Sunday, December 20, 2015

Parenting Nabawiy ﷺ



بســـــــــم الله الرحمان الرحيم
الحمد لله رب العالمين حمداً يوافى نعمه ويكافئ مزيده



اللهم صل على سيدنا محمد صلاة تنجينا بها من جميع
الأهوال وا لأفات وتقضى لنا بها جميع الحاجات وتطهرنا
بهامن جميع السيئات وترفعنا بها عندك أعلى الدرجات
وتبلغنا بها أ قصى الغايات من جميع الخيرات فى الحيا ة
وبعد الممات وعلى آله وصحبه وسلم

- Selawat Munjiyyah


اللهم أنت ربي لا إله إلا أنت خلقتني و أنا عبدك
وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت
أعوذ بك من شر ما صنعت
أبوء لك بنعمتك على و أبوء لك بذنبي
فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت

- Sayyidul Istighfar



الســــلام عليكم ورحمة الله وبركـــاته






BismiLlahi Masya'ALLAH,


Soalan: Bagaimanakah caranya untuk kita menanamkan kecintaan kepada ALLAH ﷻ dan RasulNYA ﷺ didalam diri anak-anak sedari kecil?


Jawapan: Maka ia kembali dari konsep Baginda Rasul ﷺ, parenting Nabawiy. Kita belajar dari Baginda Rasul ﷺ, dari rumahnya Baginda Rasul ﷺ.


Jika didasari tanpa 'ilmu maka kita bakal mengatakan bahawa mempelajari al-Qur'an itu adalah suatu perkara yang amat baik bagi anak kita.


Akan tetapi, jika kita ingin melihat konsep dari Baginda Rasul ﷺ sebagaimana pernah dikatakan oleh Sayyidina Jundub bin 'AbduLlah Radhi'ALLAHu'anhu wa ardha, "Dahulu, sedari kami kecil, kami mempelajari iman sebelum kami mempelajari al-Qur'an. Dan ketika kami mempelajari al-Qur'an, setelah keimanan itu kukuh didalam hati kami, maka bertambahlah keimanan kami kepada ALLAH ﷻ."


Maka kepada yang masih mempunyai anak-anak kecil, bukan berarti tidak mengajarkan al-Qur'an kepada mereka namun yang pertama kali, perkara yang amat sangat penting, yang perlu kita perhatikan adalah menanamkan keimanan dahulu didalam hati anak-anak.


Jika kita tidak menanamkan keimanan didalam hati anak-anak, maka kita akan dengan susah payah untuk memaksa anak-anak kita untuk menghafal al-Qur'an, kerna mereka belum memahami. Sementara ketika keimanan dahulu kita letakkan maka lihatlah bagaimana Nabi Muhammad ﷺ mendidik para Sahabat Baginda Radhi'ALLAHu'anhum wa ardhum ajma'in di Makkah al-Mukarramah. Selama 13 tahun dididik mereka dengan keimanan terlebih dahulu. Bukan mengajarkan yang perkara lain namun menanamkan keimanan sehingga keimanan itu kukuh dan mengakar didalam hati anak-anak kita.


Sehingga apa yang perlu kita mengajarkan kepada anak-anak kita adalah mengucapkan segala sesuatu itu dengan menyambungkan, mengaitkan ia dengan ALLAH dan RasulNYA ﷺ.


Mungkin dalam hal yang sepele. Kita senantiasa mengajarkan kebaikan, senantiasa mengajarkan sunnah Nabi ﷺ namun suatu perkara yang mungkin kita lalaikan adalah, saat mengatakan, "Nak, makan dengan tangan kanan," atau "Nak, makanlah sambil duduk," padahal sebenarnya ajaran kesemua itu adalah ajaran Nabi ﷺ, itu adalah sunnah Nabi ﷺ.


Agak payah juga untuk mendapatkan Guru yang bisa mengajarkan kepada anak muridnya, sambil berkata, "Nak, Rasul ﷺ mengajar kita untuk makan dengan tangan kanan, atau "Nak, Rasul ﷺ itu menyisir rambut Baginda dalam keadaan duduk," atau "Nak, Rasul ﷺ jika makan duduk Baginda begini."


Ketika kita mendapatkan anak-anak sedang mengucapkan kata-kata yang keras atau kasar kepada kita, sedang marah kepada kita, maka kita katakan kepada mereka, "Nak, ALLAH berfirman didalam al-Qur'an, وبالوالدين إحسانا - kita harus berbuat baik kepada orangtua kita."


Ini adalah sesuatu hal yang sepele akan tetapi jika kita tidak mempelajari tentangnya maka kita tidakkan pernah mengetahuinya kerna sesungguhnya disinilah nilai keimanan yang bakal kita dapatkan.


