLlah, insya`ALLAH tidak lama lagi, kita akan berada di dalam bulan yang penuh barakah, rahmat, pengampunan, kebahagiaan dan ganjaran dari ALLAH `Azzawajalla, bulan yang senantiasa dinanti-nantikan oleh ummat Nabi Muhammad ibn AbduLlah ShalALLAHu`alaihiwasalam iaitu bulan Ramadhan.


Insya`ALLAH, disini, ingin sekali ana mengambil kesempatan untuk berkongsi sama wasiat-wasiat yang merupakan penyampaian dari Al-`Allamah Al-Habib Umar Bin Hafiz dalam ceramah beliau dalam menghadapi bulan Ramadhan. Diulaskan disini, insya`ALLAH, sebahagian wasiat-wasiat beliau, bahawa seyogyanya ada 3 hal yang harus kita laksanakan di awal bulan Ramadhan ini, yaitu:


1. Gembira dan senang dengan datangnya bulan Ramadhan, sebagaimana firman ALLAH Subhana wa Ta`ala :

"Katakanlah (wahai Muhammad ShalALLAHu`alaihiwasalam) dengan datangnya Anugerah ALLAH dan Rahmat-NYA, Maka dengan itu hendaknya mereka bergembira."
(Yunus ayat 58)


Dan juga Sabda RasuluLlah ShalALLAHu`alaihiwasalam :

"Barangsiapa yang berpuasa ramadhan dengan menjaganya dengan segenap kemampuannya, maka diampunilah seluruh dosanya yang telah lalu."
(Hadiths riwayat Bukhari dan Muslim)


Dan diriwayatkan oleh Salman RadiALLAHu`anhu, bahwa RasuluLlah ShalALLAHu`alaihiwasalam menyampaikan ceramahnya pada kami di hari terakhir bulan Sya`ban :

"Wahai para manusia sekalian, telah menyelimuti kalian bulan Agung yang penuh keberkahan, bulan yang padanya suatu malam yang lebih mulia dari 1000 bulan, ALLAH menjadikan puasa di bulan ini merupakan hal yang fardhu (wajib), dan menjadikan Qiyam (tarawih) merupakan hal yang sunnah, barangsiapa yang beribadah dengan satu macam kebaikan maka sama saja pahalanya dengan menjalankan ibadah yang fardhu, barangsiapa yang beribadah dengan hal yang fardhu maka seakan ia telah mengerjakan 70X hal fardhu tersebut, inilah (Ramadhan)merupakan bulan kesabaran, dan balasan atas kesabaran adalah Syurga, inilah bulan kita saling membantu satu sama lain, inilah bulan dimana ALLAH menumpahkan rezeki NYA bagi orang mukmin."
(Hadiths riwayat Imam Ibn Khuzaimah dalam shahihnya)


2. Menjaga diri dan berhati-hati dari hal-hal yang membuat kita terhalangi dan terusir dari kemuliaan Ramadhan, diantaranya adalah :


  • menjaga lidah kita dari berdusta dan menjaga pula perbuatan kita dalam kedustaan dan penipuan,
  • juga ucapan-ucapan buruk dan perbuatan buruk
  • dari berbuka puasa dengan makanan haram dan syubhat,
  • dari perbuatan yang menjatuhkan pahala puasa seperti memandang aurat yang bukan muhrimnya,
  • dari berdusta dan membicarakan aib orang lain,
  • dari memutuskan hubungan silaturahmi,
  • dari minum arak, ganja dan narkotika,
  • dari dengki dan kebencian terhadap sesama muslimin,
    dan dari berbuat durhaka pada kedua orang tua.


Dan berhati-hatilah wahai mukimin dari berbuka puasa tanpa sebab yang jelas, Sabda RasuluLlah ShalALLAHu`alaihiwasalam :

"Barangsiapa yang berbuka di hari Ramadhan tanpa sebab sakit, atau safar, atau udzur syar`I lainnya, maka tiadalah ia akan bisa membayarnya walaupun ia berpuasa sepanjang masa."
(Hadiths riwayat Tirmidzi, Nasa`i, Abu Daud, Ibn Maajah, Ibn Khuzaimah dan Imam Baihaqi)


Maka berhati-hatilah wahai mukmin dalam menjaga keadaan puasamu, dan jangan pula kau berbuka puasa sebelum yakin telah tiba waktunya, karena sunnah untuk bersegera dalam buka puasa adalah setelah yakin sepenuhnya telah masuk waktu berbuka puasa.




