Sunday, May 2, 2010

Fatwa # 17: Bagaimana Mengatasi Riya`?



بسم الله الرحمان الرحيم
الحمد لله رب العالمين حمداً يوافى نعمه ويكافئ مزيده



اللهم صل على سيدنا محمد طب القلوب ودوائها
وعافية الأبدان وشفائها ونور الأبصار وضيائها
وعلى آله وصحبه وسلم

- Selawat Syifa` / Thibbul Qulub


اللهم أنت ربي لا إله إلا أ نت خلقتني وأنا عبدك
وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت
أعوذ بك من شر ما صنعت
أبوء لك بنعمتك علي وأبوء لك بذنبي
فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت
- Sayyidul Istighfar



الســــلام عليكم ورحمة الله وبركـــاته






Pertanyaan :

"Bagaimana pendapat anda tentang seseorang yang meninggalkan amal shaleh karena takut terjerumus dalam riya`?"



Jawaban :

"Tidak boleh seorang Muslim meninggalkan amal dikarenakan takut riya`, ini adalah bisikan setan. Banyak orang yang mendengar tentang bahayanya riya` dan adzabnya di hari Kiamat. Lalu orang tersebut akan mengatakan :
"Jikalau saya menghadiri suatu Majelis atau saya bangun malam untuk melakukan shalat atau saya bersedekah kepada si fulan saya takut mempunyai niat riya`, maka lebih baik saya tidak mengerjakannya."


Kita katakan padanya, bukan begitu permasalahannya, namun dalam hal ini anda keliru, kerjakan amal baik tersebut dan berusahalah melawan hawa nafsumu, ketahuilah bahwa yang mendatangkan riya` ke dalam diri anda adalah setan yang bertujuan menggugurkan pahala ibadah anda, dengan meninggalkan amal sama sekali berarti anda telah memudahkan jalan bagi setan, tidak perlu setan bersusah payah menggugurkan pahala Anda karena Anda justru telah membantunya dengan berpendapat lebih baik tidak mengerjakan amal daripada riya`.


Jadi, jika anda mengerjakan kebaikan, setan akan berusaha membisikkan was-was ke dalam diri anda dengan harapan ia akan menggugurkan pahalanya, tapi jika anda sudah merasa letih menghadapinya dan anda tinggalkan amal baik tersebut, berarti anda telah bermurah hati kepadanya.


Obat penyakit riya` itu bukan dengan meninggalkan amal shaleh, akan tetapi tetaplah beramal shaleh, tapi perhatikanlah hatimu dan lawanlah segala godaan riya` yang terlintas dalam dirimu serta berlindunglah kepada ALLAH, niscaya ALLAH akan Menyelamatkanmu darinya (riya`-pent). Manakala anda membenci riya`, maka ALLAH akan Menjauhkannya dari diri anda." - Dari kitab
"33 Fatwa al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz حفظه الله تعالى; Seri Fatwa # 01."




سبحانك اللهم و بحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت
أستغفرك و أتوب إليك


اللهم صل على سيدنا محمد
وأنزله المنزل المقرب منك يوم القيامة
اللهم صل على روح سيدنا محمد في الأرواح
وعلى جسده في الأجساد وعلى قبره في القبور



بارك الله فيكم وجزاكم الله خير الجزاء
الله تعالى أعلم بالصواب والحمد لله رب العالمين

0 Ulasan:

Related Posts with Thumbnails