Saturday, June 13, 2009

Apa Khabar Akhlaq Mu?



بســـــــــم الله الرحمان الرحيم
الحمد لله رب العالمين حمداً يوافى نعمه ويكافئ مزيده



اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد الرؤوف الرحيم
ذي الخلق العظيم وعلى آله وأصحابه وأزواجه
في كل لحظة عدد كل حادث وقديم

- Selawat ar-Ra`uf ar-Rahim


الســــلام عليكم ورحمة الله وبركـــاته





Sabda RasuluLlah صلى الله عليه وسلم :
"Sungguh yang paling ku cintai diantara kalian
adalah yang paling baik akhlaq nya." - Shahih Imam al-Bukhari رحمه الله تعالى


"Al HamduliLlah, berkat Taufiq dari ALLAH سبحانه وتعالى, ALLAH Memberikan kepada kita kemudahan untuk bisa kita berbuat amal-amal yang taat sehingga kita menjadi orang-orang yang dicintai oleh RasuluLlah صلى الله عليه وسلم. Maka ketahuilah apabila kita ingin dijadikan orang-orang yang paling dicintai oleh ALLAH سبحانه وتعالى, ini ada jalur yang paling cepat yaitu bagaimana memperbagus akhlaq budi pekerti kita sebagaimana RasuluLlah صلى الله عليه وسلم.


Kita semua mampu untuk mengajak orang, bagaimana mereka bisa mencontoh akhlaq RasuluLlah صلى الله عليه وسلم yang baik. Sebagaimana ALLAH سبحانه وتعالى Menciptakan yaitu manusia dengan bentuk dan rupa yang paling baik. "Laqad khalaqnal insaana fii ahsani taqwiim" Sesungguh nya Kami telah Menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baik nya. QS. At-Tiin : 4. Maka manusia diciptakan oleh ALLAH سبحانه وتعالى melebihi daripada makhluk ALLAH yang lain nya. Maka dari itu kita diajarkan oleh Baginda RasuluLlah صلى الله عليه وسلم, apabila seorang Mukmin ia berkaca di depan kaca, ia melihat bentuk dan rupa yang diberikan oleh ALLAH سبحانه وتعالى kepada diri nya, akan tetapi bentuk rupa yang dhahir yang terlihat maka jangan lupa juga kata RasuluLlah صلى الله عليه وسلم yaitu akhlaq atau budi pekerti yang baik. Sehingga Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم mengajarkan kepada kita suatu doa apabila kita berkaca ,"ALLAHumma kamaahassanta khalqiy fahassin khuluqiy" (doa ketika bercermin) Ya ALLAH sebagaimana Engkau sempurnakan bentuk dan rupaku, Engkau perindah bentuk dan rupaku, Engkau perbaiki juga bagaimana bathinku yaitu dengan akhlaq yang mulia. Ketahuilah! Bentuk dan rupa yang dhahir yang apabila rupa kita kurang baik, niscaya akhir nya kita meninggal dunia, apabila dikubur selesai itu bentuk dan rupa yang tidak baik. Akan tetapi bentuk rupa yang bathin, yang tidak terlihat terkecuali dilihat oleh orang-orang tertentu yang diijinkan oleh ALLAH سبحانه وتعالى yaitu akhlaq yang mulia dan itulah akan terus terbawa kepada orang ini sampai nanti hari Kiamat berjumpa dengan ALLAH سبحانه وتعالى. Sebagaimana kita merawat diri kita, merawat bentuk rupa kita pun, kita diajarkan oleh Baginda RasuluLlah صلى الله عليه وسلم untuk memperbaiki akhlaq kita, budi pekerti kita sehingga ALLAH سبحانه وتعالى Melihat bukan hanya dhahir kita akan tetapi bathin kita juga.


...Seseorang apabila ingin berakhlaq mulia sebagaimana yang dicontohkan oleh RasuluLlah صلى الله عليه وسلم, disamping ia berusaha jangan pula lupa ia memohon dan berdoa kepada ALLAH سبحانه وتعالى. Sebagaimana Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم pun berdoa di dalam doa-doa nya. Beliau صلى الله عليه وسلم berdoa kepada ALLAH سبحانه وتعالى agar ALLAH Memberikan Petunjuk kepada beliau صلى الله عليه وسلم, agar beliau صلى الله عليه وسلم diberikan kesabaran oleh ALLAH سبحانه وتعالى. Telah berapa banyak cubaan dan penderitaan yang dialami oleh RasuluLlah صلى الله عليه وسلم. Nabi صلى الله عليه وسلم mendapatkan cubaan, yaitu mendapatkan gangguan maka Nabi صلى الله عليه وسلم sabar untuk menghadapi gangguan daripada orang-orang kafir quraisy. Akan tetapi segala gangguan yang dialami oleh RasuluLlah صلى الله عليه وسلم dan penderitaan yang dirasakan oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, itu semua dihadapi oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم yaitu orang-orang kuffar bermuamalah dihadapan Rasul صلى الله عليه وسلم dengan muamalah yang tidak baik. Tingkah laku mereka yang buruk kepada Nabi صلى الله عليه وسلم, akan tetapi dengan akhlaq nya RasuluLlah صلى الله عليه وسلم, beliau tidak membalas dengan sesuatu yang tidak baik. Akan tetapi RasuluLlah صلى الله عليه وسلم membalas segala perbuatan mereka yang jelek dengan perbuatan yang baik. Itulah akhlaq yang dicontohkan oleh RasuluLlah صلى الله عليه وسلم.