Sedari anak-anak kecil kita sudah senandungkan, "telah berfirman ALLAH," atau "telah bersabda Rasul ﷺ," kita selalu meneriakan di telinga mereka dengan perkataan sedemikian sehingga pada saatnya nanti, ketika mereka sudah bisa berfikir, maka mereka akan mengambil tahu, "siapa ALLAH dan siapa RasulNYA ﷺ yang selalu mengajarkan kebaikan, yang saat Ibu saya selalu mengajarkan kebaikan selalu mengatakan, "ini Rasul ﷺ yang mengajarkan, Rasul ﷺ jika ingin tidur cara tidur Baginda begini, Rasul ﷺ jika ingin makan cara makan Baginda begini, Rasul ﷺ jika ingin berbicara cara berbicara Baginda begini, Rasul ﷺ jika sholat cara sholat Baginda begini."


Ini adalah suatu hal yang amat sangat kecil namun jika kita tanamkan didalam diri anak-anak kita sedari kecil maka insya'ALLAH keimanan itu akan jauh lebih kukuh didalam hati anak-anak kita.


Disaat anak-anak sedang berbohong, pasti kita sebagai Ibunya merasa marah. Akan tetapi pada saat kita menasihati mereka, sampaikan kepada mereka, "apakah engkau tidak mengetahui, Nak, jika Ibu tidak mengetahui, namun ALLAH Mengetahui dan ALLAH Melihat." Biasakan hal ini senantiasa keluar dari lisan seorang Ibu untuk menanamkan kecintaan kepada ALLAH dan RasulNYA ﷺ.


Juga jika anak-anak kita payah untuk mendirikan sholat, usah katakan kepada mereka, "Ini adalah dosa dan akan masuk ke neraka." Maka akan ada didalam minda mereka bahawa ALLAH akan senantiasa Memberikan hukuman. Mengapa kita tidak menanamkan perasaan kasih sayang terhadap ALLAH ﷻ didalam hati anak-anak kita?


Sampaikan kepada mereka, saat mereka ingin makan sebelum mereka membaca doa makan, sampaikan kepada mereka, "Nak, engkau tahu betapa Rahmat ALLAH ﷻ makanan ini dari ALLAH, DIA yang Memberikan kita rezki. Betapa Sayangnya, betapa Kasihnya ALLAH kepada kita." Ini ucapan-ucapan yang sepele, yang ringan, akan tetapi disinilah pengajaran keimanan yang diajarkan oleh Baginda Nabi Muhammad ﷺ didalam rumah Nabi Muhammad ﷺ.


Lihatlah bagaimana saat Rasul ﷺ mengingatkan Sayyidah Fathimah RadhiALLAHu'anha wa ardhaha, ketika Sayyidah Fathimah memanggil kedua puteranya iaitu Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain RadhiALLAHu'anhum wa ardhahum ajma'in dengan menjanjikan sesuatu, "wahai Hasan dan Husain, masuklah kalian berdua sesungguhnya aku memiliki sesuatu ditanganku," maka disaat itu Rasul ﷺ mengingatkan kepada Sayyidah Fathimah, "wahai Fathimah, ketika engkau tidak membawa sesuatu ditanganmu, maka sesungguhnya engkau telah berdusta dan dicatat sebagai seorang pendusta Disisi ALLAH ﷻ." Lihatlah Rasul ﷺ.


Sebagaimana kita mengetahui bahawa Sayyidah Fathimah RadhiALLAHu'anha wa ardhaha adalah "Pimpinan Wanita dari Ahli Syurga", akan tetapi Nabi Muhammad ﷺ tidak keluar dari membimbing beliau selangkah demi selangkah untuk senantiasa didalam Redha ALLAH ﷻ.


Maka yang paling penting sekali adalah mengenalkan dahulu kepada mereka ALLAH dan RasulNYA ﷺ sehingga yang selain itu akan datang dengan mudahnya, akan menjadi mudah untuk mengajarkan al-Qur'an kepada mereka, kerna mereka sudah memahami. Lebih kurangnya seperti itu.


---- Mafhum jawapan yang disampaikan oleh al-Fadhilah Ustazah Nur Alina al-Munawar. Foto ihsan dari Ukhtina fiLlah Fadhilah Mustapha. Semoga ALLAH Memelihara dan Menyayangi mereka serta kita semuanya.




اللهم صل على سيدنا محمد
وأنزله المنزل المقرب منك يوم القيامة
اللهم صل على روح سيدنا محمد في الأرواح
وعلى جسده في الأجساد وعلى قبره في القبور


جزى الله عنا سيدنا محمداً
صلى الله عليه وآله وسلم ما هو أهله
بارك الله فيكم وجزاكم الله خير الجزاء
الله تعالى أعلم بالصواب والحمد لله رب العالمين

Related Posts with Thumbnails