Friday, December 25, 2009

We (Muslim) May Be Simple People, But We Are NOT Empty People - Ustaz Abu Zaki Yusof






إلهي أنت مقصودي ورضاك مطلوبي
أعطني محبتك ومعرفتك يا الله
وحسبنا الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير


2 Ulasan:

Assalamu'alaikum Wr Wb....

Ya Ukhti....ana rasa sangat sedih ....bahawa Habib Umar tidak akan datang ke negara kita pada bulan Muharram ini.
I guess, Im currently going thru something new in my life right now...tat I just need to have some peace in the heart, and I was so looking forward to listening to Habib Umar 'live' in our masjids.....
Anyway just dropping by to say I miss u.

BismiLlah wal HamduliLlah...
Sholatu was-Salamu `ala RasuliLlah wa `ala Alihi wa Shohbihi waman walah...
SalamuLlahu`alaikum wa Rahmatuhu wa Barakatuh...


Wahai Ibu Mithali yang Dimuliakan lagi Dikasihi ALLAH,
Perubahan itu, SunnatuLlah. Apa yang penting, hatimu, semoga ia tidak pernah berubah; tetap senantiasa dalam kedekatan dan ketaatan kepadaNYA ALLAH `Azzawajalla dan RasulNYA ShalALLAHu`alaihi wa alihi wasalam.

Hati yang ketika diuji, sabar. Ketika dibahagiakan, syukur. Ketika menerima ketetapan, redha. Ketika keseorangan, rindu kepadaNYA. Ketika ramai orang, takut kepadaNYA. Ketika kesibukkan, ingat kepadaNYA. Ketika tidak kesibukkan, bertambah-tambah lagi ingatan kepadaNYA. Bagaimana untuk mendapatkan hati seperti ini? Minta dan mintalah kepada yang Menciptakan dan Berkuasa diatas hati itu, ALLAH `Azzawajalla.

Mengenai kedatangan Guru Mulia di Singapura, hamba belum menerima apa² maklumat mengenai nya. `Ala kulli hal, kita mengharapkan kedatangan Guru Mulia walaupun hanya seketika, kerna menurut Habibana Munzir al-Musawa, Guru Mulia senantiasa kunjung ke Singapura andai Guru Mulia kunjung ke Kuala Lumpur, Malaysia, demikian setiap tahun nya.

Andai tidak, pasti ada hikmah nya. DisisiNYA sudah tentu ada Ganjaran untuk hamba²NYA yang senantiasa bersangka baik kepadaNYA dalam segala hal dan keadaan. Habib mungkin tiada tetapi bukankah lil` Habib ada...? Hehe : )

Wahai Ibu Mithali yang Dimuliakan lagi Dikasihi ALLAH,
Tiadalah salah untuk bersedih, tetapi jangan terlalu lama sehingga ia menguasai dirimu. Andai terdapat 1 perkara yang bisa membuatmu sedih, maka disitu juga terdapat 1001 perkara (bahkan lebih dari itu) yang bisa membuatmu bahagia.

Lihatlah disekelilingmu. Tidak perlu terlalu jauh, lihatlah anggota tubuhmu, andai salah satu urat saraf DihentikanNYA seketika, bagaimanakah keadaanmu? Lantas, pergunakanlah ia dengan sebaik-baik nya, selagi ia masih diizinkanNYA untuk berfungsi, dengan itu, dirimu tergolong bersama hamba²NYA yang mensyukuri akan Ni`mat dariNYA.

Lihatlah pula Saudara² kita yang berada diluar sana, keadaan mereka sungguh memperhatinkan. Ada yang terpaksa berpuasa sehingga saban hari kerna tidak mempunyai makanan untuk dimakan, apalagi tempat untuk mereka berteduh. Dimana henti nya kaki mereka, disitulah tempat mereka merehatkan diri. ALLAHu ALLAH. Andai dirimu menghitung Ni`mat dariNYA untukmu zahiran wa batinan, sungguh tidak akan terhitung... KurniaanNYA Melimpah-ruah dan tiada batas.

Teruslah berdoa kepadaNYA, terus merintih dan bermunajat kepadaNYA agar DIA Memperbaiki keadaanmu keseluruhan nya zahiran wa batinan, agar dirimu senantiasa berada dibawah Naungan PeliharaanNYA kerna DIAlah yang senantiasa sudi Menemani serta Mendengar segala rintahanmu, ketika tiada siapa yang sudi dan perduli.

DIA bahkan Murka kepada hamba²NYA yang tidak mahu berdoa kepadaNYA. ALLAHu Akbar! Adakah yang lebih baik dariNYA? Yang Maha Kaya lagi Maha Pemberi; Memberi apa yang kita minta bahkan Memberi apa yang tidak pernah kita terlintas untuk memintaNYA. SubhanALLAH...

Syukran jazilan kerna sudi merindui hamba yang hina ini. Semoga ALLAH Menyatukan ruh kita dunia dan Akhirat, senantiasa berdampingan dengan ruh RasuluLlah ShalALLAHu`alaihi wa alihi wasalam. Semoga ALLAH Memuliakan setiap nafas kita senantiasa dalam Rahmat dan PengampunanNYA, hingga nafas terakhir kita kelak adalah puncak kerinduan kita kepada ALLAH `Azzawajalla. Amiin, amiin, amiin ya ALLAH, ya Rabb, ya Rahman, ya Rahim, ya Hayyu, ya Qayyum, ya Dzal Jalali wal Ikram.

Di atas kalam yang tidak pantas hamba titipkan disini,
hamba mohon maaf dan teguran.

Di atas masa serta ziarah nya hamba ucapkan,
barakALLAHu fiki wa jazakiLlahu khairal jaza`.

Fi amaniLlah wALLAHu a`lam bisawab.

Related Posts with Thumbnails