"Seseorang Akan Bersama Orang Yang Ia Cintai"


Janji RasuluLlah ﷺ bahwa semua akan bersama orang yang ia cintai dihari kiamat. Semoga kita hidup dan wafat dalam cinta kepada RasuluLlah ﷺ dan para Ulama` Shalihin. Amiin ALLAHumma amiin. Al-Fatihah.

Koleksi Selawat Dalam Blog Ini


Terjemahan serta syarahan oleh asy-Syeikh Yusuf ibn Ismail an-Nabhani RahimahuLlah.

Wednesday, August 1, 2007

ya RABBi ya `Alimal Hal


Wahai ALLAH yang mengetahui hal hamba
Kepada-MU aku hadapkan segala cita-cita
Kurniakanlah kami nikmat perkenan dari-MU
Serta belas kasihan dan tenteramkan hati kami



Wahai ALLAH yang Maha Mencukupi
Berilah kami sihat afiat
Kerana tiada yang sulit atas-MU
Segala sesuatu dalam pengetahuan-MU


Ia telah datang pada-MU dengan dosa
Dan kesedihan dan kefakirannya
Angkatlah dengan kemudahan-MU segala kesusahannya
Dengan Berkat kemurahan dan kurnia-MU


Kurniakanlah
padanya taubat
Yang dapat menghapus segala dosa
Jagalah ia dari segala bahaya
Dari segala yang akan menimpa padanya


Engkau adalah Tuhan seluruh hamba
Yang Esa dalam kesempurnaan-MU
Dalam ketinggian
dan keagungan-MU
Maha suci ALLAH
dari semua keserupaan


Kemurahan, kurnia, dan kebaikan-MU
Sungguh sangat di harapkan
Murka dan marah-MU
Sungguh sangat di takutkan


Berdzikr dan bersyukur pada-MU adalah lazim,
Demikian pula memuji dan mengagungkan-MU


Selawat pada setiap masa
Di atas Nabi penghapus kesesatan
Kepadanya rusa bercakap
Iaitu Muhammad (ShalALLAHu`alaihiwasalam)
Penunjuk jalan


Segala puji bagi ALLAH sebagai tanda syukur
Atas nikmat-NYA yang tidak putus
Kami memuji pada-NYA dengan rahsia dan terang
Siang malam setiap waktu...


Nukilan Indah :
al-Imam AbduLlah bin Alawi al-Haddad RahimahuLlah.

ALLAHu a`lam bisawab.

Saturday, July 28, 2007

Siri Syarahan oleh Habib Salim as-Shatiri.


bismiLlah wal HamduliLlah wa as-Syukru liLlah,
as-Salamu`alaikum wa RahmatuLlahiwa Barakatuh...



insya`ALLAH,
Habib Salim as-Shatiri akan hadir ke Singapura,
pada bulan Ogos ini. harap dapat dipanjangkan.



* klik pada gambar untuk lihat lebih jelas *

** klik disini untuk biografi Habib Salim as-Shatiri **


jazakumuLlahu khairan kathira...
fi amanALLAH wALLAHu a`lam bisawab.

Friday, April 6, 2007

Jihad


بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صلي وسلم على سيدنا محمد
وعلى آله وصحبه اجمعين






Alhamdulillah dan kali ini,
sedikit nukilan ana ambil
dari
ceramah Habibana `Ali Al-Jifri.
InsyaALLAH, kita ambil pelajaran darinya
untuk kebaikan kita bersama fiddunya walAkhirah...


Apa yang terjadi walaupun dinamakan adil, belum bisa dinamakan JIHAD dalam agama kami. Kerna bisa jadi saya melakukan tindakan pembelaan terhadap kebenaran padahal disebalik kesemuanya itu saya menyimpan kepentingan atau tujuan untuk daerah saya. Kerna bisa jadi saya melakukan tindakan yang kita sepakati bahawa itu adalah tindakan keadilan, kerna bisa jadi saya melakukan hal tersebut, padahal ada kepentingan lain selain membela kebenaran.


Saya ingin mempertegaskan satu kaedah, jika antara saya dan anda ada masalah, kemudian saya lihat anda memukul seorang wanita yang tidak bersalah, lalu saya datang, memukulmu agar menyingkirkanmu darinya walaupun tindakan ini dinamakan kepahlawanan namun dalam agama kami tidak dianggap JIHAD melainkan jika tujuanku melakukan tindakan tersebut adalah membela kebenaran yang telah anda berlaku zalim.


Dalam Islam, jika saya datang dan memukulmu hanya kerna membalaskan dendam yang disebabkan oleh masalah diantara kita, maka dalam hal ini saya tidak dianggap Mujahid dalam Islam. Kerna JIHAD dalam agama kami tidak semata hanya keadilan lahiriyah dan menegakkan aturan, namun JIHAD sejati dalam pandangan Islam adalah menegakkan keadilan nurani saat berinteraksi dengan ALLAH.