Sehingga ALLAH سبحانه وتعالى Memuji kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم di dalam Alqur`anulkarim. Yang dipuji bukan dari kesabaran nya, yang dipuji bukan dari ibadah nya, padahal Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم banyak beribadah kepada ALLAH سبحانه وتعالى. Sehingga diriwayatkan dari banyak nya ibadah Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, dari qiyamullail nya Nabi صلى الله عليه وسلم sampai bengkak kedua telapak kaki beliau. Akan tetapi semua perbuatan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, ibadah-ibadah, amal-amal Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم yang dipuji oleh ALLAH سبحانه وتعالى didalam Alqur`an "wa innaka la a`la khuluqin `adzim" Sesungguh nya engkau Ya RasuluLlah didalam budi pekerti yang sangat agung. QS. Al-Qalam : 4. Sesungguh nya Rasul صلى الله عليه وسلم sungguh benar-benar berada didalam budi pekerti yang sangat tinggi dan agung disisi ALLAH سبحانه وتعالى. Kalau kita manusia yang biasa, mungkin kita bisa berakhlaq tapi akhlaqnya al-Hasanah. Perbuatan akhlaq yang bagus, tidak dikatakan akhlaq kita agung. Tidak ada yang berbuat akhlaq yang bagus dikatakan akhlaqnya agung. Akan tetapi akhlaq yang agung ini hanyalah diberikan oleh ALLAH سبحانه وتعالى kepada Baginda RasuluLlah صلى الله عليه وسلم. Sehingga akhlaq nya Nabi صلى الله عليه وسلم yang begitu agung menutupi segala hal yang lain nya.


Tidak dipuji, "wa innaka la a`la ilm `adzim" Sesungguh nya engkau didalam `ilmu yang begitu agung. Sesungguh nya engkau dalam sabar yang agung. Akan tetapi ALLAH سبحانه وتعالى Memuji kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم "wa innaka la a`la khuluqin `adzim". Maka keluarlah pujian yang diberikan oleh ALLAH سبحانه وتعالى kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم bagaimana akhlaq nya Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم sehingga mereka yang tadi nya musuh-musuh Nabi صلى الله عليه وسلم. Orang-orang kafir masuk ke dalam agama Islam, mereka taat kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, karena apa? Bukan hanya dari kesabaran Nabi صلى الله عليه وسلم tapi melihat bagaimana akhlaqnya RasuluLlah صلى الله عليه وسلم.


Rasul صلى الله عليه وسلم mengatakan "wakhaaliqunnaasi bikhuluqin hasan" pergauli manusia, engkau bergaul (bermuamalah) sesama manusia (dengan baik) bukan dengan perbuatan yang lain. Akan tetapi dicontohkan oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, diajarkan oleh Baginda RasuluLlah صلى الله عليه وسلم maka diperintahkan bergaulah kepada orang lain dengan akhlaq yang baik. Maka disini akhlaq yang mulia bisa melebihi daripada amalan-amalan yang lain bahkan melebihi derajat orang-orang yang shalih, orang-orang yang banyak shalat nya dengan akhlaq yang mulia. Maka banyak hadits, kalau seseorang mungkin banyak puasa nya, shalat sunnah nya banyak, akan tetapi dia tidak mempunyai akhlaq yang baik maka ini derajat nya rendah di Mata ALLAH سبحانه وتعالى dibanding orang yang tidak banyak berpuasa, tidak banyak shalat sunnah, akan tetapi akhlaq nya mulia, budi pekerti nya agung maka orang ini derajat nya lebih tinggi disisi ALLAH سبحانه وتعالى. Sebagaimana disabdakan oleh Baginda RasuluLlah صلى الله عليه وسلم "Ada sebagian manusia, yaitu seseorang Laki-laki maupun Perempuan ia dengan akhlaq nya yang baik bisa melebihi derajat nya orang-orang yang berpuasa dan derajat nya orang-orang yang bangun di malam hari."




