Saturday, August 14, 2010

Tetamu ALLAH سبحانه وتعالى



بســـــــــم الله الرحمان الرحيم
الحمد لله رب العالمين حمداً يوافى نعمه ويكافئ مزيده



اللهم صل صلاة كاملة وسلم سلاما تاما على سيدنا محمد
الذى تنحل به العقد وتنفرج به الكرب وتقضى به الحوائج
تنال به الرغائب وحسن الخواتم وسيتشقى الغمام بوجهه الكريم
وعلى آله وصحبه فى كل لمحة ونفس بعدد كل معلوم لك
- Selawat at-Tafrijiyyah / Selawat an-Nariyyah / Selawat Kamilah


اللهم أنت ربي لا إله إلا أنت خلقتني و أنا عبدك
وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت
أعوذ بك من شر ما صنعت
أبوء لك بنعمتك على و أبوء لك بذنبي
فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت
- Sayyidul Istighfar



الســــلام عليكم ورحمة الله وبركـــاته






"...dan pada hakikatnya manusia itu adalah tamu ALLAH pada setiap detik hidupnya, selama ia masih hidup ia adalah tamu ALLAH, ia di Jamu oleh ALLAH, maka fahamilah Shahibul bait, fahamilah siapa yang kita kunjungi yaitu Rabbul`Alamin dalam setiap nafas kita karena setiap nafas kita hakikatnya kita tamu Ilahi di bumiNYA, karena kita di bumi yang Milik ALLAH, kita hidup dengan jasad yang kita tidak membeli dan tidak menciptanya semua dari ALLAH, maka kita adalah tamu, dan tamu Termuliakan bagi yang memahaminya.


Hadirin-hadirat yang Dimuliakan ALLAH, kalau kita tau siapa yang sedang kita kunjungi dalam kehidupan ini, yaitu Rabbul`Alamin سبحانه وتعالى, yang kita kunjungi dalam setiap nafas kita, maka kita akan memahami bagaimana adab kesopanan kita berada dihadapan Tuan Rumah Maha Raja alam semesta ini.


Hadirin-hadirat yang Dimuliakan ALLAH, tentunya kalau kita faham kalau kita ini berada di suatu Istana kemegahan Rabbul`Alamin di dalam Kerajaan ALLAH سبحانه وتعالى, hendaknya kita membenahi sikap kita dengan Sang pemilik jasad kita dan Sang Pemilik bumi kita dan Sang pemilik kehidupan kita dan Sang pemilik dunia dan akhirat kita, dan betapa beruntungnya jiwa yang selalu berpadu, pemikirannya dengan rahasia keluhuran Ilahi.


Hadirin-hadirat yang Dimuliakan ALLAH, ALLAH telah Berfirman :
"Diantara orang-orang itu ada yang menghendaki balasan di dunia saja atas amalan pahala ibadahnya namun ALLAH Memiliki balasan bukan hanya diakhirat saja tapi di dunia dan di akhirat."


Demikian ALLAH Menjelaskan di dalam Firman Surat an-Nisa :
"Dan ALLAH سبحانه وتعالى itu Maha Mendengar dan Maha Melihat." (Q4:134)


Fahamlah kita jangan meminta akhirat saja, jangan minta dunia saja, minta dunia dan akhirat, karena ALLAH telah Mengatakannya bahwa balasan di dunia dan akhirat Milik-KU.


ALLAH Maha Mendengar, Maha melihat, Maha Mendengar dengan pendengaran yang bukan dengan telinga seperti makhluk, makhluk hanya mendengar suara, tetapi ALLAH Mendengar getaran perasaan, ALLAH Melihat getaran lintasan pemikiran.


Hadirin-hadirat yang Dimuliakan ALLAH, dan setiap waktu dan saat ALLAH selalu Mendengar dan Melihat.


Hadirin-hadirat yang Dimuliakan ALLAH, namun tabir kegelapan dosa didalam diri kita sering menutupi kita seakan-akan jauh dari ALLAH, seperti orang yang berada di dekat temannya namun ia menutup matanya, maka ia tidak melihat temannya, padahal temannya sudah di hadapannya,
"ALLAH itu lebih Dekat kepada kita dari pada urat leher kita." (Q50:16)

Maksudnya antara ruh dan jasad kita, ALLAH lebih Dekat lagi dari itu, ALLAH lebih Mampu dari kedekatan jasad dengan ruh, karena ALLAH Yang Maha mampu Memisahkan ruh dengan jasad, ALLAH yang Maha Menentukan setiap nafas kita, ALLAH Maha dekat bukan dengan sentuhan dan ALLAH juga jauh bukan tanpa perhitungan jarak tapi dengan Kedekatan jiwa, karena jarak tidak bisa menempuh dan mencapai Rabbul`Alamin, karena jarak hanya bisa mencapai alam Cipta ALLAH, jarak dan tempat tidak bisa menjangkau Rabbul`Alamin, Pencipta semua waktu dan tempat.


