"Seseorang Akan Bersama Orang Yang Ia Cintai"


Janji RasuluLlah ﷺ bahwa semua akan bersama orang yang ia cintai dihari kiamat. Semoga kita hidup dan wafat dalam cinta kepada RasuluLlah ﷺ dan para Ulama` Shalihin. Amiin ALLAHumma amiin. Al-Fatihah.

Koleksi Selawat Dalam Blog Ini


Terjemahan serta syarahan oleh asy-Syeikh Yusuf ibn Ismail an-Nabhani RahimahuLlah.

Monday, May 31, 2010

Bersatu Di Bawah Naungan Cahaya Cinta RasuluLlah ﷺ



بســـــــــم الله الرحمان الرحيم
الحمد لله رب العالمين حمداً يوافى نعمه ويكافئ مزيده



اللهم صل صلاة كاملة وسلم سلاما تاما على سيدنا محمد
الذى تنحل به العقد وتنفرج به الكرب وتقضى به الحوائج
تنال به الرغائب وحسن الخواتم وسيتشقى الغمام بوجهه الكريم
وعلى آله وصحبه فى كل لمحة ونفس بعدد كل معلوم لك
- Selawat at-Tafrijiyyah / Selawat an-Nariyyah / Selawat Kamilah


اللهم أنت ربي لا إله إلا أنت خلقتني و أنا عبدك
وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت
أعوذ بك من شر ما صنعت
أبوء لك بنعمتك على و أبوء لك بذنبي
فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت
- Sayyidul Istighfar



الســــلام عليكم ورحمة الله وبركـــاته













"Wahai ALLAH, perbaikilah keadaan kami,
Kasihanilah kami, Naungilah kami, Tolonglah kami,
Selesaikanlah permasalahan kami dan seluruh Muslimin.

Wahai ALLAH, cukupkanlah kami dan mereka semua
dari buruk nya musibah dunia dan Agama kami.

Wahai ALLAH, perbaikilah kami dan perbaikilah semua
yang dengan perbaikan atas nya merupakan maslahat bagi Muslimin.

Wahai ALLAH, janganlah Engkau mencelakakan kami,
dan mencelakakan mereka yang dengan kecelakaan atas nya
merupakan kemaslahatan bagi Muslimin.

Wahai ALLAH, curahilah kami hujan deras RahmatMU
dan jadikan kami orang-orang yang tidak berputus asa.

Wahai ALLAH, angkatlah dan singkirkanlah dari kami dan dari Muslimin
segala gangguan, dan musibah, dan kemarau, dan wabah demam, dan kejahatan,
dan segala bentuk fitnah, dan kesulitan cubaan, dan wabah penyakit,
dan kesakitan, dan dari segala yang terlihat zahir dan yang tersembunyi.

Dan jauhilah dari kami wahai ALLAH, kejahatan para penguasa yang keji,
dan para pencuri, dan para musuh-musuh, dan orang-orang zalim,
dan jauhkanlah sejauh-jauh nya menurut KehendakMU,
dengan segera tanpa tertunda-tunda, dalam kesihatan dan keselamatan.
Wahai yang Maha Kasih Sayang dari semua pemilik sifat kasih sayang."

- Doa Qunut Nazilah yang dianjurkan oleh al-`Allamah al-Habib Umar ibn Hafiz حفظه الله تعالى



اللهم صل على سيدنا محمد
وأنزله المنزل المقرب منك يوم القيامة
اللهم صل على روح سيدنا محمد في الأرواح
وعلى جسده في الأجساد وعلى قبره في القبور



بارك الله فيكم وجزاكم الله خير الجزاء
الله تعالى أعلم بالصواب والحمد لله رب العالمين

Saturday, May 29, 2010

المــــرء مــع من أحـــب



بسم الله الرحمان الرحيم
الحمد لله رب العالمين حمداً يوافى نعمه ويكافئ مزيده



اللهم صل على سيدنا محمد طب القلوب ودوائها
وعافية الأبدان وشفائها ونور الأبصار وضيائها
وعلى آله وصحبه وسلم