Imam Ali KaramALLAHuwajha, sepupu Nabi ShalALLAHualaihiwasalam, saat berhadapan dengan seseorang dalam peperangan. Saat beliau unggul dan musuhnya terjatuh, segera beliau hunuskan pedang untuk membunuhnya, tiba-tiba si musuh itu meludahi ke wajah beliau.


Musuh tersebut merasa putus asa, lalu ia berludahi wajah Imam Ali KaramALLAHuwajha mengespresikan kemarahannya; ia merasa putus asa, bercampur marah merasa dirinya pasti akan dibunuhi.


Musuh ini memang seorang yang jahat dan salah. Memenuhi syarat dan pantas; -ditinjau dari sisi kemanusian, keadilan dan konsep JIHAD- untuk dibunuh! Saat ia meludahi wajah Imam Ali KaramALLAHuwajha, segera beliau (Imam Ali KaramALLAHuwajha) berdiri meninggalkannya tanpa membunuhnya seraya berkata:

"Ayuh berdiri! Hadapi aku sekali lagi!"


"Kenapa engkau biarkan dia wahai Imam? Padahal ALLAH telah menguasakannya pada mu"
tanya para prajurit kepada beliau setelah kejadian tersebut.


"Ya, tetapi aku memeranginya hanya kerna ALLAH. Tatkala ia meludahiku, aku khuatir jika aku membunuhnya kerna melampiaskan kemarahanku"
jawab Imam Ali KaramALLAHuwajha.


Inilah JIHAD sesungguhnya dalam Islam, ditinjau dari makna pokok dan cabangnya.
Tema JIHAD ini secara perinci akan panjang lebar jika dibahas sekarang mungkin perlu dibahas lagi dalam pertemuan yang lain. Namun saya akan mengajukan pertanyaan di akhir pertemuan ini dengan satu pertanyaan. Adakah ada diantar kalian yang berpendapat bahawa JIHAD dalam perspektif ini merupakan tindakan kriminal?


Agamaku mengajarkanku untuk mencari kebenaran dari mana sahja walaupun dari non-Muslim. Jika ada yang bisa memuaskanku, bahawa ada agama selain Islam yang benar, maka saya bersamanya. Saya berharap adanya kesedaran dan objektif bahawa apa yang kalian dengarkan sekarang menuntut kalian agar mempelajari Islam dari sumber-sumber yang benar, bukan dari sumber musuh-musuh Islam dan media yang tidak bisa dipercayai...


ALLAHu a`lam bisawab.

Friday, March 30, 2007

Rabi`ul Awwal





Sejahteralah
jasad Baginda
setelah melalui hari-harinya
yang memenatkan serta meletihkan
disebabkan kita...


Sejahteralah
jasad Baginda
dapat berehat setelah perutnya
yang diikat dengan batu kerana kelaparan
disebabkan kita...


Sejahteralah
jasad
yang pernah dilemparkan dengan batu
sehingga melukakannya
disebabkan kita...


Sejahteralah
jasad
yang pernah dipatahkan gerahamnya
disebabkan kita...


Sejahteralah
jasad
yang pernah dilukakan dahinya
dan mengalirlah darahnya lalu Baginda menahannya
dengan tangannya untuk menjaga darah
yang bersih itu dari terjatuh ke tanah
sebagai rahmat bagi mereka
dan kita dari kemurkaan ALLAH
...


Sejahteralah
jasad
yang pernah dimasuki sesuatu ke dalam daging pipinya
disebabkan kita....


Sejahteralah
jasad
yang mana kakinya bengkak
disebabkan pengabdiannya pada ALLAH serta da`wah
untuk kita...



Sejahteralah
jasad
yang memikul kesukaran,
keletihan, kesakitan dan kelaparan
disebabkan kita....

ya RABB......

Friday, March 23, 2007

something to ponder






masya`ALLAH...
Tabaraka wa Ta`ala...



akhawat ikhwah fiLlah, heed this sage advice; quote taken from QNews May 1427H by Habibana `Ali Al Jifri, hafizahuLlah.


“The Prophet ShalALLAHu`alaihiwasalam is not alive in people’s hearts, he’s not alive in their spiritual wayfaring or in the way they do things an even in the way they list their priorities, and how they deal with others around them. This is what we’re missing, this is the real problem.”


“We are angry about the cartoons, we showed the world that. We showed them our anger but we didn’t show them the love for the Prophet Muhammad ShalALLAHu`alaihiwasalam. So through this year’s mawlid celebrations, it’s important that people find out why we love him, and through the remembrance of his noble characteristics they will know the reason for our love.”


“How do you explain to someone... why we love the Prophet ShalALLAHu`alaihiwasalam? People love in general for three reasons 'jamal', 'kamal' and 'ihsan'. 'Jamal' is beauty, 'kamal' is completeness or perfection and 'ihsan' is excellence. We have to get out the message that we see all these three aspects in the Prophet ShalALLAHu`alaihiwasalam and it’s these attributes that people actually need in their lives today.”


*Habib Ali Al Jifri has adopted the Arabic slogan Hayyun fi Qulubina
(Alive in Our Hearts) as rallying cry for this call to adopt the Prophetic values.*



ALLAHu a`lam bisawab.