Hadirin-hadirat yang Dimuliakan ALLAH, demikian Agungnya Sang Maha Raja langit dan bumi dan Sang Maha Lembut."-Taushiyah indah Murabbina al-Habib Munzir ibn Fuad al-Musawa حفظه الله تعالى



اللهم صل على سيدنا محمد
وأنزله المنزل المقرب منك يوم القيامة
اللهم صل على روح سيدنا محمد في الأرواح
وعلى جسده في الأجساد وعلى قبره في القبور


اللهم أعنا على ذكرك وشكرك
وحسن عبادتك برحمتك يا أرحم الراحمين
ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة
إنك أنت الوهاب برحمتك يا أرحم الراحمين

ربنا تقبل دعاءنا إنك أنت السميع العليم
وتب علينا إنك أنت التواب الرحيم
دعواهم فيها سبحانك اللهم وتحيتهم فيها سلام
وآخر دعواهم أن الحمد لله رب العالمين

بارك الله فيكم وجزاكم الله خير الجزاء
والله تعالى أعلم بالصواب

3 Ulasan:

Salam ukhti,

Ukhti, ini ceramah Habib Munzir favorit ima..yang judulnya "solatnya rasulullah" kan? :)


Ukhti,
ini maksudnya gimana?

"namun tabir kegelapan dosa didalam diri kita sering menutupi kita seakan-akan jauh dari ALLAH, seperti orang yang berada di dekat temannya namun ia menutup matanya, maka ia tidak melihat temannya, padahal temannya sudah di hadapannya"

Saya sempat kecewa kemarin sama beberapa teman, teman yang baik tapi tega menyakiti saya.

Mereka punya keinginan, tapi saya tidak bisa penuhi. lalu mereka mendadak jadi 'jahat' :(

Tapi sekarang saya sudah tidak kecewa..sudah lupa.

Tapi, ukhti, kenapa yah waktu kita sedih dengan ulah orang susah untuk ikhlas begitu saja?

Kenapa yah ikhlasnya baru bisa beberapa hari kemudian?

Bagaimana yah ukhti biar bisa selalu ikhlas?


Aduh, ini relevant 'to the subject' ga yah ukhti?

Maaf yah ukhti..
Semoga ima tidak bikin ukhti kecewa. he

Selamat bulan puasa Ukhti.

Ukhti, please write more tentang perempuan.
Perempuan sepertinya rentan dengan penyakit hati.
tapi kalau main sama laki-laki terus bukan muhrim. he

Dosa ga yah ukhti main sama laki-laki terus?
teman ima banyakan anak laki daripada perempuan.
Tomboy when i was a kid.

BismiLlah wal HamduliLlah...
Sholatu was-Salamu `ala RasuliLlah wa `ala Alihi wa Shohbihi waman walah...
SalamuLlahu`alaikum wa Rahmatuhu wa Barakatuh...

Wahai Saudariku fiLlah yang Dimuliakan lagi Dikasihi ALLAH,
Mengenai Ceramah, ya benar ataupun juga tajuknya "Shalatlah Kalian Seperti Shalatnya RasuluLlah ShalALLAHu`alaihi wa Alaihi wasalam ", al HamduliLlah. Semoga kita sama-sama perolehi manfaat dan barakah darinya. Amiin ALLAHumma amiin.

Mengenai ucapan "namun tabir kegelapan dosa didalam diri kita sering menutupi kita seakan-akan jauh dari ALLAH, seperti orang yang berada di dekat temannya namun ia menutup matanya, maka ia tidak melihat temannya, padahal temannya sudah di hadapannya."

~ Hamba yang jahil ini mentafsirkan ucapan yang mulia itu...

Ibarat gelas yang bersih, adalah hati yang bersih dari dosa, kita bisa melihat didalamnya samada gelas itu mengandungi air aqua kah, air jeruk kah atau sebagainya.

