Wednesday, April 14, 2010

Mengapa Begitu Tegas, Wahai Ukhti?



بســــم الله الرحمان الرحيم
الحمد لله رب العالمين حمداً يوافى نعمه ويكافئ مزيده



اللهم صل على سيدنا محمد نورك الساري ومددك الجاري
واجمعني به في كل أطواري وعلى اله وصحبه وسلم يا نور
- Selawat Nur, Selawat yang dianjurkan oleh Guru Mulia
untuk dijadikan amalan setiap hari




اللهم أنت ربي لا إله إلا أ نت خلقتني وأنا عبدك
وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت
أعوذ بك من شر ما صنعت
أبوء لك بنعمتك علي وأبوء لك بذنبي
فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت
- Sayyidul Istighfar



الســــلام عليكم ورحمة الله وبركـــاته







Al HamduliLlah, mengenai himbauan hamba yang lalu, insya`ALLAH, hamba titipkan kali ini, sebuah nasihat yang begitu berharga oleh Guru Mulia; al-Musnid al-`Allamah al-Habib Umar bin Hafiz حفظه الله تعالى, yang hamba petik dari kitab "Menggapai Ridho ALLAH : Dengan Sebuah Kajian Akhlak Praktis". Maka, ayuh, insya`ALLAH, marilah kita bersama-sama menghayatinya, memahaminya, memperaktikkannya dan menyampaikannya, tafadhdhol masykura.


"RasuluLlah صلى الله عليه وآله وسلم bersabda :
"Pandangan adalah anak panah beracun dari anak panah iblis, ALLAH Berfirman : "Barangsiapa yang meninggalkan nya karena takut padaku maka akan KU Ganti dengan keimanan yang ia rasakan manisnya dihatinya." - Hadiths Riwayat al-Hakim dan Ath-Thabarani رحمة الله تعالى عليهم أجمعين


Orang yang menahan pandangan dari gambar yang diharamkan, maka akan mendapatkan upah kontan dan cepat, yaitu manis yang ia rasakan dihatinya. Manisnya iman yang dirasakan oleh hati. Cobalah! Niscaya engkau akan merasakan rasa manis ini lebih baik dan lebih mahal dari kenikmatan dunia beserta isinya.


Maka raihlah manisnya iman dengan fitnah-fitnah ini, dimana bila engkau sungguh-sungguh dan mau untuk menahan pandangan maka fitnah-fitnah ini berobah menjadi kenikmatan bagimu. Maka akan meluap padamu manisnya iman. Pahadal jika engkau menoleh padanya dan memenuhi ajakannya, maka ia akan menjerumuskanmu pada kecelakaan dan membawamu pada kejelekkan, ia akan menjadi fitnah dalam Agamamu.


Dikisahkan, ada seorang lelaki yang sedang sekarat (sakaratul maut), orang-orang yang disekelilingnya menuntunnya untuk membaca لا إله إلاَّ الله. Tapi lisannya tidak bisa membaca kalimat itu. Namun bila orang-orang berbicara hal lain, dia ikut berbicara bersama mereka, hal ini terjadi berulang kali. Namun setiap (kali) disuruh membaca kalimat tauhid orang ini tidak bisa. Sehinggalah salah satu dari mereka berteriak :
"Kenapa kamu bisa berbicara pada kami dan di saat kami membaca kalimat لا إله إلاَّ الله, kenapa kamu diam?!"


Orang itu menjawab :
"Yang menghalangi diriku untuk membaca kalimat ini adalah pandangan haram."


Pandangan telah menguasai hatinya sehingga menjadi penghalang baginya untuk bersyahadat di saat ajal menjemputnya. Ada jarak antara dirinya dengan لا إله إلاَّ الله. Karena dia tidak bertobat dan tidak menahan diri darinya. Maka tersisalah semua itu dihatinya, sehingga terjadilah apa yang terjadi di saat kematiannya tiba. Semoga ALLAH Melindungi kita dari semua ini.


"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman : "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya: yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.


Katakanlah kepada wanita yang beriman : "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya.""
- Surah an-Nur ayat 30-31


Maka persiapkanlah matamu untuk memandang wajah Nabimu Muhammad صلى الله عليه وآله وسلم kelak di hari Kiamat, dengan menahan pandangan dari perkara-perkara haram."



إلهي أنت مقصودي ورضاك مطلوبي
أعطني محبتك ومعرفتك يا الله
وحسبنا الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير

اللهم صل على سيدنا محمد
وأنزله المنزل المقرب منك يوم القيامة
اللهم صل على روح سيدنا محمد في الأرواح
وعلى جسده في الأجساد وعلى قبره في القبور


بارك الله فيكم وجزاكم الله خير الجزاء
الله تعالى أعلم بالصواب والحمد لله رب العالمين

0 Ulasan:

Related Posts with Thumbnails