- Selawat Syifa` / Thibbul Qulub


اللهم أنت ربي لا إله إلا أ نت خلقتني وأنا عبدك
وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت
أعوذ بك من شر ما صنعت
أبوء لك بنعمتك علي وأبوء لك بذنبي
فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت
- Sayyidul Istighfar



الســــلام عليكم ورحمة الله وبركـــاته





"Tidak ada pintu untuk mendapat Kecintaan dari ALLAH سبحانه وتعالى
kecuali melalui pintunya RasuluLlah صلى الله عليه وآله وسلم.
Karena itu agar mendapatkan CintaNYA ALLAH سبحانه وتعالى,
dengan cara mencintai orang yang DicintaiNYA,
yaitu RasuluLlah صلى الله عليه وآله وسلم."

- Tazkirah al-Habib Umar bin Hafiz حفظه الله تعالى





"Aku bermohon ampun kepada ALLAH seraya merasa malu kepada ALLAH. Alhamdulillah yang telah menjadikan kita sebagai umat dari KekasihNYA dan manusia PilihanNYA. Alhamdulillah yang telah menjadikan kita sebagai umat dari manusia terpilih yang ALAH telah Menentukan hal itu dan Mensucikannya. Alhamdulillah yang telah Menjadikan keberuntungan kita dengan Sayyidina Muhammad diantara para Nabi dan Menjadikan kita sebagai keberuntungannya diantara para umat. Shallallahu `alaihi wa `alihi wasallam.


Dan aku bersaksi bahwasannya tidak ada Tuhan kecuali ALLAH, Tuhan satu-satunya yang tiada sekutu Bagi-NYA, suatu kesaksian yang cahayanya terpahat dalam kalbu-kalbu dari pintu kesungguhan ittiba’ (mengikuti) kepada Al-Habib yang tercinta. Dan aku bersaksi bahwasannya Junjungan kita, Kekasih kita, Penyejuk mata-mata kita, Baginda kita, Cahaya kalbu-kalbu kita, Muhammad adalah hambaNYA dan UtusanNYA. Kekasih yang terpilih, Pemimpin orang-orang yang tulus, Penghulu para penyuluh, yang dengan rasa cinta, ittiba` dan ta`dhim (pengagungan) kepadanya, ALLAH akan Memuliakan siapa saja yang memuliakan (beliau SAW), Memberikan karunia kepada siapa saja yang memberikan sesuatu (kepada beliau SAW), mendekatkan siapa saja yang mendekat (kepada beliau SAW). Shallallahu wasallam wa baraka `alaihi wa `ala alihi. Shalawat dan Salam yang tiada terhenti banyaknya dan tiada habis karunianya, semoga dengan keduanya (sholawat dan salam tadi) kita tercatat sebagai golongan yang dicintaiNYA daripada kelompok yang didahulukan dengan kebahagiaan yang paling besar di dunia dan di akherat.


Berbicara mengenai Junjungan para makhluk shallalahu `alaihi wa `alihi wasallam adalah suatu perbincangan yang dapat mengikat perhatian, tiada pernah berhenti dan tiada pernah habis. Akan tetapi, ketika berbicara di majlis-majlis seperti ini, sesungguhnya jalan menuju ALLAH `Azza wa Jalla daripada keterhubungan makhluk dengan Penciptanya, adalah kita harus mengetahui jalan menuju ALLAH itu melalui siapa? Perhatian kita kepada ALLAH `Azza wa Jalla itu melalui siapa harus kita kerahkan? Ketika suatu kaum mengaku cinta kepada ALLAH Jalla Jalaaluhu wa Ta`alat `Adhomatuhu, ALLAH berkata kepada Junjungan kita Muhammad :
"Katakanlah, jika kalian mencintai ALLAH, ikutilah aku, maka DIA akan Mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian."