Jika gelas itu kotor, adalah seperti hati yang kotor dengan dosa, kita tidak bisa melihat apa yang terkandung didalam gelas itu.

Justru, tiada jalan lain melainkan gelas dan hati itu perlu dibersihkan terlebih dahulu untuk kita mengambil manfaat darinya.

Jika gelas yang kotor itu perlu dibersihkan dengan sabun penyuci, maka hati yang kotor itu juga perlu dibersihkan dengan sabun penyucinya iaitu taubat, istighfar dan amalan-amalan kebaikan. Anti bisa rujuk didalam al-Quranul Kareem, diantara lain dalam surah Furqan (25) ayat 70 dan surah Hud (11) ayat 114. SubhanALLAH, Tuhan kita, ALLAH `Azzawajalla, Maha Sabar dan Maha Penyayang terhadap hamba-hambaNYA...

Maka setiap sekali ia kotor, kita membersihkannya. Manalah tahu andai suatu masa itu, kita membersihkannya dan ketika itu merupakan buat kali terakhirnya, maka kembalilah kita kepadaNYA ALLAH `Azzawajalla dalam keadaan bertaubat, bersih dan suci dari noda dan dosa. Yallah bi husnil khatimah. Amiin ALLAHumma amiin ~

Mengenai sifat ikhlas, Anti bisa rujuk jawaban dari Guru Mulia al-Habib Munzir al-Musawa hafizahuLlah, diSini.

Mengenai kesilapan yang telah berlalu, sebaiknya, kita ambillah ia sebagai pengajaran bagi kita untuk maju kehadapan dan malah bukan mundur kebelakang. Hamba yang baik adalah pada setiap kali dia membuat kesilapan, dia kembali bertaubat dan menyesali akan perbuatanya itu. Tiada siapa diantara kita yang tidak sunyi dari melakukan kesilapan baik dia mengetahuinya ataupun tidak sama sekali.

Selagi ruh masih bersatu dengan jasad, selagi itulah peluang untuk kita kembali kepadaNYA dan memperbaiki diri masih ada, terbuka luas. Justru, rebutlah peluang dan kesempatan ini yang telah DIA Berikan kepada kita. Semoga sisa-sisa umur kita Dipelihara ALLAH `Azzawajalla dan Mengurniakan kita berbuatan dan amalan yang suci, menjadikan kita hamba, ummat dan wanita yang Mukminah dan Shalihah. Juga, Salam Ramadhan al-Mubarak, semoga kita DiberikanNYA peluang untuk menjalani ibadah didalamnya dengan jujur, ikhlas dan maqbul. Semoga DIA Memandang hati-hati kita dengan Pandangan Rahmat, Taufiq, Hidayah, `Inayah dan MaghfirahNYA ALLAH `Azzawajlla senantiasa.

Amiin Ya ALLAH, Ya Rabb, Ya Rahman, Ya Rahim, ya Qarib, ya Mujib, Ya Hayyu, Ya Qayyum, Ya Dzal Jalali wal Ikram wa bi jaahi Sayyidina Muhammadinil Habibil Mahbub ShalALLAHu`alaihi wa Alaihi wasalam ♥

Mengenai teman bersama kaum Adam yang non-muhrim, ia dibenarkan dan begitu sebaliknya; berteman bersama kaum Hawa yang non-muhrim, selagi mana adab kesopanan terjaga, menutup aurat, tidak berdua-duaan ditempat yang sunyi dan sembunyi, bertanya pada hal yang diperlukan sahja dll.

Islam, Agama kita ini adalah Agama Suci dan Mulia, maka barangsiapa yang mengikuti Peraturan yang telah ditetapkan oleh ALLAH `Azzawajalla, maka dia juga termuliakan atas sebab itu. Dia mentaati segala PerintahNYA dan menjauhi segala LaranganNYA semampu dan sebaik mungkin. Dia berkeyakinan bahwa semua ini adalah untuk kebaikan dirinya sendiri dan malah bukan untuk menyusahkan dirinya, kerna dia tahu, ALLAH itu Maha Adil lagi Maha Bijaksana, lagi Maha Penyayang.

Demikian yang dapat hamba kongsikan bersama, hamba mungkin ada tersilap dimana-mana, mohon teguran dan nasihat, tafadhdhal masyukra.

Di atas masa serta ziarah nya hamba ucapkan,
barakALLAHu fiki wa jazakiLlahu khairal jaza`.

Fi amanALLAH wALLAHu a`lam bisawab.

Related Posts with Thumbnails