3. Yang terakhir adalah bersungguh-sungguh dalam menghadapi hujan anugerah di bulan mulia ini, dan bersungguh-sungguh mendapatkan anugerah berlipat gandanya berbagai pahala dan di bentangkannya kesempatan untuk meraih derajat yang agung. Telah bersabda RasuluLlah ShalALLAHu`alaihiwasalam :

"Sesungguhnya ALLAH telah mewajibkan bagi kalian berpuasa di siang harinya dan telah pulah mensunnahkan bagi kalian mendirikan shalat sunnah di malam harinya (tarawih), barangsiapa yang melakukan keduanya dengan keimanan dan kesungguhan, maka ia akan lepas dari seluruh dosanya sebagaimana saat ia baru dilahirkan oleh ibunya."
(Hadiths riwayat Imam Nasa`i)


Maka seyogyanya kita memperbanyak berbagai amal ibadah di bulan mulia ini, terutama menjaga shalat lima waktu dengan berjamaah, dan ketahuilah bahwa menjamu orang lain berbuka puasa merupakan hal yang agung pahalanya, sabda RasuluLlah ShalALLAHu`alaihiwasalam :

"Barangsiapa yang menyediakan buka puasa bagi yang berpuasa dibulan Ramadhan, maka diampuni seluruh dosanya, dan kebebasan baginya dari api neraka, dan ia mendapatkan pahala puasa tersebut."
(Hadiths riwayat Ibn Khuzaimah dalam shahihnya)


Sabda RasuluLlah ShalALLAHu`alaihiwasalam :

"Barangsiapa yang menyediakan buka puasa bagi orang yang berpuasa Ramadhan dengan makanan dan minuman yang halal, maka akan bershalawatlah para Malaikat baginya sepanjang waktu Ramadhan, dan akan bershalawatlah padanya Malaikat Jibril dimalam Lailatulqadr."
(Hadiths riwayat Imam Thabrani)


Sabda RasuluLlah ShalALLAHu`alaihiwasalam :

"Diberikan untuk ummatku dibulan Ramadhan lima hal yang tidak diberikan pada para Nabi sebelumku, yaitu saat malam pertama bulan Ramadhan, ALLAH memandangi mereka dengan iba dan kasih sayang NYA, dan barangsiapa yang dipandangi ALLAH dengan iba dan kasih sayang NYA maka tak akan pernah diseksa selama-selamanya, yang kedua adalah aroma tak sedap dari mulut mereka di sore harinya lebih indah dihadapan ALLAH daripada wanginya Misk (bau tak sedap orang yang berpuasa akan menyusahkan mereka dan akan membuat mereka merasa terhina, namun balasan untuk keredhaan mereka karena hal yang tak mereka sukai dan perasaan terhina itu adalah justeru di sisi ALLAH hal itu sangatlah mulia), yang ketiga adalah sungguh para malaikat memohonkan pengampunan dosa bagi mereka sepanjang siang dan malam, yang keempat adalah ALLAH memerintah kepada Syurga seraya berfirman : “Bersiaplah engkau (wahai Syurga), dan bersoleklah untuk menyambut hamba-hamba KU, AKU iba melihat mereka, barangkali mereka mesti beristirehat karena kepayahan menghadapi kehidupan mereka didunia untuk menuju Istana - Istana KU dan Megahnya Kedermawanan KU”, yang kelima adalah ketika malam terakhir dibulan Ramadhan maka diampunilah bagi mereka seluruhnya, maka bertanyalah seorang sahabat : “apakah itu hadiah orang yang mendapatkan Lailatulqadr Wahai Rasulullah?”, maka Rasulullah ShalALLAHu`alaihiwasalam bersabda : "Tidak, bukankah bila kau melihat para buruh bila selesai dari pekerjaannya harus segera dilunasi upahnya?"
(Hadiths riwayat Imam Baihaqi)


Maka ketahuilah bahwa RasuluLlah ShalALLAHu`alaihiwasalam bersungguh-sungguh dalam beribadah pada bulan Ramadhan, lebih dari kesungguhannya di bulan lain, dan RasuluLlah ShalALLAHu`alaihiwasalam sangat teramat bersungguh- ungguh dalam beribadah di 10 malam terakhir bulan Ramadhan lebih dari kesungguhannya di hari-hari Ramadhan lainnya.


Maka berpanutlah pada Imam mu Nabi Muhammad ShalALLAHu`alaihiwasalam, janganlah tertipu dengan mengikuti kebiasaan sebagian orang yang bersungguh-sungguh di awalnya dan bermalas-malasan di akhirnya, karena kemuliaan justeru berpuncak pada akhirnya.


Wahai ALLAH perkenankan kami melewati kemuliaan Ramadhan, berpuasa dan menegakkan bermacam-macam amal mulia padanya, dari pembacaan Al Qur`an dan bertafakkur atas maknanya, serta menyambung silaturahmi serta berbuat baik dengan tetangga, dan selamat dari segala hal yang menghalangi kami dari kemuliaannya, dan shalawat serta salam atas Nabi Muhammad dan keluarga serta sahabatnya wal Hamdulillahi RABBil `alamiin... amiin.


Sumber asal : alhabibomar.com
Terjemahan oleh : Majelis RasuluLlah (ShalALLAHu`alaihiwasalam)


fi amanALLAH wALLAHu a`lam bisawab.