Maka keterhubungan kita dengan beliau shallalahu `alaihi wa `alihi wasallam, adalah pintu keterhubungan kita kepada ALLAH Subhanahu wa Ta`ala.


ALLAH berkata kepada Sayyidina Muhammad :
"Katakanlah, jika kalian mencintai Allah..."


(Seakan-akan RasuluLlah disuruh berkata) :
"Jika tampak dalam diri kalian kesungguhan rasa cinta kepada ALLAH `Azza wa Jalla, maka pintu cinta kepada ALLAH `Azza wa Jalla, adalah saya inilah representasinya, maka ikutilah aku."


Renungkanlah "ikutilah aku", maka (disana) tidak dikatakan "ikuti petunjuknya", tidak cukup seperti itu, atau (tidak dikatakan) cukup hanya sunnahnya, atau (tidak dikatakan) cukup hanya manhajnya, ataupun (tidak dikatakan) cukup hanya kitab yang diturunkan kepadanya, akan tetapi ALLAH Memberikan PetunjukNYA agar mengarahkan kalbu-kalbu umat kepada sosok beliau shallalahu `alaihi wa `alihi wasallam, dalam dzatnya, sifatnya, akhlaknya, petunjuknya, manhajnya, syariahnya, muamalahnya, agama (yang dibawa)nya, dan kitab yang diturunkan kepada beliau. Dan ALLAH Menuntun kita kepada beliau shallalahu `alaihi wa `alihi wasallam.


ALLAH Menjadikan irtiqo` (naiknya derajat) seorang hamba untuk mencari cinta kepada ALLAH `Azza wa Jalla, jika datang dari arah beliau (SAW). ALLAH tidak Menjadikan bahwa buah hasilnya itu adalah engkau mencintai ALLAH, akan tetapi buah hasilnya adalah ALLAH Subhanahu wa Ta`ala akan Mencintaimu. Jika engkau mencari cinta kepada ALLAH, dan engkau memahami arti isyarat dan berbeloknya (rasa cinta) kepada Kekasih-NYA dan manusia Pilihan-NYA, maka buah hasilnya dengan perantaraan ini adalah naiknya derajatmu daripada orang yang cinta kepada ALLAH sampai derajat mahbubiyyah, sehingga engkau akan menjadi Dicintai oleh ALLAH `Azza wa Jalla.


Maka jadikanlah sebagai nikmat, muliakanlah, kepada seorang hamba yang Dicintai di sisi Tuhannya, manusia yang dekat (di sisiNYA), yang dapat dipercaya dalam menyampaikan sesuatu dan amanah. Keterhubungan dengannya dapat merubah seorang hamba dari derajat khotib (yang mencari dan meminta) menjadi makhtub (yang dicari dan diminta), dari derajat roghib (yang menginginkan) menjadi marghub (yang diinginkan), dari derajat mutaqorrib (yang mendekatkan diri kepadaNYA) menjadi mutaqorrab Ilaihi (yang didekatkan diri kepadaNYA).


Makna inilah yang menjadikan para Sahabat radhiyallahu `anhum wa ardhahum sebagai orang-orang yang paling meningkat derajatnya dalam mengambil sesuatu dari Al-Habib shallalahu `alaihi wa `alihi wasallam diantara para umat beliau. Mereka (para Sahabat) adalah orang-orang yang Dipilih oleh ALLAH. ALLAH telah Memilih mereka (para Sahabat) untuk menjadi orang-orang penerima dari Nabi shallalahu `alaihi wa `alihi wasallam, untuk menjadi khazanah (tempat untuk menyimpan) apa-apa yang disampaikan oleh Al-Habib sehingga dapat dipakai sebagai bekal bagi para umat sesudahnya generasi demi generasi. Mereka (para Sahabat) mengerti makna ini. Mereka tidak hanya melihat kepada Sayyidina Muhammad dikarenakan beliau membawa risalah. Sungguh beliau telah menyampaikan risalah dan mereka menerima risalah yang dibawa tersebut dan menjalaninya. Akan tetapi mereka melihat kepada beliau karena sesungguhnya beliau inilah yang sebenar-benarnya risalah.