Diperhatikan ikhwani bahwasa nya RasuluLlah صلى الله عليه وسلم yang mulia itu, yang sangat agung bukan hanya diketahui oleh para Sahabat Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Bukan hanya orang-orang Mukminin yang mengetahui akhlaq dan budi pekerti beliau صلى الله عليه وسلم yang sangat agung itu, akan tetapi mereka para orang-orang kafir, mereka orang-orang munafik, musuh RasuluLlah صلى الله عليه وسلم, mereka mengetahui budi pekerti dan akhlaq daripada RasuluLlah صلى الله عليه وسلم yang mulia dan sangat agung. Bahkan diriwayatkan daripada akhlaq beliau yang sangat agung, sampai anak-anak kecil mengetahui bagaimana akhlaq nya RasuluLlah صلى الله عليه وسلم yang sangat mulia.


Maka kita berusaha agar bagaimana akhlaq kita menjadi akhlaq yang baik. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Baginda RasuluLlah صلى الله عليه وسلم. Kita selalu memohon dan meminta kepada ALLAH سبحانه وتعالى disamping kita berusaha, kita juga berdoa sebagaimana Baginda RasuluLlah صلى الله عليه وسلم mengajarkan kepada kita bagaimana beliau صلى الله عليه وسلم berdoa dan meminta kepada ALLAH سبحانه وتعالى untuk diberikan Petunjuk dan menjadi amalan-amalan yang paling baik. Diantara nya yaitu akhlaq yang mulia. Maka RasuluLlah صلى الله عليه وسلم mengajarkan kita, apabila seseorang ingin bercermin ucapkanlah "ALLAHumma kamaahassanta khalqiy fahassin khuluqiy" maka sebagaimana Engkau memperbaiki bentuk dan rupaku Ya ALLAH, maka perbaikilah juga akhlaqku. Yang dhahir minta diperbaiki oleh ALLAH dan yang bathin juga minta diperbaiki oleh ALLAH. Kita adalah manusia tidak sama dengan hewan, kita tidak sama dengan tumbuh-tumbuhan. Tumbuh-tumbuhan kalau mati kembali nya kepada tanah, kalau binatang mati kembali nya menjadi tanah, itu pepohonan kalau mati akan kembali menjadi tanah. Akan tetapi engkau wahai manusia apabila engkau meninggal dunia engkau bukan kembali kepada tanah, walaupun jasadmu diliang-lahatkan ke dalam tanah akan tetapi ruhmu akan kembali kepada ALLAH سبحانه وتعالى. Ruhmu naik keatas menghadap ALLAH سبحانه وتعالى, akan menghadap ALLAH سبحانه وتعالى apabila sebagaimana kita yaitu ruh kita, santapan rohani kita. Akhlaq mulia yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم itu akan mengangkat derajat kita.


Dikatakan bahwasa nya dengan akhlaq yang mulia, seseorang bisa mengalahkan daripada amalan-amalan orang yang berpuasa, amalan-amalan orang yang shalat qiyamullail. Mungkin engkau bisa shalat, membutuhkan waktu 4 jam. Mungkin hal seperti ini membutuhkan waktu 4 jam atau berpuasa sekian bulan engkau berpuasa sunnah. Akan tetapi dengan perbuatan akhlaq yang mulia, budi pekerti yang dicontohkan oleh RasuluLlah صلى الله عليه وسلم bisa mempercepat naik nya derajatmu disisi ALLAH سبحانه وتعالى. Maka dari itu marilah kita berusaha sebagaimana dhahiran kita diperbaiki oleh ALLAH سبحانه وتعالى dalam bentuk rupa yang baik dan jangan lupa juga kita memperbaiki yaitu bentuk bathin kita, akhlaq kita yang telah dicontohkan oleh Baginda RasuluLlah صلى الله عليه وسلم, bagaimana kita bisa berakhlaq yang mulia sebagaimana akhlaq nya RasuluLlah صلى الله عليه وسلم." - Sedutan dari taushiyah al-Habib Musa Kadhim as-Saqqaf yang diterjemahkan oleh asy-Syeikh Ridwan al-Amri. Taushiyah ini turut dimuatkan sebagai artikel oleh al-Habib Munzir al-Musawa حفظه الله تعالى



بارك الله فيكم وجزاكم الله خير الجزاء


اللهم صل على روح سيدنا محمد في الأرواح
وعلى جسده في الأجساد وعلى قبره في القبور



سبحان ربك رب العزة عما يصفون
وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين

0 Ulasan:

Related Posts with Thumbnails