Perbedaan orang yang berhubungan dengan Al-Habib shallalahu `alaihi wa `alihi wasallam karena mengingat bahwa sesungguhnya beliau membawa al-muhimmah (sesuatu yang penting) yang telah dilaksanakannya, kemudian menunaikannya dan ia sibuk dengan al-muhimmah tadi, dengan orang yang menganggap Rasulullah shallalahu `alaihi wa `alihi wasallam itu sendiri yang sebagai al-muhimmah, adalah bahwa orang yang kedua ini memahami ayat "ikutilah aku" dengan segenap yang ada pada diri beliau (SAW). Para Sahabat menjalani atas makna ini, maka mereka mencintai beliau (SAW) dengan seluruh yang ada pada diri beliau. Dan arti mereka (para Sahabat) mengikuti RasuluLlah dengan seluruh yang ada pada diri beliau adalah mereka sampai pada batas ketinggian ittiba`." - Tazkirah al-Habib `Ali Zain al-`Abideen ibn `Abd al-Rahman al-Jufri حفظه الله تعالى





"Ya ALLAH, wahai Tuhannya Junjungan Muhammad dan ahli Keluarga Baginda, Pertemukanlah daku dengan Junjungan Muhammd pada masa yang dekat (yakni di dunia lagi sebelum di akhirat nanti), wahai Tuhan yang Maha Menerima Permohonan. Ya ALLAH, bahawasanya Bagindalah pintuMU yang agung, jalanMU yang teguh, tiada jalan melainkan melalui pintu dan tiada kemasukan (pada RahmatMU) melainkan dengan perantaraan Baginda. Wahai Tuhan yang Maha Pengurnia, Masukkanlah aku ke dalam RahmatMU daripada pintu ini dan Muliakanlah aku dengan Disingkapkan segala hijab. Ya ALLAH, Jangan Kau Halangkan aku daripada melihat Baginda, daripada memandang wajah Baginda, daripada menerima keberkatan Baginda, daripada mengharapkan penjagaan Baginda dan daripada penjagaan Baginda. Jadikanlah aku ya ALLAH, sentiasa berada di bawah pemerhatian Baginda dan Jadikanlah aku dekat dengan Baginda, wahai Tuhan yang Maha Menerima Permohonan."
- Doa munajat al-Marhum al-Habib `Abd al-Qadir ibn Ahmad as-Saqqaf رحمه الله تعالى



"Terdengar suara sangkakala dan berkumpullah manusia
dalam berkelompok dengan kelompoknya masing-masing, semoga
aku dan kalian di kelompok Sayyidina Muhammad صلى الله عليه وآله وسلم
dan tidak di kelompok yang lainnya. Ya ALLAH jangan satupun diantara wajah kami terlihat di kelompok yang lain kecuali di kelompok
Sayyidina Muhammad RasuluLlah صلى الله عليه وآله وسلم, amin."

- Tazkirah dan doa munajat al-Habib Munzir ibn Fuad al-Musawa حفظه الله تعالى



اللهم صل على سيدنا محمد
وأنزله المنزل المقرب منك يوم القيامة
اللهم صل على روح سيدنا محمد في الأرواح
وعلى جسده في الأجساد وعلى قبره في القبور



بارك الله فيكم وجزاكم الله خير الجزاء
الله تعالى أعلم بالصواب والحمد لله رب العالمين

Friday, May 28, 2010

...إلـــــــــــــهي أنت مقصــــــــــــــــودي



بســـــــم الله الرحمان الرحيم
الحمد لله رب العالمين حمداً يوافى نعمه ويكافئ مزيده



للهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق
والخاتم لما سبق والناصر الحق بالحق
والهادي الى صراطك المستقيم صلى الله عليه
وعلى أله وأصحابه حق قدره ومقداره العظيم
- Selawat Fatih


اللهم أنت ربي لا إله إلا أ نت خلقتني وأنا عبدك
وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت
أعوذ بك من شر ما صنعت
أبوء لك بنعمتك علي وأبوء لك بذنبي
فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت
- Sayyidul Istighfar



الســــلام عليكم ورحمة الله وبركـــاته






Dalam hadiths صلى الله عليه وآله وسلم disebutkan bahwa ihsan adalah :
"Hendaknya kamu menyembah ALLAH seakan-akan kamu melihatNYA."


Orang yang melihat ALLAH, tidak akan melihat yang lain; tidak akan melihat dirinya mahupun makhluk lain. Dalam beramal, niatnya hanya untuk menunaikan kewajiban `ubudiyyah, memenuhi hak rububiyyah, dan memperoleh apa yang dianjurkan : misalnya tinggal kekal disisiNYA. Disamping semua itu, ia juga memiliki tujuan.


"Tetangga (ALLAH) sebelum Rumah (Syurga)"

- Yang menjadi tujuan utama bukan rumah, tetapi tetangganya;
Yang menjadi tujuan utama bukan Syurga, tetapi Penciptanya (ALLAH).






Wahai ALLAH, Pusatkanlah perhatianku kepadaMU, Jadikanlah semua tawajjuhku hanya kepadaMU, Bahagiakanlah aku dengan memperoleh kedekatan dan kedudukan tinggi disisiMU, Jadikanlah kesibukanku terpusat pada usaha untuk meraih Kecintaan dan KeredhaanMU yang sempurna. Jagalah lahir dan batinku dengan keteguhan tawakal kepadaMU hingga dengan (Pertolongan)MU yang (kuperolehi) dariMU, aku dapat berjalan menujuMU dan senantiasa bersikap sebagai hamba di hadapanMU.


Aku memohon ampun kepada ALLAH atas semua dosa yang kulakukan baik secara rahasia maupun terang-terangan, sengaja maupun tidak, siang dan malam, sendiri maupun di tengah keramaian, besar maupun kecil, terangan-terangan maupun sembunyi-sembunyi, lahir maupun batin. Wahai yang PemberianNYA luas, dan yang KebaikanNYA serba Mulia, aku adalah hamba yang hina, berhenti di ambang PintuMU, memohon ampunan dan meminta maaf atas dosa-dosa yang membebani diriku. Wahai yang Maha Dekat dan Maha Mengabulkan doa, wahai yang Maha Pemurah dan tidak bakhil dalam PemberianNYA.


Wahai ALLAH, Limpahkanlah Shalawat, Salam dan Keberkahan kepada Sayyidina Muhammad dan Keluarganya, Shalawat yang paling utama, Salam yang Paling suci, Berkah yang paling berlipat-ganda, sebanyak yang Engkau Ketahui, sepenuh timbangan `ArasyMU, dan sebanyak KalimatMU, selama pedzikir menyebutMU dan menyebut beliau, dan selama orang yang lalai melupakanMU dan melupakan beliau. (Wahai ALLAH), Berilah beliau Wasilah, Keutamaan dan Kedudukan yang tinggi. Dan Berilah beliau Kedudukan yang Terpuji yang telah Engkau Janjikan kepadanya, karena sesungguhnya Engkau tidak pernah memungkiri janji.


____________________


^ Wasiat dan doa indah dari kitab "Shalat Para Wali"; himpunan karangan Habib Hasan ibn Shaleh al-Bahr al-Jufri رحمة الله تعالى عليه dengan terjemahan oleh Ustaz Novel Muhammad al-`Aydrus حفظه الله تعالى



إلهي أنت مقصودي ورضاك مطلوبي
أعطني محبتك ومعرفتك يا الله
وحسبنا الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير



Wahai Ummi yang hamba kasihi lagi dikasihi ALLAH, terima kasih kerna telah melahirkan hamba ke dunia ini. Dan demikian juga kepada Abi, tidak mampu hamba membalas segala-galanya, hanya ALLAH sahja yang Maha Mampu pada zahir dan batin, dunia dan akhirat kalian. Terima kasih juga kepada antum sekalian yang sudi menerima diri hamba ini seadanya. Kepada semua, ana mohon ampun dan maaf zahir dan batin, dunia dan akhirat.


* Semoga ALLAH Memberkahi hidupmu.. selalu Memandangmu dengan RahmatNYA, Mencintaimu dimanapun engkau berada dan juga semoga RasuluLlah صلى الله عليه وآله وسلم selalu menyayangimu. * Doa hamba ambil dari kitab "Bidadari Bumi" karangan Hubabah Halimah al-`Aydrus ;)







اللهم صل على سيدنا محمد
وأنزله المنزل المقرب منك يوم القيامة
اللهم صل على روح سيدنا محمد في الأرواح
وعلى جسده في الأجساد وعلى قبره في القبور


ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة
إنك أنت الوهاب برحمتك يا أرحم الراحمين

اللهم أعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك
برحمتك يا أرحم الراحمين

اللهم اغفر لنا ولوالدينا وللمسلمين والمسلمات
والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات
برحمتك يا أرحم الراحمين


سبحان ربك رب العزة عما يصفون
وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين


بارك الله فيكم وجزاكم الله خير الجزاء
والله تعالى أعلم بالصواب

Tuesday, May 25, 2010

Redha Seorang Hamba - Mesti Lihat!



بســـــــــم الله الرحمان الرحيم
الحمد لله رب العالمين حمداً يوافى نعمه ويكافئ مزيده



اللهم صل على سيدنا محمد السابق للخلق نوره
ورحمة للعالمين ظهوره عدد من مضى من خلقك ومن بقى
ومن سعد منهم ومن شقى صلاة تستغرق العد وتحيط بالحد
صلاة لا غاية لها ولا منتهى ولا أنقضاء صلاة دائمة بدوامك
وعلى آله وصحبه وسلم تسليماً مثل ذلك
- Selawat Sultanul Auliya as-Syeikh `Abdul Qadir al-Jailani قدس الله سره


اللهم أنت ربي لا إله إلا أ نت خلقتني وأنا عبدك
وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت
أعوذ بك من شر ما صنعت
أبوء لك بنعمتك علي وأبوء لك بذنبي
فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت
- Sayyidul Istighfar




الســــلام عليكم ورحمة الله وبركـــاته






Taushiyah dari Habibana Munzir ibn Fuad al-Musawa حفظه الله تعالى yang telah disampaikan di Masjid al-Munawar, Jakarta, Indonesia pada hari Isnin, tanggal 24hb Mei 2010M. Insya`ALLAH, ziarahi hamba juga di Vimeo.


^ Siaran langsung Majlis Ta`lim bersama Habibana adalah pada setiap hari Isnin bermula pada pukul 10.00 malam; waktu Singapura. Antum bisa mendengar ataupun melihat nya secara langsung melalui Lelaman Habibana ataupun Lelaman ASWAJA (Radio). Majlis Ta`lim akan dimulakan dengan bacaan Maulid Addhiya`Ullami kemudian diikuti dengan Pengajian Hadiths bimbingan Habibana, dan diakhiri dengan dzikr, qasidah serta doa munajat.



Pengumuman





Ziarah Da`wah Guru Mulia ke Indonesia telah dibatalkan



Kios Majelis RasuluLlah ﷺ Singapura
^ klik pada gambar untuk maklumat lanjut.



اللهم صل على سيدنا محمد
وأنزله المنزل المقرب منك يوم القيامة
اللهم صل على روح سيدنا محمد في الأرواح
وعلى جسده في الأجساد وعلى قبره في القبور



بارك الله فيكم وجزاكم الله خير الجزاء
الله تعالى أعلم بالصواب والحمد لله رب العالمين

سبـכـآטּ اللـﮧ وبـכـمده ، سبـכـآטּ اللـﮧ العظيمـﮯ



بســــم الله الرحمان الرحيم
الحمد لله رب العالمين حمداً يوافى نعمه ويكافئ مزيده



اللهم صل على سيدنا محمد عدد ما في علم الله
صلاة دائمة بدوام ملك الله
- Selawat as-Sa`adah


اللهم أنت ربي لا إله إلا أ نت خلقتني وأنا عبدك
وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت
أعوذ بك من شر ما صنعت
أبوء لك بنعمتك علي وأبوء لك بذنبي
فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت
- Sayyidul Istighfar



الســــلام عليكم ورحمة الله وبركـــاته






Dalam sebuah hadiths yang diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, Ibn Majah dan Ahmad ibn Hanbal رحمة الله تعالى عليهم أجمعين, Nabi Muhammad صلى الله عليه وآله وسلم bersabda :
"Dua perkataan yang ringan di atas lidah, berat di atas timbangan, amat dicintai oleh al-Rahman (ALLAH) adalah : سبحان الله و بحمده، سبحان الله العظيم"

Bertasbih kepada ALLAH adalah seafdhal-afdhal zikir selepas لا إله إلا الله.



Nabi Sulaiman عليه السلام dan Tenteranya.


Imam al-Yafie رحمة الله تعالى berkata dalam kitabnya روض الرياحين (hikayat yang ke 107) bahawa Nabi Sulaiman ibn Daud عليه السلام yang juga seorang Raja, pada suatu hari telah menaiki seekor kenderaan dan diiringi di kanan dan di kirinya dengan bala tenteranya yang cukup perkasa dan hebat, yang terdiri daripada askar-askar, rakyat jelata, burung-burung, binatang-binatang buas, unta, kuda, lembu, kambing, ternakan, serangga dan sekalian makhluk. Suatu gambaran yang cukup menakjubkan.


Pasukan ini melalui di hadapan seorang hamba Bani Israel. Beliau berkata :
"Sesungguhnya ALLAH تعالى telah Memberikan kepada Sulaiman عليه السلام suatu kerajaan yang sungguh hebat!"


Kata-katanya ini didengar oleh Nabi Sulaiman عليه السلام lantas beliau berkata :
"Tasbihnya yang tertulis di kitab seorang Mukmin adalah lebih baik daripada apa yang diberikan kepada Sulaiman, kerana kerajaan akan luput dan hilang tetapi tasbih kekal dan tertulis!"

_________________


^ Dari kitab "Kelebihan Ratib - Huraian Ratib al-Habib Umar ibn `Abdul Rahman al-`Attas رحمة الله تعالى عليه" karangan al-Mukarram al-Habib Hasan ibn Muhammad al-`Attas حفظه الله تعالى; Imam Besar Masjid Ba`alwie, Singapura. Gambar ihsan dari : al-Khidmah SG

- Baca juga posting terkini dari Blog al-Fadhil Ustaz Abu Muhammad حفظه الله تعالى; Rahsia "wa bi hamdihi." Semoga kita memperolehi manfaat darinya, dan semoga kita dapat mengamalkannya serta mendapat barakah darinya. Amiin ALLAHumma Amiin.




إلهي أنت مقصودي ورضاك مطلوبي
أعطني محبتك ومعرفتك يا الله
وحسبنا الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير

اللهم صل على سيدنا محمد
وأنزله المنزل المقرب منك يوم القيامة
اللهم صل على روح سيدنا محمد في الأرواح
وعلى جسده في الأجساد وعلى قبره في القبور


بارك الله فيكم وجزاكم الله خير الجزاء
الله تعالى أعلم بالصواب والحمد لله رب العالمين